Terpopuler Bisnis: Buwas soal Beras Bansos Berkutu, Erick Thohir Ingatkan PLN

Jumat, Agustus 13, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis,  dimulai dari Dirut Bulog Budi Waseso atau Buwas menanggapi komplain sejumlah warga soal bantuan beras PPKM.

 

 

Berikutnya ada soal tanggapan Louis Vuitton soal pakaian dinas DPRD Tangerang dan saham Bukalapak masih banyak dijual. Lalu ada subsidi upah dan Erick Thohir yang meminta PLN tak lagi terlibat di proyek tak penting. 

 

1. Warga Keluhkan Beras Bansos Berkerikil, Buwas: Ngapain Bulog Kasih Batu

 

Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Budi Waseso menanggapi komplain sejumlah warga soal bantuan beras PPKM. Warga di Tasikmalaya, misalnya, mengeluh lantaran menerima beras berkerikil.

 “Batu kecil saja dimasalahkan. Ngapain juga Bulog kasih batu. Batunya kan bukan yang 50 persen isinya batu,” kata Budi Waseso dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis.

 

Selain berkerikil, Budi alias Buwas menampik beras bansos berkutu. Buwas menyebut perusahaan telah menjamin kualitas beras bantuan sosial (bansos) sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah. Sebelum dibagikan ke masyarakat, beras telah melalui proses pembersihan dengan mesin rice to rice.

 

2. Kata Louis Vuitton Indonesia Soal Pengadaan Pakaian Dinas DPRD Kota Tangerang

Louis Vuitton Indonesia menyatakan tidak pernah melakukan kerja sama dengan pemerintah terkait pengadaan bahan pakaian dinas anggota DPRD Kota Tangerang.

 

“Mengenai hal ini, LV tidak memiliki hubungan kerja sama dan tidak pernah ada kolaborasi dengan pemerintah,” kata Public Relation LV Indonesia Gisela Eiffelina kepada ANTARA, Selasa.

 

Pengadaan bahan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang sempat menuai pro kontra sebelum akhirnya dibatalkan. Berdasarkan informasi dari laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tangerang, tahun ini sekretariat DPRD Kota Tangerang menganggarkan pengadaan bahan pakaian dinas mencapai Rp 675 juta.

 

3. Samuel Sekuritas: Saham Bukalapak Masih Terjun Bebas

 

Saham emiten e-commerce Bukalapak.com atau saham Bukapalak (BUKA) kembali menjadi saham yang paling banyak dijual investor asing di pasar reguler pada sesi pertama Kamis, 12 Agustus 2021, dengan nilai net sell asing mencapai Rp122,8 miliar, disusul oleh BBRI (Rp 24,2 miliar) dan EMTK (Rp 16,7 miliar). 

 

Berdasarkan volume trading, saham Smartfren Telecom (FREN) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan di sesi pertama hari ini, dengan volume 10 juta lembar, disusul BEKS (9,8 juta) dan BBKP (7 juta). 

 

 

"Saham Bukalapak.com (BUKA) masih terus terjun bebas di sesi pertama perdagangan hari ini, langsung jatuh ke titik auto rejection bawah atau ARBnya (-6,7 persen ke Rp 965 per saham) tidak lama setelah sesi pertama perdagangan dibuka, dan tidak bergerak hingga akhir sesi," kata tim analis Samuel Sekuritas Indonesia dalam keterangan.

 

4. Subsidi Upah Rp 1 Juta Cair, Simak Cara Mengecek via Situs BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah per hari ini mulai menyalurkan bantuan subsidi upah atau subsidi gaji senilai Rp 1 juta kepada pekerja yang terdampak Covid-19.

 


Pekerja hanya perlu mengunjungi laman resmi BPJS Ketenagakerjaan. Bagi pekerja yang sudah memiliki akun BPJSTKU bisa melakukan dua langkah mudah.

 

5. Erick Thohir Minta PLN Setop Permainan Proyek-proyek Tak Penting, Apa Maksudnya?

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir meminta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tak lagi menggarap proyek-proyek yang tidak penting. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga arus kas (cash flow) perseroan.

 

"Saya yakin PLN bisa bertransformasi. Setop permainan proyek-proyek yang tidak penting," ujar Erick alam acara Penyerahan Oksigen oleh Menteri BUMN kepada Rumah Sakit Penanganan Covid-19 Hasil Produksi Pembangkit PLN secara virtual, Kamis.

 

Lebih jauh Erick menjelaskan, PLN selain mendapat penugasan dari pemerintah, juga bertransformasi secara besar-besaran. Transformasi besar-besaran dilakukan agar bisa mengonversi pembangkit listrik berbasis fosil menjadi pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT).

 


 

Sumber : Bisnis.tempo.co

0 comments: