Destinasi wisata kembali dibuka, ini saran epidemiolog agar aman dalam berwisata

Kamis, Oktober 14, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

 Sejumlah negara di dunia sudah mulai dan berencana membuka perbatasan bagi turis asing yang sudah divaksin Covid-19, termasuk Indonesia. 

 

 

Banyak juga tempat wisata yang sudah dibuka kembali dan bisa dikunjungi oleh para wisatawan untuk berlibur, ataupun bekerja sambil menikmati liburan. 

 

 

 

Epidemiolog dari Griffith University di Australia, Dicky Budiman memberikan tips bagaimana berwisata aman di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya terdapat tiga unsur yang harus diperhatikan, pertama pemerintah yang harus memfasilitasi alias menentukan kriteria aman tersebut. 

 

 

 

Kriteria aman bisa terdiri dari asal pelaku perjalanan dan kriteria tujuan perjalanan atau tujuan wisata tersebut.

 

 

“Kriteria aman dalam negeri itu PPKM nya harus ada di level 1 dan 2, dengan test positivity rate di bawah 5%, tingkat vaksinasinya sudah 50% bahkan 80%, dan juga penerapan protokol kesehatan yang kuat,” kata Dicky kepada Kontan.co.id, Rabu .

 

 

 

Kedua, risiko terpapar di Indonesia menurut Dicky masih tinggi, sehingga pelaku perjalanan wisata wajib sudah melakukan vaksinasi dan tes PCR negatif.

 

 

 

Selain itu, Dicky mengatakan, tempat tujuan destinasi wisata baiknya boleh dibuka setelah masyarakat di sekitar minimal sudah melakukan vaksinasi 80%. Hal ini untuk menghindari terjadinya lonjakan penyebaran viruc Covid-19 di lokasi wisata.

 

 

 

Ketiga, Dicky menyarankan agar masyarakat lebih memilih destinasi wisata yang berada di luar ruangan, dengan memiliki protokol kesehatan yang sudah teruji aman dan efektif. Untuk itu pemerintah dan pemilik wisata juga harus melakukan uji coba tersebut. 

 

 

 

Selain itu, Dicky juga menyarankan agar pelaku wisata tidak membawa anak mereka yang belum di vaksinasi Covid-19, dan juga tidak memaksakan untuk melakukan perjalanan liburan ketika keadaan atau kondisi tubuh sedang tidak baik.

 

 

 

Untuk pemilihan tempat wisata, Dicky bilang baiknya masyarakat memilah-milah tempat wisata yang tidak terlalu ramai, dan tidak bepergian ke tempat wisata yang jauh dari rumah. Sebab semakin jauh tempatnya maka resiko terpaparnya akan sangat tinggi.

 

 

 

 

“Karena kalau dekat dan jarak yang bisa ditempuh dengan mobil, itu jau lebih baik karena tidak menggunakan transfortasi umum, tanpa ada transit terlebih dahulu sebelum sampai ke tempat tujuan,” imbuh Dicky.  

 

 

 

Sumber :nasional.kontan.co.id

0 comments: