Terpopuler Bisnis: Promo Citilink hingga Evaluasi Mal Saat PPKM Level 4

Rabu, Agustus 18, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

 

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin, dimulai dari promo hari kemerdekaan dari Citilink hingga evaluasi mal di hari terakhir PPKM Level 4.

 

Adapula berita tentang Presiden Jokowi menyebut pandemi menghambat laju pertumbuhan ekonomi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 diperkirakan menjadi endemi tahun depan.

 

Berikut empat berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang kemarin:

1. Promo Hari Kemerdekaan, Citilink Beri Diskon Tiket Pesawat hingga Gratis Tes PCR

Maskapai penerbangan Citilink Indonesia memberikan sejumlah promo dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Beberapa di antaranya adalah promo gratis tes PCR atau antigen dan diskon tiket penerbangan bagi penumpang pesawat. 

 

"Promo Diskon Tiket Citilink dengan ketentuan tertentu. Diskon Citilink hingga 20 persen + 10 persen berlaku untuk member Diskon Citilink 20 persen berlaku untuk non-member,” seperti dikutip dari situs resmi Citilink, Senin.

 

Promo itu berlaku untuk pembelian tiket di website, website member, dan Aplikasi betterFly Citilink. Adapun periode pemesanan dimulai dari 13-19 Agustus 2021 dengan periode perjalanan mulai dari 13 Agustus 2021 -31 Oktober 2021. Namun diskon tidak berlaku pada periode Black Out Date pada 15-19 Oktober 2021.

 

Potongan harga tiket itu berlaku untuk seluruh rute penerbangan domestik kecuali rute pesawat ATR. Untuk calon penumpang akan mendapat potongan harga tambahan sebesar 17 persen jika menggunakan kartu debit dan kredit yang bekerja sama dengan Citilink.

 

Selain potongan harga tiket, Citilink memberikan promo gratis tes PCR atau antigen dengan periode pembelian 12-17 Agustus 2021 dan periode terbang 13 Agustus-30 September 2021. Gratis PCR atau Antigen dengan kuota 500 orang per hari untuk pembelian tercepat.

 

Kuota selanjutnya adalah 150 orang per hari untuk tes antigen. Setelah kuota per hari habis, penumpang selanjutnya ditawarkan harga khusus PCR seharga Rp 475.000 atau tes antigen seharga Rp 150.000.

 

2. Jokowi: Pandemi Banyak Menghambat Laju Pertumbuhan Ekonomi

 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah memastikan masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19.

 

"Pandemi memang telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi, tetapi pandemi tidak boleh menghambat proses reformasi struktural perekonomian kita," kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Senin.

 

Dia mengatakan struktur ekonomi Indonesia yang selama ini lebih dari 55 persen dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus dialihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor. Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas.

 

"Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terus kita percepat," ujarnya.

 

Jokowi menuturkan pandemi telah mengajarkan untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem, keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan perekonomian. Dalam mengambil keputusan, pemerintah harus terus merujuk kepada data, serta kepada ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru.

 

Pemerintah, kata dia, harus selalu tanggap terhadap perubahan keadaan, dari hari ke hari secara cermat. Tujuan dan arah kebijakan tetap dipegang secara konsisten, tetapi strategi dan manajemen lapangan harus dinamis menyesuaikan permasalahan dan tantangan.


3. Sri Mulyani Sebut Pandemi Covid-19 Bakal Menjadi Endemi di 2022

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tahun 2022 adalah suatu masa di mana pandemi Covid-19 diperkirakan akan menjadi endemi.

 

"Jadi sekarang disiapkan langkah-langkah bagaimana Indonesia melakukan penyesuaian dari pandemi menuju endemi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin.

 

 

Hal tersebut, menurut dia, sesuai dengan pandangan para ilmuwan mengenai masa depan pandemi. WHO, ujar Sri Mulyani, baru-baru ini menyampaikan bahwa meskipun ada usaha dari negara, regional, hingga global pandemi belum dekat dari selesai.

 

"Sebanyak 89 persen ilmuwan menganggap Sars-CoV-2 akan menjadi endemi," ujar Sri Mulyani.

 

Dia mengatakan hal tersebut harus disiapkan. Apalagi, dalam pidatonya di Sidang MPR, DPD, dan DPR tadi pagi, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan respons kebijakan berdasarkan data, fakta, dan mempertimbangkan berbagai pandangan dari ilmuwan.

 

"Menuju kebiasaan baru living with endemic, vaksin tetap harus diakses seluas luasnya, disiplin terutama masker plus empat M yang lain, implementasi 3T dan sistem kesehatan yang andal," ujar dia.

 

Dari segi ekonomi, kata Sri Mulyani, meskipun perekonomian tahun 2021 diproyeksi mengalami pemulihan cukup kuat dan berlanjut terus di 2022, pemulihan ini tidak berjalan seragam.

 

4. Hari Terakhir Perpanjangan PPKM Level 4, Uji Coba Pembukaan Mal Sukses?

 

Nasib pusat perbelanjaan atau mal pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4ditentukan hari ini, seiring dengan berakhirnya kebijakan PPKM pada Senin.

 

Ketika ditanya tentang kelanjutan operasional pusat perbelanjaan selama PPKM, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan belum bisa memberi banyak komentar. Tetapi dia mengatakan hasil evaluasi selama uji coba menunjukkan keberhasilan.

 

 

“Hasil pemantauan uji coba pelonggaran pusat perbelanjaan di 4 kota dinyatakan berhasil dari sisi kepatuhan dan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan yang disyaratkan,” kata Oke, Senin.

 

Sepekan terakhir, pemerintah melakukan uji coba pembukaan mal di zona PPKM level 4 dan langkah itu disebut menunjukkan hasil positif.

 

Oke sebelumnya memperkirakan kebijakan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan selama PPKM level 4 di sejumlah kota di Jawa bisa berpengaruh terhadap kinerja penjualan eceran.

 

“Pengaruh pasti ada karena PPKM berlanjut dan retail baru dibuka mulai 10 Agustus di mana sifatnya uji coba,” katanya.


 

Sumber : Bisnis.tempo

0 comments: