Bisnis Layanan Hospitality Mulai Bergeliat

Jumat, Oktober 08, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pandemi telah mempengaruhi banyak industri bisnis, di antaranya ialah hospitality yang juga dipengaruhi oleh anjloknya sektor pariwisata hingga pembatasan sosial yang mempengaruhi aktivitas di luar rumah.

 

 

 

Namun demikian, meningkatnya kesadaran higienis sejak pandemi membuat para pengelola gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan tempat publik lainnya dituntut untuk meningkatkan level pemeliharaan kebersihannya.

 

 

 

 

CEO Atalian Global Services Indonesia Jeffry Johary mengatakan, meskipun pandemi menjadi era yang menantang, namun banyak dari pelaku bisnis yang justru melihatnya sebagai peluang. Di antaranya adalah para penyedia jasa layanan manajemen fasilitas.




"Meski secara bisnis kami turut terdampak, namun kami juga berupaya semakin gencar untuk menawarkan solusi kepada para pelaku bisnis agar bisa tetap menjalankan kegiatan bisnisnya dengan level higienitas yang tinggi," ujar Jeffry Johary dalam siaran persnya, dikutip Kompas.com, Rabu.

 

 

 

 

Di sisi lain, lanjut dia, selain tindakan preventif yang dilakukan masing-masing individu, adapun pelaku bisnis juga dituntut untuk menjaga kebersihan, terutama mengingat beberapa aktivitas di luar rumah juga sudah perlahan diperbolehkan.

 

 

 

 

“Hal ini memotivasi perusahaan untuk ingin berperan dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kebersihan dan memberikan pengetahuan terkait standarisasi kebersihan kala pandemi di tempat umum,” kata Jeffry.


Di tahun mendatang, Atalian Global Services berencana untuk memperluas bisnis yang awalnya berfokus lebih banyak di retail, untuk turut fokus memperluas jangkauan bisnis kepada pelaku bisnis di industri manufaktur, financial dan e-commerce.

Hal tersebut juga didasari oleh bagaimana industri tersebut tetap kokoh di tengah ketidakpastian ekonomi.

 

 

“Kami berencana untuk memperluas jangkauan kami di Indonesia dan juga mengambil peran sebagai perusahaan yang memberikan peluang bagi para tenaga pekerja,” tutup Jeffry.


 

Sumber :kompas.com

0 comments: