India Bersiap Uji Rudal yang Bisa Bawa Nuklir, Begini Reaksi China

Jumat, September 17, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Rudal balistik antarbenua Agni-V yang pernah diuji coba India. Foto/REUTERS

BEIJING - India sedang bersiap untuk menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Agni-V yang bisa membawa hulu ledak nuklir. China , sebagai rivalnya, langsung mempertanyakan proyek misil tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengutip Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1172 saat merespons rencana New Delhi itu. Resolusi itu diadopsi tahun 1998.


“Mengenai apakah India dapat mengembangkan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir, UNSCR 1172 sudah memiliki ketentuan yang jelas,” kata Zhao pada Kamis menanggapi pertanyaan atas laporan uji coba ICBM Agni-V yang sedang disiapkan India, seperti dikutip Global Times, Jumat (17/9/2021).


Selain mampu membawa hulu ledak nuklir, ICBM Agni-V memiliki jangkauan terbang hingga 5.000 km. Artinya, kota-kota di China berada dalam jangkauannya.

"Menjaga perdamaian, keamanan dan stabilitas di Asia Selatan memenuhi kepentingan bersama, di mana China berharap semua pihak akan melakukan upaya konstruktif,” kata Zhao.

Sekadar diketahui, UNSCR 1172 diadopsi pada Juni 1998 setelah uji coba senjata nuklir 1998 oleh India dan Pakistan. "Menyerukan kepada India dan Pakistan segera menghentikan program pengembangan senjata nuklir mereka, untuk menahan diri dari persenjataan atau dari pengerahan senjata nuklir," bunyi resolusi itu.

"Agar menghentikan pengembangan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir dan setiap produksi lebih lanjut dari bahan fisil untuk senjata nuklir, agar menegaskan kebijakan mereka untuk tidak mengekspor peralatan, bahan atau teknologi yang dapat berkontribusi pada senjata pemusnah massal atau rudal mampu memberikan mereka dan agar melakukan komitmen yang tepat dalam hal itu," lanjut resolusi yang masih berlaku itu.

Ironisnya, meski mengutip resolusi tersebut, China telah membantu pengembangan program nuklir dan rudal Pakistan selama beberapa dekade, mulai dari menyediakan uranium yang diperkaya hingga berbagai teknologi untuk pengembangan rudal berkemampuan nuklir.

Kerja sama itu terus berlanjut dan diakui secara resmi tiga tahun lalu. Pada tahun 2018, Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS) yang didukung negara mengumumkan telah menjual sistem pelacakan kepada Pakistan untuk mempercepat pengembangan rudal multi-hulu ledak.

Zheng Mengwei, seorang peneliti di CAS Institute of Optics and Electronics, mengatakan kepada South China Morning Post yang berbasis di Hong Kong bahwa Pakistan telah membeli “sistem pengukuran dan pelacakan optik skala besar yang sangat canggih”.

"Kami hanya memberi mereka sepasang mata. Mereka dapat menggunakannya untuk melihat apa pun yang ingin mereka lihat, bahkan Bulan,” katanya, mencatat bahwa China adalah negara pertama yang mengekspor peralatan sensitif semacam itu ke Pakistan yang telah dikerahkan oleh militer Pakistan “di lapangan tembak” untuk menguji rudal baru.

Laporan South China Morning Post pada saat itu mengaitkan penjualan tersebut dengan pengembangan misil Agni-V di India.


Sumber :sindonews.com

0 comments: