Alasan Kenapa HP Android Cepat Panas dan Cara Mengatasinya

Senin, September 06, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Penyebab HP Android kerap terasa panas. (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)


Ada sejumlah alasan mengapa handphone (hp) Android kita gunakan sering terasa cepat panas dan berikut cara untuk mengatasinya.
Salah satu sebab umum hp terasa panas atau malah overheating karena ponsel digunakan untuk waktu yang cukup lama. Namun, gejala ini juga bisa disebabkan oleh sejumlah sebab lain.

Lantas, apa saja yang membuat ponsel terasa cepat panas, seperti apa cara untuk mengatasinya, dan pencegahannya?

Berikut informasinya.

Kenapa HP Android Panas?
Ponsel sering menjadi panas karena ada perangkat keras yang bermasalah atau dipicu oleh masalah software. Umumnya, ponsel Anda menjadi panas karena baterai bekerja keras.

Terdapat tiga bagian hp Android yang akan terasa panas, yaitu baterai, CPU, dan layar ponsel.


Berikut cara mengidentifikasi:

Jika panas berasal dari belakang ponsel, maka itu bisa jadi disebabkan karena baterai bekerja terlalu keras.
Jika panas berasal dari bagian depan atau layar ponsel, maka bisa jadi penyebab panas adalah karena chipset (CPU dan GPU) hp Android Anda sedang bekerja keras.
Jika, panas terasa dibagian bawah ponsel, ada kemungkinan masalah terdapat pada sistem pengisian daya (charging).
Selain masalah hardware, ponsel yang panas juga bisa jadi karena terlalu banyak aplikasi aktif. Selain itu ponsel Anda mungkin juga terlalu panas karena malware, perangkat lunak yang berperilaku tidak semestinya, atau paparan sinar matahari langsung.

Hal-hal ini menjadi penyebab yang wajar hp terasa sedikit panas. Tapi, jika panas hp terjadi terus-menerus dapat menjadi tanda masalah yang lebih serius.

Hangat atau overheat?
Terdapat batas suhu untuk ponsel disebut sekedar menghangat atau sudah terlalu panas. Rata-rata suhu ponsel dalam kondisi normal antara 37 sampai 43 derajat Celcius. Jadi, jika suhu ponsel sudah ada di atas suhu normal ini, maka hp Android Anda bisa dibilang sudah overheat alias terlalu panas.


Merupakan hal yang normal jika ponsel Anda terasa sedikit panas. Suhu ponsel Anda akan meningkat setiap kali Anda menggunakannya untuk waktu lama, menjalankan aplikasi yang memakan daya, atau menggunakan lebih banyak aplikasi dari biasanya.
Ponsel menjadi terlalu panas umumnya dapat terjadi dalam situasi berikut:

1. Bermain game untuk waktu yang lama
Smartphone memiliki banyak pilihan game yang bisa dimainkan, Namun, aplikasi game berintensitas tinggi menggunakan inti pemrosesan pusat ponsel Anda selain unit pemrosesan grafis (GPU), yang dapat membuat ponsel Anda memanas.

2. Streaming konten
Menonton YouTube atau Netflix selama berjam-jam merupakan aktivitas penggunaan ponsel yang dapat membuat prosesor ponsel Anda bekerja terlalu keras. Streaming konten atau menonton TV online mengharuskan ponsel memuat data video dan menjaga layar tetap aktif untuk waktu yang lama.

3. Pengaturan Anda tidak optimal
Apakah tingkat kecerahan layar Anda selalu pada mode maksimal? Apakah Anda menggunakan wallpaper animasi dengan widget di mana-mana? Sebagai gantinya, cobalah latar belakang statis dan biarkan ponsel Anda secara otomatis menyesuaikan kecerahan layar agar sesuai dengan lingkungan Anda. Ini akan meringankan beban penggunaan CPU ponsel Anda dan menjaga suhu ponsel tetap rendah.

  
4. Aplikasi usang
Jika aplikasi memiliki bug atau masalah lain, itu dapat menyebabkan peningkatan suhu ponsel dengan menggunakan prosesor perangkat Anda secara berlebihan. Menjaga agar aplikasi dan sistem operasi terus diperbaharui merupakan hal yang penting karena pembaruan sering kali menyertakan perbaikan bug. Setelah Anda menerapkan pembaruan, ponsel akan memiliki kinerja yang lebih baik dan lebih jarang kepanasan.

5. Update Software
Telepon mungkin terlalu panas selama atau tepat setelah update. Ini bisa jadi karena ada bug di OS yang memerlukan perbaikan melalui updating software, yang dapat memerlukan peningkatan daya.

6. Faktor lingkungan
Meninggalkan ponsel di bawah sinar matahari atau di dalam mobil pada cuaca yang panas dapat menyebabkan ponsel menjadi terlalu panas. Ini juga akan mengurangi kinerja layar sentuh dan menyebabkan baterai lebih cepat habis.

7. Malware
Ponsel yang terinfeksi malware juga bisa menyebabkan hp Android terasa panas. Pasalnya, malware biasanya terdiri dari kode yang tidak dioptimalisasi. Sehingga, ketika menginfeksi ponsel, kode ini bisa memaksa CPU dan memori bekerja keras, hingga menghasilkan panas berlebih.

Infeksi malware yang sengaja ditanam penjahat siber untuk mengeksploitasi ponsel korban. HP Android korban akan dibajak untuk menambang cryptocurrency diam-diam seperti Bitcoin dan Etherum. Sebab, menambang cryptocurrency memang menyedot banyak konsumsi daya ponsel.

8. Isi daya ponsel dengan benar
Gunakan charger yang berkualitas untuk mengisi daya ponsel untuk menjaga baterai ponsel tidak diisi berlebihan atau menghasilkan panas berlebih saat diisi.

Selain itu, saat mengisi daya ponsel pastikan ditaruh di tempat yang rata. Jangan menaruh di sofa atau tempat tidur. Karena dikhawatirkan permukaan yang tidak rata ini akan menyebabkan panas ponsel saat mengisi daya malah terperangkap.

Selain itu, kabel charger yang bermasalah juga bisa menyebabkan panas. Jika panas terasa disekitar port kabel, maka sebaiknya ganti dengan kabel pengisi daya yang baru, seperti dikutip Avast. 


Untuk mendinginkan ponsel yang terlalu panas dengan cepat, lepaskan casing ponsel Anda, yang mungkin menjadi penyebab panas ponsel terperangkap.
Selanjutnya, aktifkan mode pesawat untuk menonaktifkan fitur yang menguras baterai seperti radio nirkabel, Bluetooth, dan Wi-Fi atau pencarian sinyal seluler.

Namun, jangan masukan ponsel ke dalam lemari es. Memasukkan ponsel ke dalam freezer sama saja dengan memberikan ponsel Anda ke rentang suhu yang sangat berbeda secara tiba-tiba. Hal tersebut dapat menyebabkan layar retak dan sistem mengalami masalah.

Ponsel bekerja paling baik pada suhu antara 0 dan 35 derajat, dan paparan suhu di luar kisaran tersebut dapat mempengaruhi kinerja atau perangkat keras ponsel Anda. Jika ponsel Anda kepanasan karena sinar matahari langsung atau panas, pindahkan ke tempat yang lebih sejuk atau lebih teduh.

Berikut adalah beberapa hal lain yang dapat Anda lakukan untuk membantu ponsel Anda menjadi dingin:

1.Gunakan lebih sedikit daya
Mode Penghemat Baterai di ponsel mengurangi jumlah daya yang digunakan ponsel dan juga membantu menghemat masa pakai baterai ponsel.

2.Instal perangkat lunak pembersih sampah
File sampah menambah pekerjaan ekstra untuk prosesor dan baterai ponsel.

3.Matikan aplikasi yang tak dipakai
Jika Anda merasa ponsel memanas setelah Anda mengaktifkan aplikasi tertentu, maka matikan aplikasi dengan terlebih dahulu mengamalkannya.

4.Lepas case
Case atau penutup telepon dapat bertindak sebagai insulasi atau pengekang panas, menyebabkan penumpukan panas. Lepaskan cas untuk membiarkan ponsel menjadi dingin.

5.Matikan pengaturan yang tidak perlu
Pengguna bisanya sering membiarkan opsi GPS, Bluetooth, atau Wifi tetap aktif, bahkan saat mereka tidak membutuhkannya. Mematikan aplikasi yang tidak dibutuhkan dapat mengakhiri panas berlebih dan menghemat masa pakai baterai. Lebih baik lagi, aktifkan Mode Pesawat saat Anda tidak berencana menggunakan ponsel Anda.


6.Selalu update aplikasi Anda
Mengupdate pada dasarnya adalah nama lain untuk pengoptimalan. Semakin dioptimalkan suatu aplikasi, semakin sedikit sumber daya yang digunakannya, yang berarti semakin kecil kemungkinannya untuk memanaskan ponsel Anda.

7.Ganti kabel pengisi daya
Sesekali kabel pengisi daya yang rusak dapat menyebabkan unit pengisi daya tidak berfungsi. Jika panas sebagian besar terkonsentrasi di sekitar port kabel, maka Anda dapat mempertimbangkan untuk beralih ke kabel lain.

8. Hindari sinar Matahari langsung
Jangan tinggalkan hp di lokasi yang terpapar sinar Matahari secara langsung. Karena perilaku ini akan "memanggang" ponsel Anda. Jangan juga mengecas ponsel di area dekat jendela. Intinya jauhkan perangkat-perangkat ponsel ini dari sinar matahari langsung.

9. Gunakan antivirus
Melansir AVG, spyware (aplikasi jahat untuk memata-matai) yang kerap menargetkan Android dan jenis malware lain bisa membocorkan informasi sensitif pengguna, mencuri detil akun bank, dan memata-matai lokasi pengguna.Semua hal ini dilakukan terus-menerus tanpa sepengetahuan pemilik. Kegiatan memata-matai yang intensif bakal cepat menghabiskan baterai ponsel pengguna. Jadi, jika tiba-tiba ponsel Anda jadi lebih cepat habis baterai, Anda patut waspada.

Ransomware di perangkat mobile bahkan bisa mengunci file penting yang ada di hp Android. Malware ini bahkan bisa mengunci seluruh ponsel Android Anda.

Untuk mencegah hal ini, memasang anto malware di hp bisa menjadi pertimbangan untuk melindungi ponsel.






Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: