Terpapar Covid-19 setelah Kembali dari Malaysia, Empat TKI asal Gresik Tidak Bisa Pulang Kampung

Jumat, September 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Wabah Covid-19 memang membuat urusan pulang kampung menjadi begitu rumit bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI). Tetapi demi mencegah penularan dan penambahan kasus baru, sebanyak 22 TKI yang baru pulang dari Malaysia harus melalui skrinning ketat di Surabaya.

 

Bahkan dari pemeriksaan, empat di antara para TKI asal Gresik itu, terpaksa tidak bisa langsung kembali ke Kota Santri. Keempat TKI itu terdeteksi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan di Bandara Juanda, Surabaya.

 

Kemudian keempat TKI yang terpapar itu pun menjalani isolasi di rumah sakit lapangan Indrapura Surabaya. Sedangkan 18 TKI lainnya negatif dan dijemput menggunakan kendaraan Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik.


 

TKI itu terdeteksi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan di Bandara Juanda, Surabaya.

 

Kemudian keempat TKI yang terpapar itu pun menjalani isolasi di rumah sakit lapangan Indrapura Surabaya. Sedangkan 18 TKI lainnya negatif dan dijemput menggunakan kendaraan Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik.

 

Hanya, mereka tidak serta merta langsung kembali ke rumah. Dalam beberapa hari kedepan, harus menjalani karantina di rumah susun Ngabetan di Kecamatan Cerme.

 

Protokol kesehatan diterapkan ketat, satu persatu TKI turun dari kendaraan dan langsung dicek suhu tubuh. Barang yang mereka membawa koper, tas dan lain sebagainya harus disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu oleh Satgas Covid-19.

 

Petugas dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, Syamsul Arif menyebut ke-18 TKI asal Gresik menjalani karantina terlebih dahulu sebelum pulang. "Karantina selama lima hari di Rusunawa Kambingan. Selama karantina tidak boleh keluar dari rusunawa," ucap Syamsul, Rabu.

 

Meski trend Covid-19 terus melandai, tetapi kewaspadaan atas kepulangan para TKI terus diperketat. Terlebih lagi, adanya varian baru MU atau varian B.1.621.

 

Varian MU merupakan salah satu varian yang menjadi fokus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengawasan ini dilakukan mengingat varian ini diduga kebal vaksin.

 

Ishana, TKI asal Pulau Bawean mengaku terpaksa pulang karena sedang berduka. Salah satu anggota keluarganya meninggal sehingga mengharuskannya kembali ke tanah air.

 

"Pulang dari Kuala Lumpur, karena ada salah satu keluarga yang tiada. Alhamdulillah kondisi saya sehat, perlakuan petugas di sini juga baik," kata Ishana.

 

Sebelumnya ada 15 orang TKI yang menjalani karantina di Rusunawa. Ditambah 18 TKI yang baru datang itu, maka total yang menjalani karantina sebanyak 33 orang.

 

 

Berdasarkan data dari Disnaker Gresik, terhitung sejak April hingga September 2021, sudah ada 857 TKI yang kembali ke Gresik. Mayoritas mereka berasal dari Kecamatan Dukun dan Kecamatan Panceng




 

Sumber : surya.co.id

0 comments: