Terkini Bisnis: Sri Mulyani Ingatkan soal Penipuan, Luhut Polisikan Haris Azhar

Kamis, September 23, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu siang hingga sore, dimulai dengan cuitan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar masyarakat berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Menurut dia seluruh mekanisme pembayaran cukai dilakukan menggunakan kode billing.

 

Kemudian informasi tentang masuknya nama Kaharudin Ongko, obligor BLBI, dalam daftar cekal di Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM.

 

Selain itu berita tentang Menteri Luhut Binsar Pandjaitan resmi melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya.

 

1. Sri Mulyani: Waspada Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Bea Cukai

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakat berhati-hati terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Bea Cukai, kata dia, tidak pernah memungut uang pembayaran pajak atas barang melalui nomor rekening pribadi.

 

“Jika ada yang menerima barang dari luar negeri atau melakukan pembelian daring, kemudian mendapat telepon mengatasnamakan @beacukairi dan meminta transfer uang pembayaran pajak atas barang kirimanmu, itu tidak benar!” kata Sri Mulyani melalui akun Instagram-nya, Selasa.

 

Sri Mulyani menjelaskan, seluruh mekanisme pembayaran cukai dilakukan menggunakan kode billing. Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak tertipu dengan adanya berbagai ancaman, seperti hukuman pidana.

 

Untuk memastikan status atau tagihan bea masuk dan pajak barang kiriman, Sri Mulyani melanjutkan, masyarakat dapat mengeceknya melalui situs resmi beacukai.go.id/barangkiriman. Masyarakat juga bisa menghubungi BRAVO Bea Cukai di nomor 1500225 atau melalui media sosial @bravobeacukai.

 

“Jadi jangan sampai tertipu, ya!” kata Sri Mulyani.

 

 

2. Imigrasi Sudah Mencekal Obligor BLBI Kaharudin Ongko

 

Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM membenarkan bahwa mereka telah melakukan pencekalan terhadap Kaharudin Ongko. Ia tak lain adalah salah satu obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Kaharudin Ongko yang kini punya utang Rp 8,2 triliun ke negara.

 

"Benar, nama yang bersangkutan telah diajukan dalam daftar cekal," kata Kepala Bagian Humas dan Umum, Ditjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

 

 

Arya mengatakan permohonan tidak datang dari Satgas BLBI, melainkan Kementerian Keuangan. Ia juga mengkonfirmasi bahwa pencekalan terhadap Ongko masih berjalan sampai hari ini. "Masih berlaku," kata dia.

 

Kepala Humas Kemenkeu Rahayu Puspasari tidak merinci kapan
pihaknya mengajukan permohonan pencekalan terhadap Kaharudin Ongko. Termasuk, sampai kapan Ongko bakal dicekal. "Ditunggu saja," kata dia singkat.

 

3. Polisikan Haris Azhar dan Fatia, Luhut: Kebebasan Berpendapat Harus Beretika

 

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan resmi melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Fatia Maulida ke Polda Metro Jaya. Setelah menyampaikan laporan, Luhut pun menyampaikan curhat panjang lebar terkait latar belakang pelaporannya ini.

 

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi ini menyebut sejujurnya tidak pernah mempersoalkan pendapat orang lain terhadap dirinya. Terlebih, Luhut menyadari dirinya tinggal di negara demokrasi yang menghargai kebebasan berpendapat.

 

"Tetapi kita harus ingat bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi haruslah disertai etika dan bertanggung jawab," kata Luhut di akun instagramnya luhut.pandjaitan yang sudah centang biru (terverifikasi) pada Rabu.

 

Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, membenarkan bahwa curhatan Luhut di instagram ini terkait dengan pelaporan Haris Azhar ke polisi. "Betul," kata dia.


 

Sumber : bisnis.tempo.co

0 comments: