Mantan TKI Direkrut Jadi Guru di Sekolah Pekerja Migran yang Dibangun di Pedalaman NTT, Ini Alasannya

Jumat, September 10, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) akan menjadi guru pengajar di sekolah khusus bagi calon pencari kerja atau Pekerja Migran Indonesia (PMI).

 

 

 Sekolah untuk pekerja migran tersebut dibangun Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pusat di pedalaman Pulau Timor, NTT.

 

 Tepatnya di Desa Nunleu, Kecamatan Amantun Selatan, Kabupaten Timor Tengah. Sekolah PMI itu diresmikan oleh Bupati Timor Tengah Selatan Eppy Tahun dan dihadiri oleh Deputi Penempatan dan Pelindungan BP2MI Kawasan Asia dan Afrika Agustinus Gatot Hermawan


Sekolah PMI tersebut akan menjadi tempat untuk mendapatkan informasi awal yang berkaitan dengan dunia pekerja migran.

 

Para mantan buruh migran akan dilibatkan untuk mengajar calon buruh migran dengan pendekatan 5W + 1 H.


Menurut Kepala UPT (BP2MI) Kupang, Siwa, sekolah PMI dijadikan tempat edukasi dan literasi pembelajaran, tanpa terikat pada gedung dan kurikulum.



"Para pengajar di sekolah itu yakni mantan PMI baik legal atau ilegal. Sedangkan pesertanya itu yakni calon PMI dan anggota keluarganya atau masyarakat umum yang berminat pada informasi tentang PMI," jelasnya, Kamis malam.

 

 

 Para pengajar bisa mengunakan yakni foto-foto atau video dari para mantan PMI untuk media pembelajaran.

 

Foto-foto tersebut memperlihatkan kondisi atau suasana nyata di tempat bekerja selama masih berada di negara penempatan sehingga para calon buruh migran mudah memahami.

Para pengajar juga bisa memanfaatkan potongan berita yang bersumber dari media TV atau YouTube terkait kejadian yang menimpa PMI.

 

Termasuk berita positif TKI yang berhasil menyejahterakan keluarganya. Mereka juga bisa menggunakan bahan cetak atau noncetak lainnya yang diperoleh dari pemerintah atau pihak lainnya untuk bahan mengajar di sekolah pekerja migran.


Mengurangi sindikat calo dan penempatan illegal

 

 Siwa berharap dengan adanya sekolah pekerja migran ini dapat menurunkan jumlah buruh migran yang ditempatkan secara ilegal karena mempercayai calo atau sindikat perdagangan mausia.

 

Selain itu juga meminimalisir para calon PMI menjadi pemakai atau kurir narloba selama bekerja di negara penempatan. Ia juga menjelasan alasan Kabupaten Timor Tengah Selatan sebagai lokasi sekolah pekerja migran.

 

Menurutnya jumlah warga di Timor Tengah Selatan yang bekerja di Malaysia sangat tinggi.


Mereka kebanyakan masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal yang diatur oleh calo atau sindikat. Sekolah tersebut diresmikan pada Kamis dan diberi nama Kabari PMI yakni singkatan dari kabupaten bebas dari rekrutmen ilegal PMI.

 

 Ide mendirikan sekolah itu berasal dari Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik di BP2MI, Servulus Bobo Riti. Kabari PMI Bersinar adalah sebutan untuk kabupaten yang warganya tidak lagi mengandalkan kekuatan calo atau sindikat dalam proses penempatan sebagai pekerja migran Indonesia ke negara tujuan penempatan.


Selain itu, para warga di kabupaten tersebutt yang bekerja sebagai buruh migran tidak ada lagi yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. Baik sebagai pemakai arau kurir narkotika selama bekerja di luar negeri maupun saat sudah kembali ke tanah air.


 

 

Sumber :kompas.com

0 comments: