7 Negara Pamer Alutsista Canggih di Asia-Pasifik

Kamis, September 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Sejumlah negara di Asia-Pasifik semakin getol berlomba memamerkan kecanggihan alat utama sistem pertahanan (alutsista) di kawasan Asia-Pasifik dalam beberapa waktu terakhir.
Perlombaan senjata itu semakin intens terjadi terutama ketika agresivitas militer China di kawasan dinilai semakin menjadi.

Berikut negara-negara di Asia yang kerap pamer senjata untuk menunjukkan kekuatan dan menggretak negara lain.

1. Korea Utara
Korea Utara kembali membuat Amerika Serikat dan sekutunya di Asia Timur, Jepang serta Korsel kelimpungan. Dalam sepekan terakhir, Korut kembali melakukan uji coba rudal balistiknya hingga memicu kewaspadaan Seoul dan Tokyo. 


Pada akhir pekan lalu, Korut mengklaim berhasil menguji coba rudal jelajah jarak jauh dari kapal selam mereka.

Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menyebut rudal penjelajah sebagai senjata strategis yang penting.

Rudal jelajah itu dapat terbang sejauh 1.500 kilometer sebelum mencapai sasaran dan jatuh ke wilayah perairan.

Korut juga rutin menggelar parade militer setiap tahunnya. Dalam parade tersebut, Korut kerap memamerkan kedisiplinan para prajuritnya, tank dan kendaraan lapis baja, hingga rudal-rudal balistik mereka.

2. China
China kerap mengerahkan puluhan jet tempurnya ke wilayah udara Taiwan untuk menggretak Taipei yang dinilai Beijing sebagai wilayah pembangkang lantaran ingin memerdekakan diri.

Selain jet tempur, kapal-kapal China juga kerap melintasi wilayah yang disengketakan dengan negara lain seperti di perairan Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Kapal Selam jenis perusak yang diduga milik China melintas di wilayah perairan Jepang dekat Pulau Amami Oshima pada pekan lalu. Manuver itu membuat Jepang waspada.

Pada 31 Juli, pemerintah Xi Jinping dilaporkan memperluas wilayah pengujian senjata nuklir di gurun barat China.

Dari pengamatan citra satelit, ada penggalian terowongan bawah tanag di lokasi Lop Nur. China menjadikan tempat ini sebagai pengujian senjata nuklirnya sejak dulu.

DI bulan yang sama, China menggelar parade helikopter di ulang tahun Partai Komunis negara itu. Sebanyak 100 tembakan senjata pun di kerahkan.

3. Amerika Serikat
Sama seperti China, AS kerap mengerahkan jet tempur dan kapal perangnya ke Laut China Selatan. Laut China Selatan merupakan perairan internasional paling rawan konflik terbuka lantaran menjadi sengketa China dan banyak negara di Asia Tenggara.

Meski AS tidak memiliki klaim teritorial di perairan itu, Washington mengutuk klaim historis China terhadap 90 persen wilayah Laut China Selatan yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan internasional.

Kapal perang AS kerap berlayar di Laut China Selatan untuk menegaskan kebebasan bernavigasi di perairan internasional dan tak jarang membuat China geram.

4. Korea Selatan
Pada 7 September lalu, Korea Selatan berhasil melakukan uji coba rudal balistik dari kapal selam. Rudal ini disebut sebagai langkah Korsel menghadapi tetangganya di utara, Korea Utara, yang terus mengancam dengan teknologi rudal dan senjata nuklirnya.

Badan Pengembangan Pertahanan Korsel, menguji coba misil itu dari kapal selam seberat 3000 ton yang dikabarkan memiliki enam tabung peluncuran.

Misil itu merupakan varian rudal balistik Hyunmoo-2B dengan jangkauan sasaran hingga 500 kilometer. Rencananya, misil akan diproduksi massal setelah melewati beberapa pengujian.

Uji coba itu menjadikan Korsel sebagai negara tanpa senjata nuklir pertama yang memiliki teknologi rudal balistik kapal selam.


5. Inggris
Seakan tak ingin ketinggalan, Inggris mengerahkan kapal induk, HMS Queen Elizabeth, lengkap dengan armada jet tempurnya ke sebuah pangkalan angkatan laut dekat Tokyo, Jepang, beberapa waktu lalu
Tindakan itu menandai dimulainya kehadiran militer Inggris secara permanen di wilayah negeri Sakura.

6. Jerman
Awal Agustus lalu, pemerintah Jerman dikabarkan mengirimkan kapal militer jenis fregat ke Asia, termasuk ke Laut China Selatan.

Kapal itu menjadi kapal militer pertama Jerman yang melewati Laut China Selatan sejak 2002. Para pejabat mengatakan kapal itu tak akan melewati batas 12 mil dari wilayah yang diklaim China.

Japan Times melaporkan, September 2020 lalu Jerman menyusun pedoman diplomatik dan perdagangan untuk kawasan Indo-Pasifik. Jerman juga bertekad meningkatkan kehadiran militernya di Asia, termasuk melalui pengerahan kapal fregat ke kawasan Indo-Pasifik.

7. Taiwan
Taiwan menggelar simulasi perang di jalan raya untuk mempersiapkan militer menghadapi ancaman agresi China jika pangkalan udara mereka telah diserang.

Pada Rabu (15/9), Angkatan Udara Taiwan menggelar latihan mendarat armada jet tempurnya di jalan raya.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, mengatakan Keterampilan semacam itu diperlukan jika suatu waktu China menyerang dan menargetkan pulau itu.

"Keterampilan tempur yang luar biasa dan tindakan cepat, dan tepat seperti itu berasal dari pelatihan sehari-hari yang solid," kata Tsai di Facebook, dikutip Reuters.

Sebagai bagian dari latihan militer tahunan Han Kang, latihan itu berlangsung di salah satu jalan raya yang sengaja dibangun untuk menampung pendaratan pesawat.

Latihan itu berlangsung selama sepekan di berbagai wilayah di Taiwan. Tak hanya soal lepas landas, latihan lain juga digelar militer Taiwan aga bisa memukul mundur invansi China dan melindungi infrastruktur krusial.

Pada 5 September lalu, pesawat tempur Taiwan juga dikirim ke Kepulauan Pratas, dekat Laut China Selatan untuk memberi peringatan kepada China.

Tak hanya itu, Taipei juga mengerahkan sistem rudalnya untuk memantau aktivitas Beijing. Hal ini dilakukan jet tempur China menerobos wilayah Taiwan.

Sebanyak 10 pesawat tempur J-16, empat Su-30, empat pembom HM, dan pesawat anti kapal selam memasuki wilayah udara Taiwan saat itu.




Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: