Sri Mulyani Kejar 'Utang Masa Lalu" Tiga Anak Presiden Soeharto

Senin, September 13, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pemerintah di bawah komando Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terus mengejar kewajiban yang ditanggung oleh tiga anggota keluarga Cendana. 

Warga melintas di dekat plang pengaman yang di pasang satgas untuk menguasai aset tanah eks BLBI di Karet Tengsin. Satuan Tugas (Satgas) BLBI telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Penyitaan itu adalah salah satu upaya Satgas BLBI untuk mengamankan aset-aset eks debitur maupun obligor BLBI supaya bisa dikelola secara optimal.

JAKARTA - Tiga anggota keluarga Cendana terlilit utang ke pemerintah hingga triliunan rupiah. Utang-utang itu merupakan 'warisan' dari berbagai bentuk bantuan dan program yang diterima oleh ketiganya selama Presiden Soeharto berkuasa. 

Ketiga anggota keluarga Cendana itu antara lain Bambang Trihatmodjo, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, dan Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto. Jumlah utangnya pun tak main-main hingga mencapai triliunan rupiah. 

Sampai saat ini, pemerintah terus berupaya untuk mengambil haknya dari ketiga anak mantan Presiden Soeharto itu. Utangnya berbagai macam, mulai dari utang terkait pelaksanaan SEA Games XIX Tahun 1997 hingga Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). 
  • Tommy Soeharto 
Tommy Soeharto memiliki utang sejumlah Rp2,61 triliun kepada negara. Utangnya itu terkait dengan perusahaan mobil bentukan Soeharto, PT Timor Putra Nasional. 

Beberapa waktu lalu Satgas memanggil Tommy lantaran dia merupakan pengurus dari PT Timor Putra Nasional. Selain Tommy ada nama  Ronny Hendrato Ronowocaksono juga yang juga dipanggil pemerintah terkait BLBI dan PT TImor. 

Tommy bukan merupakan obligor dari dana BLBI. Namun, nama Tommy masuk daftar pemanggilan Satgas karena utang PT TImor. Perusahaan yang tadinya diharapkan jadi produsen mobil nasional itu, menunggak kepada belasan bank yang kini sudah melebur jadi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 

  • Tutut Soeharto 
Tutut merupakan orang kedua di trah Cendana yang 'dikejar-kejar' pemerintah terkait pelunasan utang BLBI. 

Tutut mendapatkan dana BLBI lewat PT Citra Mataram Satriamarga, PT Marga Nurindo Bhakti, PT Citra Bhakti Margatama Persada. Adapun, utang yang ditagih negara berdasarkan dokumen yang beredar adalah Rp 191.616.160.497, Rp 471.479.272.418, US$ 6.518.926,63, dan Rp14.798.795.295. 



Tutut belum pernah dipanggil oleh Satgas BLBI. Namun, pemerintah telah menyita tanah seluas 26.928,9 m2 milik eks debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) PT Sinar Bonana Jaya eks Bank Yakin Makmur (YAMA) di Karet Tengsin, Jakarta Pusat.  

Penyitaan itu adalah salah satu upaya Satgas BLBI untuk mengamankan aset-aset eks debitur maupun obligor BLBI. Adapun Bank Yama adalah salah satu eks debitur BLBI. Bank Yama dalam sejumlah sumber disebutkan sebagai penyedia jasa keuangan milik putri mendiang Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto. 

  • Bambang Trihatmodjo 
Putra kedua Soeharto ini, memiliki utang kepada negara terkait dengan penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997. Bambang merupakan ketua konsorsium swasta yang ditunjuk pemerintah Orde Baru menjadi penyelenggara SEA Games di Jakarta. 

Konsorsium itu bertugas menyediakan dana untuk penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997. Kementerian Sekretariat Negara, menyebutkan saat itu rupanya konsorsium swasta kekurangan dana meminta pemerintah untuk menalangi sebesar Rp35 miliar. 

Uang yang akhirnya jadi utang itu, belum kunjung dibayarkan Bambang. Malahan Bambang menolak dan buntutnya dia decekal untuk bepergian ke luar negeri.

Sumber : bisnis

0 comments: