Kisah Para Pendekar Sakti Rebutan Pedang Wasiat, Sinopsis Film Golok Setan Tayang di MNCTV Malam Ini

Kamis, September 09, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


 Bagi para pendekar, senjata pusaka merupakan idaman yang harus didapatkan dengan cara apa pun. Sebab dengan menggunakan senjata pusaka, kehebatan pendekar seketika dapat bertambah.

 

Itu pula inti cerita pada film Golok Setan yang menghadirkan dua aktor kenamaan saat itu, Barry Prima dan Advent Bangun.

 

Advent Bangun kerap hadir sebagai tokoh antagonis dalam film-film silat Indonesia. Sebaliknya Barry Prima selalu menjadi tokoh protagonis, pendekar pembela keadilan.

 

Popularitas Barry Prima menanjak cepat setelah membintangi Jaka Sembung yang diadaptasi dari karya komikus asal Cirebon, Djair Warni.

 

Diceritaka dalam Film Golok Setan, Mandala (Barry Prima) dan Banyujaga adalah dua saudara seperguruan yang berbeda karakter dan pilihan. Keduanya sama-sama murid pendekar Abirawa.

 

Saat hendak kembali ke perguruan setelah merantau, Mandala melihat anak buah Ratu Siluman membuat kekacauan di sebuah desa.

 

Ratu Siluman memerintahkan anak buahnya menculik pemuda-pemuda desa untuk dijadikan tumbal kesaktiannya yang dapat membuat Ratu Siluman tetap awet muda dan cantik mempesona.

 

Sepasang pengantin yang sedang melangsungkan pesta pernikahan, diobrak-abrik. Pengantin pria yang tampan diculik oleh anak buah Ratu Siluman.

 

Sebagai pendekar pembela keadilan, sontak Mandala turun laga. Satu per satu anak buah Ratu Siluman dihajar Mandala hingga babak belur. Beberapa di antaranya harus mati terkena sapuan tangan dan kaki Mandala yang berisi tenaga sakti.

 

Mandala dikeroyok namun pendekar itu tak kenal gentar. Dengan ilmunya yang tinggi Mandala menyapu perlawanan anak buah Ratu Siluman hingga sisanya melarikan diri.

Mandala berhasil mengusir anak buah Ratu Siluman namun tidak dapat menyelamatkan pengantin pria yang dibawa pergi.

 

Sebelum mengejar ke sarang Ratu Siluman, Mandal bermaksud sowan ke gurunya yakni Pendekar Abirawa.

Namun di padepokan, Mandala menemukan Abirawa terluka oleh Banyujaga, muridnya yang berkhianat. Banyujaga justru berkomplot dengan Ratu Siluman untuk mendapatkan Golok Setan yang disimpan Abirawa.

Di zaman dahulu seorang empu menemukan batu istimewa yang jatuh dari langit. Batu itu dengan susah payah dibuat pedang sakti. Kesaktian pedang itu terbukti mampu membakar hangus pondok tempat pembuatan pedang.

Khawatir pedang pusaka itu jatuh ke tangan penjahat hingga makin membuat mereka tak terlawan, empu pembuat pedang menemui Abirawa dan menitipkan pedang sakti buatannya.

Setelah menitipkan pedang, sang empu meninggalkan Abirawa sendirian.

 

Mendengar Golok Setan berada di tangan Abirawa, Ratu Siluman mengutus Banyujaga mencurinya dengan imbalan layanan ranjang dari ratu cantik yang selalu tampak muda itu.

 

Akibat pesona Ratu Siluman, Banyujaga lupa diri. Dengan tipu muslihat akhirnya Banyujaga berhasil mendapatkan Golok Setan bahkan melukai Abirawa.

Abirawa khawatir Golok Setan akan disalahgunakan. Karena itu dia memberi peta kepada Mandala dan memerintahkan muridnya itu menemukan benda yang disimpan di lokasi tersembunyi.

 

Dengan upaya tak kenal lelah Mandala akhirnya menemukan benda tersebut, berupa sebuah kitab pelajaran ilmu pedang.

Setelah menamatkan pelajaran ilmu pedang, Mandala melanjutkan perlajalanan untuk merebut kembali Golok Setan.

Dalam perjalanannya, Mandala ditemani Pitaloka yang calon suaminya diculik gerombolan Ratu Siluman.

 

Apakah Mandala mampu mengalahkan Banyujaga yang telah mendapatkan warisan ilmu sakti dari Ratu Siluman.

Apakah Mandala sebagai pendekar pembela keadilan mampu memporak-porandakan markas Ratu Siluman dan melenyapkannya untuk menjamin keamanan masyarakat?

Saksika film Golok Setan di MNCTV malam ini pukul 23.00 Wib setelah menyaksikan petualangan Raden Kian Santang pukul 21.00 Wib.

Film Golok Setan disutradarai Ratno Timoer berdasarkan cerita yang ditulis Imam Tantowi.

Dirilis tahun 1983, Golok Setan diadaptasi dari komik karya MAN dengan judul yang sama.

 

 

 

Sumber :portalmajalengka

0 comments: