Terkini Bisnis: Kerugian Chairul Tanjung di Garuda, PPKM di Sulawesi Diperketat

Rabu, Agustus 18, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Ahad siang, dimulai dari penjelasan soal kerugian Chairul Tanjung di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

 

Berikutnya ada berita 106 orang melapor ke polisi karena tertipu miliaran rupiah karena aplikasi WPP Berbagi dan Faisal Basri sebut struktur ekonomi rapuh. Lalu ada berita perbandingan harga tes PCR dan Menteri Airlangga meminta PPKM di Sulawesi diperketat. 

 

Kelima topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis Tempo.co. Berikut selengkapnya lima berita bisnis yang trending tersebut:

 

1. Peter Gontha Beberkan Posisi Kerugian Charul Tanjung di Garuda

 

Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Peter Frans Gontha, menjelaskan posisi kerugian Chairul Tanjung di maskapai pelat merah itu. Saat menjadi komisaris, Peter mewakili Chairul alias CT yang tercatat mengempit saham perseroan sebesar 28 persen melalui Trans Airways.

 

Nilai investasi dari pembelian saham sebesar US$ 350 juta. Peter mengatakan saat CT membeli saham Garuda sembilan tahun lalu, nilai saham perseroan masih Rp 620 per lembar saham. Namun kini nilai saham itu anjlok di kisaran Rp 200-an.

 

Kerugian dihitung dari berbagai sisi, termasuk selisih nilai tukar. Saat melakukan pembelian saham, nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar Rp 8.000.

 

2. Mengaku Tertipu Aplikasi WPP Berbagi dan Rugi Miliaran, 106 Orang Lapor Polisi

 

Lebih dari seratus orang mengaku menjadi korban penipuan aplikasi investasi WPP Berbagi. Melalui kuasa hukumnya, Supriadi Renhoat, mereka pun melapor ke Badan Reserse Kriminal Barkas Besar Polri pada awal Agustus 2021. Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/B/456/2021/VII/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 3 Agustus 2021.

 

"Korban yang melaporkan kepada kami ada 106 orang dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Korban berasal dari berbagai provinsi, kota, kabupaten senusantara," kata Supriadi Renhoat saat dikonfirmasi Tempo, Kamis.

 

Menurut Supriadi, 106 orang tersebut bukanlah jumlah keseluruhan dari korban investasi yang diduga bodong itu. "Sebanyak 106 orang itu yang melaporkan ke kami untuk melanjutkan membuat laporan polisi, akan tetapi korban sebenarnya yang kami terkonfirmasi hampir ribuan," kata dia.


3. Faisal Basri Sebut Pandemi Buka Kotak Pandora, Buktikan Struktur Ekonomi Rapuh

 

Ekonom senior Indef Faisal Basri mengatakan pandemi Covid-19 telah membuka "kotak pandora" atau fakta yang menunjukkan bahwa struktur ekonomi Indonesia rapuh.

 

Menurutnya, krisis yang terjadi sekarang berbeda dengan sebelumnya, misalnya depresi besar (The Great Depression) pada 1929-1939 yang dipicu oleh sektor keuangan. Saat ini, krisis dunia dipicu oleh krisis kesehatan berupa pandemi virus Covid-19.

 

"Dari krisis masa pandemi, prinsip yang benar adalah saving lives is saving the economy. Bukan semata disrupsi ekonomi dan kesehatan, melainkan meliputi hampir semua aspek kehidupan sosial, budaya, politik dan pertahanan," katanya dalam acara diskusi publik Paramadina Public Policy Institute (PPPI) dengan tema “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Fondasi Ekonomi & Agenda Pembangunan di Indonesia", Jumat.

 

4. Daftar Harga Tes PCR di 69 Bandara di Seluruh Dunia, Indonesia Berapa?

Tes swab reverse-transcription-polymerase chainreaction (RT-PCR) telah digunakan banyak negara untuk mendeteksi keberadaan virus corona di tubuh seseorang. Lalu, bagaimana perbandingan harga tes PCR di bandara-bandara di seluruh dunia?

 

Skytrax dalam situs webnya, Jumat, 16 April 2021 telah melakukan penelitian terkait harga tes PCR di 69 bandara di Eropa, Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Dari penelitian ini, ditemukan perbedaan harga 396 USD atau Rp 5,6 juta rupiah antara biaya PCR tertinggi dan terendah.

 

Biaya tes PCR tertinggi disabet oleh Bandara Internasional Kansai, Jepang yang memiliki harga 404 USD atau setara Rp 5,8 juta rupiah. Sementara itu, biaya tes PCR terendah dimiliki Bandara Mumbai yang mematok 8 USD atau setara Rp 115 ribu rupiah. 

 

5. Airlangga Minta PPKM di Sulawesi Diperketat, Mobilitas Masih Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM di wilayah Sulawesi belum efektif dalam menurunkan mobilitas masyarakat.

 

“Rata-rata mobilitas di luar area pemukiman pada periode PPKM 3 sampai 9 Agustus justru mengalami peningkatan dari periode sebelumnya,” kata Airlangga di Jakarta, Sabtu.

 

Oleh sebab itu, Airlangga menegaskan PPKM di wilayah tersebut harus diperketat agar tidak terjadi tren penambahan kasus harian maupun melalui berbagai upaya lain untuk menurunkan mobilitas masyarakat.


 

 

Sumber : Bisnistempo.co

0 comments: