Gegara Santet, Ratna Listy Ngaku Bisnis Kulinernya Sepi

Kamis, Oktober 28, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Gegara Santet, Ratna Listy Ngaku Bisnis Kulinernya Sepi

Artis cantik Ratna Listy mengaku bisnis kulinernya sepi karena di santet orang. Bahkan hal itu terjadi berulang kali hingga dirinya tertarik pada dunia paranormal.

"Jujur saja, saya pernah kena santet dan pelet. Aku tapi nggak tahu. Berjalannya waktu baru tahu. Ternyata tidak sekali saya kena santet. Ketemu Panglima Langit saya ada restoran bebek. Nah resto aku tiba-tiba sepi," katanya dikutip dari matamata.com, Rabu (27/10/2021)

Dia mengaku restorannya sangat sepi pembeli. Bahkan katanya, menurut orang-orangm ketika dicari di aplikasi online, restoran milknya tak bisa ditemukan.

"Saat itu cuma satu orang yang beli kadang nggak ada omzet. Padahal promosinya bagus di sosmed. Kata orang nggak ketemu resto aku pas dicari, padahal buka terus. Terus dibilang tutup," ujar wanita 48 tahun itu.

Mulanya, dia tak mempercayai hal tersebut. Namun, semuanya berubah ketika bertemu dengan Panglima Langit.

"Ya aku nggak percaya, aku mikir rasional, merasa pelayanan kurang baik dan makanan tidak enak. Aku nggak peduli. Datang lah Panglima Langit ke resto saya."

"Saya cerita lah, pas dipantau ada gangguan ke toko saya. Nah kapten karyawan saya, dia didatangi sosok hitam, diseret, dan dicekek," ucapnya.

Usai itu, dia pun baru percaya dengan hal tersebut. "Singkat cerita  karyawan dan resto saya diobati akhirnya baru percaya adanya santet. Aku awam kan, ternyata nyerang usaha dan psikologi," jelasnya.

Dia pun tak percaya dengan dirinya yang disantet. Namun dia merasa aneh karena sempat mengalami susah tidur.

"Pernah (disantet), memang katanya aku ada gangguan. Aku nggak meraskaan karena diabaikan. Cuma memang aku susah tidur dan mimpi  buruk, aku ceritakan ke Panglima. Katanya  ada yang ganggu aku."

"Dibuat rumah aku redup dan ada mayat di atas tempat tidur. Ngeri banget ya. Memang aku pikir emosional kalau marah meledak- ledak," tuturnya.


Sumber : suara

0 comments: