Did You Know: Hallyu, Fenomena Korean Wave yang Guncang Dunia

Kamis, September 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Korean wave. (Foto: Instagram LIPI Indonesia)


Korean Wave atau yang biasa disebut Hallyu adalah fenomena mendunianya budaya Korea Selatan. Seperti diketahui kini tak ada satu pun negara di dunia yang tak mengenal budaya Korea.

Adapun produk Korean Wave seperti musik (K-pop), drama (K-drama), film (K-film), fesyen (K-fashion), makanan (K-food) dan kecantikan (K-beauty), yang merupakan bentuk industri kebudayaan yang didasarkan pada produksi dan penyebaran seni, cerita rakyat, dan adat istiadat dari Korea Selatan.

Korean Wave menjelma menjadi salah satu sarana diplomasi Korea Selatan dengan negara-negara lain. Korea Selatan termasuk dalam jajaran tiga puluh negara di dunia yang memiliki kekuatan soft power. Demikian dikutip dari Instagram LIPI Indonesia. ⁣⁣

Pemerintah Korea Selatan dianggap sukses dalam mempromosikan budaya populernya melalui media seperti drama, film, dan lagu. Fenomena Korean Wave tidak hanya muncul sebagai pengaruh budaya, tapi juga membuat Korea Selatan terlihat lebih ramah dan familiar di antara negara-negara di Asia.

Fenomena budaya Korean Wave yang paling nyata terjadi yaitu saat beberapa waktu lalu, dimana salah satu restoran cepat saji berkolaborasi dengan idol K-Pop BTS atau Bangtan Boys, yang tengah menjadi idola di dunia saat ini, meluncurkan BTS Meal. Kolaborasi ini menjadi momen euforia para penggemarnya (Army) terutama bagi para penggemar di Indonesia. ⁣⁣

Budaya Korea yang populer di media secara berkala diidentifikasikan sebagai sumber soft power. Dalam hal ini Korea Selatan pun sukses melakukannya baik di level regional maupun internasional. Korean Wave memiliki daya tarik tersendiri hingga dijadikan refleksi kebanggaan nasional.

Peningkatan perekonomian Korea Selatan melalui produk budaya populer seperti Hallyu ini membuat Korea Selatan mampu menjadi negara donor bagi organisasi internasional seperti WHO, Unicef, dan IVI dengan total USD40 juta dibandingkan tahun 2005 yang hanya USD2 juta. Dengan menjadi negara donor, Korea Selatan memiliki potensi besar untuk membangun soft power dan memberikan pengaruhnya bagi permasalahan dunia.



Sumber : okezone.com

0 comments: