Cerita Horor di Bekas Kolam Renang di Bandung, Kisah Sekuriti yang Lihat Wajah Hancur dengan Mata Merah

Rabu, September 29, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Kolam renang Tirta Indah di kawasan Griya Bandung Indah saat ini sudah tidak terpakai lagi dan ditutup secara permanen.

 

 

Konon kolam renang yang sudah tidak terpakai itu banyak memiliki kisah mistis dan mencekam di dalamnya.

 

Seorang mantan petugas keamanan di kawasan Griya Bandung Indah yang bernama Deni menceritakan kisah mistis yang dialaminya pada tahun 2017 silam.

 

“Kejadian ini saya alami pada tahun 2017, tepatnya di hari Minggu,” ucap Deni. 

 

Saat itu waktu memasuki pukul 11 malam, Deni mendapat giliran berpatroli ke arah kolam renang Tirta Indah yang kini sudah tidak terpakai. Kawasan itu, terkenal dengan cerita mistis yang mencekam dan menakutkan.

 

 “Sewaktu saya di pos yang di depan kolam renang Tirta Indah itu, saya mulai memukul tiang listrik tiga kali, teng.. teng.. teng.. Pas saya mau berjalan menuju ke arah depan, mau muter lagi, kok sepertinya ada bau yang ga enak di cium. Baunya tuh seperti bau melati, hanya agak bau anyir,” ujar Deni.

 

Karena penasaran, pria yang dipanggil Kang Deni itu kemudian memberanikan diri untuk melihat ke arah samping kanan, di mana ada bayangan pohon yang teriup angin.

 

“Saya coba jalan, saya senter, dan di jendela sebelah kanan, saya lihat seperti ada rambut yang tergerai. Pas saya senter ke situ hilang ga keliatan. Saya makin penasaran, saya lihat ke samping kanan, pintu masuk yang di belakang. Saya lihat, kok seperti ada anak kecil yang berlari. Pas saya lihat ke arah dalam lagi, sosok anak kecil itu engga ada, menghilang,” katanya.

 

 

Di situ perasaan Kang Deni mulai tidak enak, jantungnya mulai berdebar, dan ia merasa ketakutan, bulu kuduknya semakin merinding.

 

Waktu memasuki pukul 12 malam. Kang Deni mencoba untuk menghiraukan apa yang tadi di lihatnya. Ia mencoba untuk memberanikan diri, namun ketika ia melewati kaca rumah itu, ia kembali melihat sosok makhluk menyeramkan.

 

“Pas saya lewat, itu di depan kaca langsung terlihat muka yang hancur setengah muka, dan si matanya itu merah menyala, hampir nempel ke kaca,” ucap Kang Deni.

 

Sampai-sampai Kang Deni harus loncat ke pinggir seraya mengucapkan istighfar.

 

 “Astagfirullahaladzim. Apa ini? Apa ini yang disebut dengan kuntilanak?” tanya kang Deni dalam hati.

 

Ketika melihat sosok makhluk itu, lutut Kang Deni bergetar hingga susah untuk sekedar berdiri. Namun, ia mencoba untuk bangkit, dan berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arah pos.

 

Ketika melewati sebuah pohon rindang, Kang Deni lagi-lagi melihat sosok wanita yang duduk di pohon seraya menggoyangkan kakinya. Sosok itu melihat ke arahnya sambil tertawa. Suara tawa yang terdengar seperti suara wanita, namun terdengar aneh.

 

Kang Deni pun berlari ke dapan, untungnya di sana Kang Deni melihat seorang rekannya. Bersama dengan rekannya itu, Kang Deni kembali berpatroli. Saat itu, Ia memiliki firasat yang tidak enak. Ia merasa seperti ada sosok yang memperhatikannya dan mengikutinya.

 

Saat itu pukul setengah 1 malam. Kang Deni dan rekannya melewati sebuah rumah tempat perkara kaejadian bunuh diri. Di situ Kang Deni mendengar sosok yang menangis dengan lirih.

 

“Oh eta mah biasalah (Itu hal biasa). Kan baheula aya anu bunuh diri didinya (Dulu kan ada yang bunuh diri di situ), gantung diri,” jawab rekan Kang Deni saat ia menceritakan kejadian yang baru saja di alami itu.

 

Hingga hampir memasuki waktu subuh, Kang Deni yang merasa ngantuk kemudian membeli rokok dan kopi di warung yang berada di GBI depan, menggunakan motornya.

 

Ketika sudah membeli rokok dan kopi, kang Deni kembali ke pos jaga. Namun, Karena portal jalan lain sudah ditutup, maka satu-satunya akses jalan yaitu melewati kolam renang tadi. Lagi-lagi Kang Deni melihat sosok wanita itu sedang duduk di depan pos kolam renang.

 

Karena merasakan firasat yang semakin tidak enak, kang Deni pun meminta izin dan memutuskan untuk pulang. Namun diperjalanan pulangnya, sosok itu masih menampakan diri,.

 

Hingga sampai di rumah kontrakannya, sekitar pukul setengah 4 dini hari, Kang Deni mandi dan mengambil wudhu. Namun ia terkejut ketika sosok makhluk itu berdiri di ujung lemari pakaian Kang Deni.

 

 

Kang Deni pun jatuh pingsan. Dalam pingsannya itu, ia mendapat mimpi, sosok wanita itu rupanya meminta tolong untuk disempurnakan, karena ia mengalami kecelakaan di jalan tol yang bersebelahan dengan GBI

 


 

Sumber : mapaybandung

0 comments: