Cegah Varian Mu dari TKI, Satgas Jatim Lakukan Penyekatan Terbatas

Senin, September 20, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


 

Satgas Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI Provinsi Jawa Timur akan melakukan penyekatan secara terbatas di jalur darat. Penyekatan ini dilakukan untuk mencegah masuknya TKI tanpa pemeriksaan kesehatan lengkap, demi mewaspadai masuknya mutasi baru COVID-19 varian Mu.

 

 

Sebelumnya, SE No 74 tahun 2021, mengatur kedatangan penerbangan internasional hanya melalui dua bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi Manado. Kini, TKI yang hendak pulang ke Jatim tak lagi mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

 

"Kami pun mewaspadai adanya PMI asal Jawa Timur yang mungkin lewat perbatasan-perbatasan darat," kata Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu.

 

 

Pria yang juga menjabat sebagai Dansatgas PMI Jatim ini menambahkan penyekatan ini dilakukan di perbatasan Jatim dan Jateng, tepatnya di Ngawi.

 

 

"Misalnya masuk lewat Kalimantan begitu kemudian nyeberang nanti masuk ke Jawa Timur lewat darat. Nah ini kami akan melaksanakan penyekatan-penyekatan terbatas di perbatasan Jatim dengan Jawa Tengah yaitu di Ngawi," ungkapnya.

 

Di penyekatan tersebut, akan dilakukan pengecekan. Jika benar mereka adalah TKI yang pulang ke Jatim, Suharyanto menegaskan mereka akan langsung dibawa ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk dilakukan karantina dan pemeriksaan swab PCR.

 

"Nanti kami akan laksanakan pengecekan di situ dan apa bila PMI, tetap kami laksanakan diangkut ke asrama haji untuk tetap dilaksanakan pengecekan atau swab PCR. Sehingga mudah-mudahan untuk PMI ini apa lagi sekarang ada varian baru MU ini bisa dicegah tidak masuk atau menyebar di wilayah Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur," tambah Suharyanto.

 

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan PMI Jatim sebagian besar yang sudah habis masa kontraknya terbanyak dari Malaysia. Untuk itu, Khofifah menambahkan perlu dilakukan kewaspadaan dan antisipasi di sejumlah titik.

 

"Dari Malaysia ini kalau mereka dari Johor sangat banyak yang melewati Batam, Tanjung Pinang. Ada juga yang melewati Nunukan, ada juga mereka melalui Siak. Ada juga yang melalui Medan," papar Khofifah.

 

"Jadi ketika perlintasan itu melalui pelabuhan laut pada rakor yang lalu memang dipesan betul kepada para gubernur yang titik-titik perlintasan lautnya itu potensial akan menjadi bagian dari transit para PMI. Ini yang memang harus terus kita koordinasikan, kita komunikasikan seperti yang tadi disampaikan Pak Pangdam, Pak Kapolda bahwa kehati-hatian kita semua kewaspadaan kita semua menjadi bagian yang sangat penting," tambahnya.

 

Khofifah mengakui, penanganan para PMI ini harus dilakukan dengan ekstra kehati-hatian. Karena para PMI adalah warga negara Indonesia, bekerja di luar negeri dan sudah habis masa kontrak kerjanya. Kalau tidak pulang, mereka akan jadi overstay.

 

 

"Nah ketika kepulangan itu kemudian berada pada saat pandemi seperti sekarang maka titik-titik perlintasan, lalu lintas kepulangan mereka ini memang kita harus banyak melakukan koordinasi terutama di titik-titik di mana potensi kepulangan itu cukup tinggi seperti di Batam dan Tanjung Pinang," pungkasnya.

 


Sumber : news.detik.com

0 comments: