Bisnis dompet digital di Indonesia semakin berkembang, siapa yang jadi jawara?

Senin, September 13, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


 Bisnis dompet digital di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat. Beberapa pemain terus berusaha untuk mencuri perhatian dengan berbagai upaya untuk merebut pasar yang masih luas terlebih di era pandemi Covid-19 yang membuat budaya cashless semakin diminati. 

 

Asal tahu saja, pemain dompet digital  di Indonesia terbagi menjadi dua jenis yaitu dompet digital independen yang tidak memiliki ekosistem khusus, seperti OVO, LinkAja, dan DANA.  

 

Selain jenis tersebut, ada jenis dompet digital yang memiliki ekosistem khusus seperti ShopeePay dengan ekosistem Shopee dan Gopay dengan ekosistem Gojek. 

 

Berdasarkan laporan Momentum Works yang bertajuk Blooming Ecommerce in Indonesia menyebutkan bahwa OVO menjadi pemain independen terkemuka dengan lebih banyak dari 20,8 juta pengguna aktif bulanan per Mei 2021. Bahkan, jika pengguna DANA dan LinkAja digabungkan pun jumlahnya tidak bisa menyaingi yang hanya sebesar 20,7 juta. 

 

Sedangkan untuk pemain dompet digital seperti Gopay dan Shopeepay  mayoritas penggunanya berasal dari ekosistem mereka sendiri. Misalnya saja, ShopeePay yang hingga akhir 2020 memiliki 10 juta pengguna yang membayar bulanan, dengan 45% pesanan Shopee di Indonesia dibayar menggunakan ShopeePay. 

 

Dari segi pengguna, Kadence International merilis hasil riset yang mengatakan OVO menjadi pilihan bagi pengguna di usia produktif di kisaran 25 tahun-45 tahun dengan komposisi yang hampir imbang yaitu laki-laki sebesar 51% dan perempuan 49%. Berimbangnya komposisi pengguna juga dialami oleh DANA dengan perbandingan 55% laki-laki dan 45% perempuan.  

 

Sedangkan GoPay dan ShopeePay lebih disukai oleh responden yang berada di kalangan usia muda kisaran 18 tahun-24 tahun. Pengguna GoPay didominasi oleh laki-laki, sedangkan pengguna ShopeePay didominasi oleh perempuan. 

 

Berasal dari riset yang sama, OVO menjadi dompet digital yang paling banyak digunakan di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Makassar, Medan, dan Palembang dengan porsi 31%. Di posisi kedua ada Gopay dengan porsi sebesar 25%. 

 

Head of Corporate Communications OVO Harumi Supit mengatakan saat ini pihaknya memiliki fokus perluasan ekosistem dan use case untuk mendukung transformasi digital masyarakat. Selain itu, OVO juga terus berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat kepada layanan finansial melalui produk baru.  

 

“Perluasan ekosistem OVO berdampak pada kenaikan sebesar 76% yang terjadi pada jumlah transaksi online merchant OVO pada paruh pertama tahun 2021 dan peningkatan sebesar 280% yoy pada transaksi platform online streaming per bulan Agustus 2021, ” ujar Harumi kepada KONTAN, akhir pekan ini.

 

Sementara itu, Gopay yang tergabung dalam ekosistem GoTo Financial sedang fokus meningkatkan penetrasi layanan keuangan digital baik serta memberikan solusi untuk mitra  UMKM dan konsumen di seluruh Indonesia dengan menggandeng seluruh ekosistem GoTo.

 

“Solusi tersebut telah terbukti membantu pelaku usaha lewat tren kenaikan positif transaksi mitra usaha yang bergabung di ekosistem GoTo Financial yaitu Midtrans, Selly, Moka, dan GoStore. Sepanjang 2020, jumlah mitra usaha GoTo Financial meningkat hingga tiga kali lipat dan total transaksi juga meningkat hampir enam kali lipat jika dibandingkan sebelum pandemi,” ujar Winny Triswandhani sebagai Head of Corporate Communications GoPay. 

 

Winny menambahkan saat ini Gopay juga memiliki GoPaylater yang menjadi salah satu fitur favorit dengan peningkatan sepanjang 2020 sampai dengan 3,3 kali lipat dengan didominasi oleh GoFood dan GoBills.

 

“Sebagai kelanjutan dari bergabungnya Gojek dan Tokopedia, saat ini GoPayLater juga sudah dapat digunakan sebagai salah satu metode pembayaran akhir bulan di Tokopedia,” imbuh Winny. 

 

Tak mau kalah, DANA sejatinya juga mengalami peningkatan dalam hal jumlah penggunanya. Hingga saat ini, jumlah pengguna DANA pun sudah melewati 80 juta yang berarti meningkat dibandingkan jumlah pengguna pada akhir 2020 yang tercatat 50 juta.

Tak hanya itu, rata-rata transaksi DANA pada semester I-2021 pun tercatat mencapai 5 juta transaksi per hari yang pada semester sebelumnya  hanya 3 juta transaksi per hari. Adapun, rata-rata transaksi per hari tertinggi terjadi pada bulan Mei 2021 dengan peningkatan sebesar 164% dibandingkan Mei 2020.

“Fokus kami memberikan pengalaman kepada masyarakat untuk merasakan kemudahan, keamanan dan kenyamanan bertansaksi menggunakan DANA melalui inovasi berkelanjutan, inisiasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkap CEO DANA, Vince Iswara.

 

 

Sumber :kontan.co.id

0 comments: