Aturan 'Gila' Xi Jinping di China Dinilai Kian Kekang Privasi

Sabtu, September 11, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

China membatasi jam bermain gim bagi anak-anak di negara itu. (REUTERS/ALY SONG)

Aturan-aturan 'gila' China di era Presiden Xi Jinping dinilai pengamat semakin mengekang privasi warganya.
Apalagi, aturan-aturan itu banyak menyasar ke generasi muda dan dunia hiburan di negeri itu.

Sejumlah regulasi baru di era Xi Jinping mengundang polemik. Di antaranya adalah aturan bagi para siswa-siswi sekolah soal pelajaran tambahan yang boleh diikuti usai mengikuti kegiatan belajar-mengajar.


Begitu pula batasan bermain gim bagi anak-anak di China. Negara Komunis itu mengatur hanya 1,5 jam per hari dan tiga jam di akhir pekan yang diperbolehkan untuk bermain gim.

Regulasi di dunia hiburan China juga tak kalah 'gila'. China membatasi tipe-tipe tampang artis yang boleh nongol di televisi.

Pemilihan aktor dan bintang dalam sebuah acara atau program harus diatur dan dikendalikan secara hati-hati, dengan kriteria berdasarkan politik dan moral.

Pemberitahuan tersebut juga menyebut apa yang disebut cita rasa "cacat" seperti estetika "banci" dalam program mestilah diakhiri. Hiburan yang melibatkan selebritas internet yang "vulgar", skandal, dan pamer kekayaan mesti dilarang.

Termasuk pula mengatur secara ketat aktivitas para fan untuk mendukung selebritas idola mereka.

Mereka menyebut budaya penggemar yang toksik akan ditindak, dan segmen pemungutan suara dari program mesti dikendalikan secara ketat. Dorongan penggemar untuk menghabiskan uang dalam pemilihan idol pun dilarang keras.

China bahkan menerapkan aturan untuk membatasi bayaran para artis di negara tersebut. Administrasi Radio dan Televisi Nasional (NRTA) mengatakan pengaturan yang membatasi pembayaran kepada para aktor dan bintang tamu harus dilaksanakan secara ketat.

Para bintang itu juga diwajibkan berpartisipasi dalam program kesejahteraan publik serta memikul tanggung jawab sosial.


CNN dalam ulasan kritisnya menilai aturan-aturan 'aneh' di China untuk generasi muda sudah terlalu jauh masuk ke dalam privasi warganya.
Sebagai negara komunis sejak era Mao Zedong, China memang tidak membiarkan kebebasan berekspresi secara luas. Namun, regulasi itu kini merambah ke dunia hiburan China yang semakin mengekang warganya.

"Sekarang dengan peraturan tentang hiburan dan sebagainya, rasanya seperti semua bidang pilihan secara signifikan menyempit," kata profesor ilmu politik di University of Chicago Dali Yang, mengutip CNN.

Aturan-aturan ketat bagi generasi muda itu pun seolah ingin menegaskan konsep kepemimpinan di China. Negara itu memposisikan sebagai 'orang tua' yang harus mendidik rakyat sebagai 'anak-anak' mereka.

"Sekarang dengan peraturan tentang hiburan dan sebagainya, rasanya seperti semua bidang pilihan secara signifikan menyempit," kata Dali Yang.

"Negara sedang mencoba untuk mengambil alih beberapa fungsi menjadi orang tua dalam beberapa cara, membantu mereka atau mencoba membantu," tutur Dali Yang.

"Tapi tentu saja kita tahu betapa terbatasnya (efeknya) dalam jangka panjang, terutama ketika kita memiliki perbedaan generasi yang luar biasa di sini," tambahnya.


Sumber : okezone.com

0 comments: