Restorasi Ungkap Makam Firaun yang Dikelilingi Labirin

Rabu, September 22, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Makam Raja Djoser, firaun yang hidup 4.500 tahun lalu, selesai direstorasi oleh pemerintah Mesir. Terungkap lorong labirin berliku di dalamnya. (AFP/MOHAMED EL-SHAHED)


- Mesir pada hari Selasa (14/9) memamerkan struktur makam kuno dalam kompleks pemakaman Raja Djoser, seorang firaun - sebutan bagi penguasa Mesir - yang hidup lebih dari 4.500 tahun yang lalu, setelah restorasi ekstensif selama 15 tahun di situs tersebut.
Struktur - yang dikenal sebagai Southern Tomb (Makam Selatan) - sebagian besar berada di bawah tanah dan mencakup labirin berliku, dihiasi dengan prasasti dan ubin hieroglif.

Pemakaman ini menampung sarkofagus berlapis granit besar dari Dinasti Ketiga Mesir.

Namun, Raja Djoser sebenarnya tidak dimakamkan di sini, tetapi di Step Pyramid (Piramida Tangga) yang terkenal di dekatnya.

Kedua struktur tersebut merupakan bagian dari kompleks Saqqara dekat Kairo - salah satu situs arkeologi terkaya di Mesir.

Piramida Tangga adalah piramida tertua yang terungkap di dunia, dan salah satu contoh pertama arsitektur monumental dari dunia kuno, menurut UNESCO.

Arsitektur ini diyakini telah menjadi inspirasi bagi pembangunan Piramida di Giza.

Kementerian Purbakala dan Pariwisata Mesir mengatakan pembukaan struktur makam minggu ini menandai selesainya pekerjaan restorasi yang dimulai pada tahun 2006, yang termasuk penguatan koridor bawah tanah, perbaikan ukiran dan dinding ubin, dan pemasangan lampu.


Makam Raja Djoser, firaun yang hidup 4.500 tahun lalu, selesai direstorasi oleh pemerintah Mesir. Terungkap lorong labirin berliku di dalamnya. (AFP/MOHAMED EL-SHAHED)

Pada hari Selasa, makam ini dibuka untuk umum.
Selain Makam Selatan, dataran tinggi Saqqara di Mesir dihuni setidaknya 11 piramida, termasuk Piramida Tangga, serta ratusan makam pejabat kuno dan situs lain yang berkisar dari Dinasti ke-1 (2920 SM-2770 SM) hingga periode Koptik (395-642).

Situs Saqqara adalah bagian dari pekuburan ibu kota kuno Memphis yang mencakup Piramida Giza yang terkenal, serta piramida yang lebih kecil di Abu Sir, Dahshur, dan Abu Ruwaysh.

Reruntuhan Memphis ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1970-an.

Mesir telah mempublikasikan serangkaian penemuan arkeologi baru-baru ini selama setahun terakhir, dalam upaya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata utamanya, yang sangat terpukul oleh gejolak yang mengikuti pemberontakan 2011.

Sektor pariwisata di Mesir juga mendapat kembali dihantam kerugian akibat pandemi virus corona di dunia.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: