Imigrasi Klaim Pelabuhan Lintas Batas Negara Efektif Tekan Pekerja Migran Ilegal

Selasa, September 14, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Tidak dapat dipungkiri sebagai daerah yang berbatasan langsung baik darat maupun laut dengan Malaysia, Nunukan dikepung jalur-jalur ilegal yang kerap digunakan mereka para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal maupun pengusaha sembilan bahan pokok (sembako) di Nunukan. 

 

Bahkan, fenomena keluar masuknya para PMI ilegal ini berlaku terang-terangan alias bukan kucing-kucingan. Mirisnya lagi, praktek ilegal ini juga terjadi tak jauh dari Pelabuhan Resmi Tunon Taka Nunukan. Sejumlah PMI bahkan seakan tak memiliki beban menuruni pelabuhan tikus yang berada di Gang Kakap, Nunukan Timur itu. 

 

 

Kegiatan ilegal yang telah berlangsung lama ini  kesan tutup mata oleh oknum aparat daerah ini. Dari hasil penelusuran pusaranmedia.com beberapa waktu lalu di Pulau Sebatik contohnya, aktivitas PMI tak berdokumen ini dengan bebas memasuki Malaysia bahkan sebaliknya dengan bermodalkan jaminan lisan dari sang pengurus. 

 

 

“Ada sudah yang urus kami punya paspor, katanya nanti kalau di tempat kerja baru kami diberi,” ujar Yosep, warga NTT ini kepada pusaranmedia.com. 

 

 

Dari hasil pantauan media ini, setidaknya ada empat titik pelabuhan tradisional yang dijadikan para PMI memasuki wilayah Malaysia dan Indonesia yakni, Pelabuhan Aji Kuning, Pelabuhan Lalasalo, Pelabuhan Sei Pancang yang kesemuanya berada di Pulau Sebatik dan dua pelabuhan di Pulau Nunukan yakni, Pelabuhan Sei Bolong dan Pelabuhan Gang Kakap, Nunukan Timur. 

 

Dikonfirmasi persoalan tersebut, Kepala Imigrasi Kelas IIB Nunukan Washington Daut Sompak membenarkan adanya sejumlah pelabuhan tikus tersebut. 

 

“Memang harus kami akui PMI-PMI yang melintas itu ada saja melalui jalur-jalur tersebut. Hanya lagi-lagi tentu kita tidak mungkin bekerja sendiri,” ujar Washington kepada pusaranmedia.com. 

 

Minimnya sarana dan prasarana penunjang menjadi alasan mengapa hingga saat ini belum dilakukannya tindakan pengawasan terhadap jalur-jalur ilegal tersebut. Selain itu, pengawasan TKI ilegal seharusnya menjadi perhatian bersama aparat keamanan yang berada di wilayah hukum Kabupaten Nunukan. 

 

Meski begitu, pihaknya mengklaim dengan hadirnya Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN) baik di Pulau Sebatik, Sei Manggaris dan Krayan, kegiatan ilegal ini dapat diminimalisir dengan menutup seluruh aktivitas orang di pelabuhan-pelabuhan tradisional. 

 

"Saya yakin bisa kita minimalisir kegiatan ilegal ini kalau PLBN sudah beroperasi, karena semua akan terpusat di PLBN," tegas Washington. 

 

Bahkan dengan Plh Dirjen Keimigrasian saat ini, lanjut Washington, bakal mengupayakan penyediaan sarana speedboat untuk pengawasan Imigrasi Nunukan di perairan. 

 

Ketika prasarana tersebut terwujud dan dengan personel Imigrasi yang sudah memadai, pihaknya berkeyakinan dapat menghentikan praktek yang sudah berlangsung lama tersebut. 

 

Meski begitu, Washington menambahkan pengawasan seyogianya juga dilakukan seluruh stakeholder baik jajaran TNI - Polri dan Pemkab Nunukan. Pihaknya menjamin, jika hal itu terwujud dipastikan kegiatan ilegal dapat terminimalisir. 

 

“Kalau memang mau ditindak harus ada komitmen bersama dalam sebuah tim yang mungkin dapat digagas siapa saja, bisa Pemkab Nunukan tapi kan lagi-lagi persoalannya kembali ke pendanaan,” ucap Washington. 

 

Selain itu, pihak Malaysia juga harus sinergis dalam melakukan pengawasan terhadap TKI ilegal ini. Pasalnya, selama ini Malaysia juga terkesan welcome terhadap mereka  yang masuk melalui jalur ilegal. 

 

“Harusnya juga Malaysia komitmen juga, tapi kalau membahas dua negara ini kan memang porsinya pemerintah pusat yang harus turun tangan,” pungkasnya.


 

Sumber : pusaranmedia.com

0 comments: