Mengenal Tari Topeng Betawi, Perpaduan Tari dan Lakon

Selasa, September 21, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Tari Topeng Betawi merupakan salah satu pertunjukan kesenian tradisional yang berasal dari masyarakat Betawi. (Erwin saleh Kurniawan via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))


Tari Topeng Betawi merupakan salah satu pertunjukan kesenian tradisional yang berasal dari masyarakat Betawi. Tarian ini biasanya dibawakan saat pementasan teater rakyat Topeng Betawi, bersamaan dengan musik, nyanyian, bebodoran (lawak), dan lakon (drama).
Tari Topeng Betawi mulai tumbuh pada awal Abad ke-20 di wilayah komunitas Betawi Pinggir (Betawi Ora). Karena tumbuh di daerah pinggiran Jakarta, Tari Topeng Betawi juga mendapat pengaruh dari kesenian Sunda.

Menurut Ensiklopedia Jakarta Disparbud Pemprov DKI Jakarta, pada awal kemunculan, masyarakat Betawi mengenal Tari Topeng ini melalui pertunjukan mengamen keliling kampung oleh para seniman.

Mereka biasanya diundang sebagai pengisi hiburan dalam acara pesta pernikahan, khitanan, dan lainnya.

Masyarakat Betawi dahulu percaya bahwa tarian Topeng Betawi bisa menjauhkan diri dari mara bahaya atau petaka. Namun seiring perubahan zaman, kepercayaan itu mulai luntur. Saat ini Tari Topeng Betawi hanya berfungsi sebagai hiburan semata dalam hajatan atau acara adat lainnya.


Pada awalnya, pertunjukan Tari Topeng Betawi tidak dilakukan di atas panggung, tetapi hanya di tanah biasa dengan properti lampu minyak bercabang tiga dan gerobak kostum yang diletakkan di tengah arena.

Kemudian pada 1970-an, tarian ini dilakukan di atas panggung dengan properti sebuah meja dan dua buah kursi. Pertunjukannya pun diiringi dengan tabuhan seperti, rebab, kromong tiga, gendang besar, kulanter, kempul, kecrek dan gong buyung.

Tari Topeng Betawi merepresentasikan kehidupan masyarakat dalam bentuk gerak tari dan lakon. Tarian ini juga berisi pesan moral atau kritik sosial yang disampaikan secara halus dan lucu, agar tidak dirasakan sebagai suatu ejekan atau sindiran.

Babak Tari Topeng Betawi
Saat ini, pertunjukan Topeng Betawi terbagi menjadi beberapa segmen. Diawali dengan permainan musik instrumentalia yang disebut "tetalu" kemudian penampilan Kangaji, yaitu tarian dasar bagi anak-anak yang ingin belajar tari Topeng Betawi.

Setelah Tari Tangaji, muncul seorang ronggeng, penari perempuan yang membawakan Tari Topeng Tunggal diiringi lagu Langgam Sari.

Urutan berikutnya adalah Lipet Gandes yang merupakan kombinasi tari dan lawakan. Saat tarian selesai, muncul seorang "bodor" atau pelawak yang mengajak si penari berdialog dan belajar menari dengan gaya yang lucu.

Tari Lipet Gandes disambung dengan Tari Enjot-enjotan yang dibawakan oleh pasangan perempuan dan laki-laki. Lagu pengiring tarian ini di antaranya ailo, enjot-enjotan, dan lipet gandes, yang kebanyakan berirama Sunda.

Pertunjukan Tari Topeng Betawi diakhiri dengan segmen lawakan berdurasi singkat dengan cerita sederhana.

Pola gerakan pada tarian Topeng Betawi mengandalkan ketahanan kaki. Para penari menurunkan badan mereka sehingga beban tubuh akan bertumpu pada kaki.
Selain ketahanan kaki, penari juga harus memiliki keluwesan karena terdapat gerakan memutar tangan dan pinggul.

Ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi penari Topeng Betawi, yaitu (1) gandes yang berarti lemah gemulai, (2) ajer alias ceria atau riang, maksudnya apapun yang terjadi sang ronggeng (penari) tidak boleh terlihat sedih atau murung, (3) penari harus bisa menari lepas, lincah tanpa beban.

Kostum dalam dari Topeng Betawi tergantung pada tema yang akan dipentaskan, namun tidak lepas dari busana khas Betawi.

Penari lelaki biasanya menggunakan pakaian hitam, mulai dari kaos oblong, celana panjang, sarung, dan dilengkapi peci atau ikat kepala.

Sementara penari perempuan menggunakan kebaya dan kain batik Betawi yang dilengkapi dengan penutup dada (toka-toka), ikat pinggang logam (pending), selendang (kewer), penutup perut (amprang), dan penutup panggul (andong).

Sebagai tambahan, penari Lipet Gandes dilengkapi kipas besar untuk menutupi wajah saat berdialog dengan "bodor" (pelawak) atau saat menyanyi.

Penari Topeng Tunggal dilengkapi tiga buah topeng yang dikenakan dengan menggigit pegangan topeng di bagian belakang agar topeng menempel di wajah.

Saat ini, tari Topeng Betawi bisa dibawakan terpisah dari pertunjukan Topeng Betawi. Tarian ini pun telah memiliki beragam variasi, di antaranya Lipet Gandes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Gegot, Topeng Cantik, Topeng Putri, Topeng Ekspresi, dan Kang Aji.

Sementara tari kreasi baru yang mendapat inspirasi dari Tari Topeng Betawi antara lain Ngarojeng, Doger Amprok, Gitek Balen, Kembang Lambang Sari, Nandak Ganjen, dan Topeng Sengget.






Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: