9 Aturan 'Nyeleneh' di Dunia Selain China

Jumat, September 10, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Di Yunani, perempuan tidak boleh pakai hak tinggi saat kunjungi situs sejarah. (Foto: M. IRFAN ILMIE)

China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping menerakan sejumlah aturan hukum yang dinilai aneh. Mulai dari melarang les privat hingga membatasi jam main gim online bagi remaja usia di bawah 18 tahun.
Selain China, ada beberapa negara yang turut memiliki aturan hukum yang unik. Berikut sederet aturan negara-negara yang nyeleneh.

1. Dilarang Kencing Menghadap Rusia
Sungai Jakobselva di perbatasan Norwegia dipasangi rambu bertuliskan "Dilarang Buang Air Kecil Menghadap Rusia".


Jika melanggar, turis dan masyarakat lokal dapat dikenakan denda hingga 3.000 krona Norwegia atau setara Rp4,9 juta.

Sungai Jakobselva sendiri merupakan tempat wisata masyarakat akibat letaknya yang unik, yakni di perbatasan antara Rusia dan Norwegia.

Hukum Norwegia memang melarang "perilaku ofensif di perbatasan" yang ditujukan untuk menjaga perasaan negara tetangga dan pemerintahannya.


2. Larangan Kartun Winne the Pooh
Kartun Winnie the Pooh yang diciptakan oleh ilustrator Inggris A.A. Milne pada 1920-an dilarang beredar di salah satu kota di Polandia, Tuszyn.

Larangan ini dilakukan karena anggota dewan kota itu menilai Winnie the Pooh tidak sesuai untuk anak-anak akibat pakaian yang digunakannya "tidak pantas" dan gender yang membingungkan.

"Masalahnya beruang itu tidak memakai pakaian lengkap. Dia setengah telanjang yang sama seekali tidak pantas dicontoh anak-anak," kata salah satu anggota Dewan Kota Tuszyn, Ryszard Cichy, seperti dilansir dari The Independent.

3. Dilarang Berkata Kata Kasar
Seorang wanita dari Inggris dilaporkan ditahan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Februari 2021 lalu karena berkata kasar kepada teman satu apartemennya melalui pesan WhatsApp.

Di Dubai, penggunaan sumpah serapah dan pelecehan verbal lainnya dianggap sebagai kejahatan. Pemerintah UEA menilai kata-kata hujatan itu menjatuhkan kehormatan dan kesopanan seseorang, menurut Pasal 373 KUHP UEA.


4. Dilarang Beri Makan Merpati
Pemerintah Kota Venesia, Italia, menerapkan larangan melemparkan beras kepada pasangan yang baru menikah karena akan mengundang banyak burung merpati makan/

Dikutip The Guardian, diperkirakan ada 40.000 merpati terbang bebas di Venesia. Memberi makan pada merpati dapat membuat mereka berkumpul dan mengotori dan merusak situs-situs sejarah di kota itu.

5. Perempuan Dilarang Pakai Sepatu Hak Tinggi
Pemerintah Yunani melarang perempuan memakai sepatu hak tinggi atau stiletto pada situs-situs bersejarah.

Larangan ini diterapkan karena stiletto dinilai dapat merusak konstruksi bangunan kuno di Yunani. Direktur Prasejarah dan Klasik Yunani Eleni Korka mengatakan pengunjung perempuan diharuskan memakai sepatu yang tidak merusak situs bersejarah.

Dikutip NPR, tak hanya stiletto, pemerintah Yunani juga melarang pengunjung untuk membawa makanan dan minuman ke dalam situs sejarahnya, karena dikhawatirkan dapat mengotori tempat itu.

6. Dilarang 'Selfie' dengan Patung Buddha
Sebagian besar penduduk Sri Lanka merupakan pengikut Buddha Theravada. Maka dari itu, perlakuan tidak sopan terhadap patung dan artefak Buddha merupakan pelanggaran serius di negara ini.

Dilansir ABC Net, pemerintah Sri Lanka pernah menangkap tiga turis asal Prancis ketika berfoto dengan patung Buddha. Salah satu turis berpose pura-pura mencium patung Buddha, dan turis lainnya berpose meniru gaya patung tersebut.

Tak hanya ditahan, para turis itu pun dikenai denda masing-masing sebesar US$11.


7. Menyupir Tanpa Pakaian Disanksi
Mengendarai mobil dengan kondisi tanpa mengenakan baju atasan dianggap pelanggaran di Thailand.
Pemerintah Thailand mewajibkan seluruh pengendara kendaraan bermotor memakai pakaian meskipun cuaca tengah sangat panas.

8. Dilarang Menyiram Toilet di Atas Pukul 22.00
Di Swiss, beberapa daerah mengimbau warga tidak menimbulkan kebisingan yang tak begitu penting, termasuk menyiram toilet (flush) setelah pukul 22.00.

9. Menangkap Merpati Ilegal
Burung merpati dilindungi oleh hukum Australia. Burung tersebut dapat melakukan perjalanan jarak jauh hingga membuat pemerintah Negeri Kanguru menerapkan aturan demi melindungi unggas tersebut.

Australia menganggap menangkap, melukai, atau membunuh burung merpati sebagai ilegal hingga bisa didenda 250 dolar Australia.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: