Harum Energy lakukan diversifikasi bisnis, simak rekomendasi sahamnya dari analis

Rabu, September 15, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Kinerja PT Harum Energy Tbk (HRUM) diproyeksikan akan membaik pada paruh kedua tahun ini. Kenaikan jumlah produksi, harga batubara yang masih tinggi, serta porsi bisnis nikel yang naik akan menjadi katalis positif untuk emiten batubara ini.

 

 

Analis Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo dalam risetnya pada 13 September menuliskan, pada kuartal III-2021, HRUM akan mencatat kenaikan produksi dan volume penjualan seiring dengan kondisi cuaca yang mulai membaik pada periode ini. Secara historis, paruh kedua memang menjadi momen emiten batubara untuk menggenjot produksinya

 

 

“Apalagi, penjualan pertama dari tambang Mahakam Sumber Jaya (MSJ) telah berhasil dipasarkan ke Jepang pada paruh pertama kemarin, dan diproyeksikan jumlahnya akan lebih banyak di semester II-2021 ini,” tulis Thomas dalam risetnya. 

 

 

Oleh karena itu, Thomas meyakini HRUM sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi di tahun ini yang sebesar 3,5 juta - 4 juta ton batubara. Adapun, sepanjang enam bulan pertama di tahun ini, total produksi HRUM baru mencapai 1,57 juta ton atau turun 5,1% secara year on year.

 

Lebih lanjut, Thomas juga melihat upaya pihak manajemen HRUM yang terus merambah sektor nikel juga akan menjadi katalis positif ke depannya. Ia mengekspektasikan HRUM pada tahun ini akan kembali meningkatkan kepemilikannya di Infei Metal Industry (IMI) menjadi sekitar 51% pada akhir tahun ini. 

 

HRUM sendiri pada awal Agustus kemarin melalui anak perusahaannya PT Tanito Harum Nickel telah menambah kepemilikannya di IMI menjadi sebesar 39,2%.

 

“Dengan kepemilikan HRUM di IMI yang meningkat, kami juga meningkatkan valuasi untuk proyek 

 

IMI menjadi US$ 733 juta dari sebelumnya US$ 316 juta,” imbuh Thomas.

 

Thomas semula sempat memangkas proyeksi laba bersih HRUM pada tahun ini seiring dengan kinerja 

semester I-2021 yang kurang memuaskan. Namun, ia kembali menaikkan proyeksi laba bersih tersebut seiring harga batubara yang masih akan tetap tinggi setidaknya sampai akhir tahun ini.

 

Menurutnya, pasokan batubara di China yang masih bermasalah, namun kebutuhan batubara thermal dari China dan Korea Selatan yang masih tetap tinggi akan jadi sentimen yang menjaga harga batubara. Oleh sebab itu, ia meyakini hal tersebut akan menjadi sentimen positif untuk kinerja HRUM pada sisa tahun ini. 

 

Thomas memproyeksikan laba bersih HRUM akan mencapai US$ 72,9 juta dengan pendapatan sebesar US$ 332 juta. 

 

Thomas merekomendasikan beli untuk saham HRUM dengan target harga Rp 7.700 per saham.

 

 

Sumber : kontan.co.id

0 comments: