Cara Memilih KPR yang Tepat dan Pertimbangannya

Selasa, September 07, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Berikut cara memilih KPR yang tepat agar tak asal ambil kredit, khususnya bagi milenial yang hendak membeli rumah pertama. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/sefa ozel)

Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR diandalkan banyak orang untuk dapat segera memiliki hunian idamannya sendiri.
Skema KPR memungkinkan masyarakat berpendapatan kecil hingga sedang membeli rumah dengan mencicil. Berikut cara memilih KPR yang tepat dan ramah kantong.

Ada dua cara memiliki rumah, pertama tunai keras dan kedua lewat skema KPR.

Skema KPR diambil sebagai cara mengatasi kekurangan dana saat ingin membeli hunian secara tunai. Mengingat, harga rumah juga terus naik setiap tahunnya.

Skema KPR pun dinilai cukup aman karena segala administrasi dan surat properti berada di tangan bank penyalur kredit.


Saat akan membeli rumah secara KPR, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal penting secara matang terlebih jika membeli rumah pertama.

Pasalnya, jika pengajuan disetujui, setiap bulan Anda harus membayar cicilan selama waktu yang ditentukan. Jika macet bayar, bank akan menyita rumah Anda.

Lalu bagaimana cara memilih KPR yang tepat, serta adakah kerugian dari skema KPR? Berikut ulasannya.

1. Ukur kemampuan finansial
Cara memilih KPR yang tepat harus menyesuaikan dengan kemampuan finansial (Foto: iStockphoto/Makidotvn)
Lupakan gengsi. Membeli rumah perlu perhitungan matang apalagi menggunakan skema KPR yang pembayarannya jangka panjang.

Selain itu, membeli rumah KPR memerlukan biaya tak sedikit pada tahap-tahap awal pengurusan surat-surat, ditambah lagi kesiapan biaya uang muka.

Biaya uang muka biasanya berkisar 10 persen dari harga rumah KPR.

Setidaknya, Anda harus menyisihkan anggaran 30 persen atau sepertiga dari total penghasilan untuk membayar cicilan rumah agar tak terlalu memberatkan keuangan Anda.

Nilai persentase tersebut bisa saja berubah jika terjadi perubahan pada suku bunga bank.

Pastikan pula di luar pos anggaran 30 persen tersebut, Anda masih dapat mencukupi kebutuhan lain seperti tabungan, investasi, keperluan rumah tangga, hiburan, hingga dana darurat.

Jangan mudah tergiur iming-iming ragam penawaran menarik yang ditawarkan bank atau pihak pengembang perumahan.

Hitung dengan matang kemampuan finansial Anda saat memilih rumah KPR yang tepat.

Jika masih memiliki tanggungan cicilan lain atau pendapatan yang belum memungkinkan, sebaiknya tunda niat membeli rumah ketimbang menyesal di kemudian hari.


2. Jarak dan lokasi rumah
Cara memilih KPR yang tepat harus mempertimbangkan jarak rumah dengan lokasi kantor dan sarana lainnya (Foto: Unsplash/Pixabay)
Rumah murah dengan ukuran lumayan siapa yang tak mau. Akan tetapi, tipe rumah seperti itu biasanya berada jauh dari pusat kota.

Tips beli rumah untuk milenial yang punya mobilitas tinggi, sebaiknya mempertimbangkan jarak dan lokasi.

Jarak rumah yang terlalu jauh justru akan berpotensi boros ongkos dan banyak membuang tenaga saat harus berangkat ke kantor ataupun pergi ke kota.

Meski akan terbiasa, namun stamina Anda saat usia produktif tentu tidak sama saat memasuki usia paruh baya.
Perhitungkan besaran ongkos yang akan Anda keluarkan setiap pergi bekerja. Biaya ongkos dihitung sesuai moda transportasi yang Anda pilih.

Begitu pun dengan lokasi rumah. Idealnya rumah dekat dengan jalan utama dan akses tol, bebas banjir, dekat dengan moda transportasi umum, serta tidak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan.


3. Periksa riwayat pengembang perumahan KPR
Memilih pengembang besar yang memiliki reputasi baik tentu lebih aman dan meyakinkan soal legalistas tanah dan bangunan. Akan tetapi biasanya harga rumah yang dipatok bisa lebih mahal.
Pengembang besar umumnya telah membuat rencana pengembangan secara matang dan terukur, sehingga kecil kemungkinan bangunan atau tanah merupakan sengketa.

Keuntungan membeli rumah KPR dari pengembang besar yakni banyak membangun fasilitas publik seperti lapangan olahraga, taman bermain anak, kolam renang, pusat kebugaran, pertokoan, sekolahan, dan lainnya.

Sementara jika tertarik dengan rumah yang dibangun pengembang kecil, Anda perlu melacak riwayat proyek yang dibangun pengembang tersebut beberapa tahun terakhir.

Merujuk laman OJK, Anda dapat mengecek status dan riwayat pengembang atau developer perumahan KPR pada situs https://sireng.pu.go.id atau melalui aplikasi SIRENG (Sistem Registrasi Pengembang).

Sireng merupakan bagian dari usaha Kementerian PUPR mengawasi kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh developer agar dapat memenuhi standar rumah layak huni.

4. Cermati dan bandingkan bunga KPR bank
Cara memilih KPR yang tepat harus membandingkan bunga KPR bank agar tak boncos (Foto: iStockphoto/arthon meekodong)
Skema KPR menawarkan dua jenis suku bunga, yaitu suku bunga tetap dan mengambang (floating).

Suku bunga tetap mengacu pada besaran nilai bunga yang stabil dari awal Anda mencicil hingga masa cicilan berakhir. Sementara suku bunga floating, mengikuti perubahan suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Wajar rasanya jika banyak orang awam yang bingung dan terjebak dengan promosi bunga KPR rendah. Jebakan bunga rendah malah berujung bunga tinggi saat dihitung secara detail.

Jika Anda pemula, sebaiknya ajak anggota keluarga atau kerabat yang telah lebih dulu membeli rumah KPR atau yang paham dengan penghitungan bunga bank.

Lebih lanjut, Anda juga sebaiknya membandingkan bunga dari beberapa bank untuk mendapatkan angka yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda, bahkan mungkin masih bisa disisihkan untuk menabung.

Kekurangan Skema KPR
Usai mengetahui cara memilih KPR yang tepat di atas, Anda juga perlu mengetahui kekurangan skema KPR, salah satunya bunga yang harus Anda bayar.

Beberapa bank menerapkan skema KPR bunga dibayar pada periode awal cicilan. Nilai besaran bunga pun beragam. Yang pasti, nilai bunga tidaklah murah.

Selain itu, apabila Anda dapat menutup atau melunasi penuh saat masa cicilan berjalan, Anda akan dikenakan penalti.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: