Cerita Hantu Nabila, Sosok Tanpa Kepala yang Berkeliaran di Atas Jam 10 Malam yang Ganggu Warga Sekitar

Kamis, Oktober 07, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

 Cerita menyeramkan ini datang dari sebuah desa di Ambon yang dialami langsung oleh pemuda yang bernama Yahya. Yahya kala itu tengah melanjutkan studinya di salah satu instansi pemerintahan di Ambon.

 

 

Diketahui, Yahya tinggal di salah satu desa di Ambon pada tahun 2015 lalu. Ia bercerita pada 2015-2017 desa yang di tinggali oleh Yahya di teror oleh makhluk tak kasat mata yang diyakini merupakan korban mutilasi.

 

 

Karena cukup sering mengalami teror, warga desa tersebut kemudian memberi nama pada sosok denga sebutan Nabila.

 

 

Menurut penuturannya, teror ini di awali dengan penemuan potongan tubuh dari perut bagian bawah sampai kaki, orang yang berpapasan dengan sosok ini akan di tarik ke suatu aliran sungai untuk diminta mencari bagian kepalanya sambil berteriak.

 

 

“Siapa saja yang berada di luar rumah saat diatas jam sepuluh malam di pastikan bertemu dengan sosok hantu Nabila ini,” ucap Yahya dilansir.

 

 

Ceritanya, pada suatu malam, Yahya terpaksa harus pulang di atas jam 10 karena tuntutan dari Instansi. Padahal temannya sudah menyarankan Yahya untuk tidur saja dikamar asrama tapi Yahya menolak dan langsung pulang waktu itu dengan alasan seragamnya sudah kotor dan waktunya untuk di cuci dan ganti dengan yang baru.

 

 

Tak pikir panjang, Yahya yang sudah tahu soal Hantu Nabila menganggap bahwa sosok tersebut hanya mitos belaka.

 

 

 

Yahya pun pulang dengan motor bebeknya awalnya tidak ada kejadian aneh dan di jalan baik- baik saja. Sampai ketika Yahya mulai memasuki wilayah desa di mana saat terdapat lapangan bola di bagian kanan dan rumah kosong di sebah kiri atau tepat di seberangnya.

 

 

Selesai melewati rumah tersebut, jok motor belakang Yahya terasa berat seperti ada yang menaiki. Padahal motornya berjalan dengan kecepatan 80 km/jam, Yahya mencoba menengok spion sebelah kiri.

 

 

Alangkah kagetnya dia karena terlihat ada sesosok perempuan dengan rambut panjang sedang duduk di jok belakang motor Yahya. Karenta takut, ia lantas menghentikan motornya untuk turun dan lari sekencang mungkin meninggalkan motornya.

 

 

Tetapi hantu ini tetap mengikuti Yahya sambil berjalan sempoyongan. Yahya yang tak tahu harus berbuat apa lagi memilih untuk terus berlari hingga di rumahnya.

 

 

Ia kemudian menggedor pintu lalu dibuka oleh ayahnya. Melihat kondisi tersebut ayah Yahya seperti mengetahui kondisi anaknya lalu menyuruh untuk mandi agar tidak diikuti oleh sang hantu Nabila lagi.

 

 

Untuk menggambarkan kengeriannya, salah seorang warga yang mengaku pernah bertemu dengan Hantu Nabila pun menceritakan sosoknya.

 

 

"Hantu ini sangat mengerikan, dimana jika berpapasan akan diseret menuju aliran sungai yang terhubung dengan laut lalu di lempar ke dalam air dan hantu ini berteriak menyuruh orang tersebut untuk mencarikan kepalanya yang konon katanya bagian kepalanya belum ditemukan,” ucap warga tersebut.

 

 

Usut punya usut, teror tersebut berawal pada Oktober 2015 dimana penemuan potongan tangan dan kaki kiri di sebuah tempat sampah, lokasinya berada di depan pintu masuk desa tersebut.

 

 

Potongan tersebut ditemukan dengan terbungkus daun pisang, yang menemukan potongan tubuh tersebut adalah seorang anak yang baru pulang sekolah anak ini adalah tetangga dari Yahya.

 

 

Penemuan potongan tubuh tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Polisi mengevakuasi potongan tersebut setelah dan setelah di sisir didekat penemuan potongan tersebut polisi mendobrak rumah yang di lewati oleh Yahya pada malam itu.

 

 

Polisi kaget dengan kondisi rumah tersebut yang sangat berantakan, banyak darah berceceran dimana-mana. Didalam rumah tersebut polisi menemukan bagian leher sampai perut saja dengan tangan kiri yang masih menyambung ke badannya, hasil identifikasi menemukan bahwa tubuh tersebut milik seorang perempuan yang berusia 30 sampai 32 tahun. Polisi menyimpulkan bahwa tangan yang di temukan di luar adalah tangan korban itu.

 

 

Polisi membawa semua potongan itu kerumah sakit untuk dilakukan otopsi. Akhirnya polisi memasang area rumah tersebut dengan garis polisi. Sejak penemuan potongan tersebut di rumah kosong itu mendadak menjadi terkenal dan angker.

 

 

Banyak warga yang memilih jalur lain memasuki desa tersebut, dibanding harus melewati rumah tersebut meski jalannya memutar dan jauh. Kejadian Yahya ini di alami setelah dua bulan ditemukannya bagian tubuh tersebut.

 

 

Satu minggu setelah Penemuan potongan tubuh yang pertama bapak-bapal yang hendak pergi kesawah, dirawa sekitar pesawahan bapa itu menemukan potongan tubuh bagian perut sampai kaki akan tetapi kondisi potongan tubuh itu hanya kaki bagian sebelah kanan saja. Kejadian ini terjadi hari sabtu dan Yahya sedang ada di rumah, lalu semua warga ke lokasi penemuan bagian tubuh tersebut. Saat diindetifikasi oleh polisi bahwa potongan tubuh tersebut masih sama dengan penemuan potongan tubuh yang pertama.

 

 

Sumber :mapaybandung

0 comments: