Harus Ikut Tren, Ini Tips Bisnis Kuliner Kekinian Agar Tetap Eksis

Kamis, Oktober 07, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Membangun bisnis di bidang apapun tentu tak semudah membalikkan telapak tangan, tanpa terkecuali dengan bisnis kuliner kekinian. Agar tak hanya sekedar ikut-ikutan tren dan momen viral saja, pengusaha tentu punya strategi untuk mempertahankan bisnisnya.

 



CEO Masakin Group & co-Founder Menantea Bisma Adi Putra mengatakan, bisnis kuliner kekinian memiliki peluang besar terutama bagi pemula. Pebisnis juga bisa meraup cuan dengan modal sedikit karena model bisnis kuliner yang lebih sederhana.

 



"Pertama karena modalnya lebih sedikit kalau pakai konsep kekinian, modal secara duit lebih sedikit, usaha secara operasional juga jauh lebih terkontrol karena karyawannya sedikit, peralatannya sedikit. Terus jauh lebih relevan dengan anak muda sekarang," kata Bisma dalam program d'Mentor, Rabu
.

 

 

 

Dia mengatakan, ada dua profil untuk memulai bisnis kuliner kekinian yaitu bisa dengan membangun brand sendiri atau dengan menjadi mitra franchise. Pria yang sudah terjun di F&B sejak 11 tahun lalu ini juga menyebutkan, bisnis kuliner akan terus mengalami perubahan sehingga pelaku usahanya harus dinamis.

 



"Ini salah satu alasan kenapa senang di F&B karena selalu berubah, setahun minimal 2 kali tren dan market, yang viral, yang trending itu pasti ada tiap tahun. Karena itu kita nggak pernah bisa stagnan, harus terus bergerak," ujarnya.

 



Bisma juga turut berbagi beberapa tips dan trik kejar untung di bisnis kuliner, berikut ringkasannya:

 



1. Tetap kreatif dan inovasi

 


Cara untuk mendapatkan inspirasi bisa melalui berbagai hal termasuk dengan melihat tren di media sosial. Bisnis kuliner kekinian juga salah satu kuncinya dengan aktif melakukan promosi di media sosial. Bisma mengakui, selalu meluangkan waktu 30 menit sebelum tidur untuk mendapatkan inspirasi dari menonton video di TikTok.

 


"Minimal sebelum tidur luangin waktu 30 menit scrolling TikTok. Pasti ada sumber inspirasi, minimal dilihat, dibahas dan suatu waktu nyangkut (diterapkan ke bisnis kuliner)," kata dia.

 



2. Ikuti tren

 


Tips kedua yaitu selalu buat produk yang mengikuti tren. Minimal, kata dia, tambah makanan atau minuman yang sedang tren itu ke dalam menu. Lakukan variasi agar menarik bagi konsumen. Contohnya seperti makanan croffle yang beberapa bulan lalu viral, kini berbagai kedai kopi pun turut menjual cemilan ini dengan berbagai rasa.


3. Struktur organisasi yang sederhana

 


Struktur organisasi juga berpengaruh dalam perkembangan bisnis kuliner. Bisma menyarankan agar organisasi yang dibangun seramping mungkin. Artinya gunakan manajemen SDM inti seminimal mungkin.

Adapun persoalan marketing, manajemen sosial media, event project, hingga kebutuhan fasilitas gudang dapat mengandalkan vendor-vendor atau merekrut freelancer. Fungsinya tentu untuk mengefisiensi pengeluaran.

 



Membangun bisnis di bidang apapun tentu tak semudah membalikkan telapak tangan, tanpa terkecuali dengan bisnis kuliner kekinian. Agar tak hanya sekedar ikut-ikutan tren dan momen viral saja, pengusaha tentu punya strategi untuk mempertahankan bisnisnya.

CEO Masakin Group & co-Founder Menantea Bisma Adi Putra mengatakan, bisnis kuliner kekinian memiliki peluang besar terutama bagi pemula. Pebisnis juga bisa meraup cuan dengan modal sedikit karena model bisnis kuliner yang lebih sederhana.

"Pertama karena modalnya lebih sedikit kalau pakai konsep kekinian, modal secara duit lebih sedikit, usaha secara operasional juga jauh lebih terkontrol karena karyawannya sedikit, peralatannya sedikit. Terus jauh lebih relevan dengan anak muda sekarang," kata Bisma dalam program d'Mentor, Rabu

Baca artikel detikfinance, "Harus Ikut Tren, Ini Tips Bisnis Kuliner Kekinian Agar Tetap Eksis" selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5756297/harus-ikut-tren-ini-tips-bisnis-kuliner-kekinian-agar-tetap-eksis.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/



Membangun bisnis di bidang apapun tentu tak semudah membalikkan telapak tangan, tanpa terkecuali dengan bisnis kuliner kekinian. Agar tak hanya sekedar ikut-ikutan tren dan momen viral saja, pengusaha tentu punya strategi untuk mempertahankan bisnisnya.

CEO Masakin Group & co-Founder Menantea Bisma Adi Putra mengatakan, bisnis kuliner kekinian memiliki peluang besar terutama bagi pemula. Pebisnis juga bisa meraup cuan dengan modal sedikit karena model bisnis kuliner yang lebih sederhana.

 



"Pertama karena modalnya lebih sedikit kalau pakai konsep kekinian, modal secara duit lebih sedikit, usaha secara operasional juga jauh lebih terkontrol karena karyawannya sedikit, peralatannya sedikit. Terus jauh lebih relevan dengan anak muda sekarang," kata Bisma dalam program d'Mentor, Rabu
.

 

 

 

Dia mengatakan, ada dua profil untuk memulai bisnis kuliner kekinian yaitu bisa dengan membangun brand sendiri atau dengan menjadi mitra franchise. Pria yang sudah terjun di F&B sejak 11 tahun lalu ini juga menyebutkan, bisnis kuliner akan terus mengalami perubahan sehingga pelaku usahanya harus dinamis.

 



"Ini salah satu alasan kenapa senang di F&B karena selalu berubah, setahun minimal 2 kali tren dan market, yang viral, yang trending itu pasti ada tiap tahun. Karena itu kita nggak pernah bisa stagnan, harus terus bergerak," ujarnya.

 



Bisma juga turut berbagi beberapa tips dan trik kejar untung di bisnis kuliner, berikut ringkasannya:

 



1. Tetap kreatif dan inovasi

 


Cara untuk mendapatkan inspirasi bisa melalui berbagai hal termasuk dengan melihat tren di media sosial. Bisnis kuliner kekinian juga salah satu kuncinya dengan aktif melakukan promosi di media sosial. Bisma mengakui, selalu meluangkan waktu 30 menit sebelum tidur untuk mendapatkan inspirasi dari menonton video di TikTok.

 


"Minimal sebelum tidur luangin waktu 30 menit scrolling TikTok. Pasti ada sumber inspirasi, minimal dilihat, dibahas dan suatu waktu nyangkut (diterapkan ke bisnis kuliner)," kata dia.

 



2. Ikuti tren

 


Tips kedua yaitu selalu buat produk yang mengikuti tren. Minimal, kata dia, tambah makanan atau minuman yang sedang tren itu ke dalam menu. Lakukan variasi agar menarik bagi konsumen. Contohnya seperti makanan croffle yang beberapa bulan lalu viral, kini berbagai kedai kopi pun turut menjual cemilan ini dengan berbagai rasa.


3. Struktur organisasi yang sederhana

 


Struktur organisasi juga berpengaruh dalam perkembangan bisnis kuliner. Bisma menyarankan agar organisasi yang dibangun seramping mungkin. Artinya gunakan manajemen SDM inti seminimal mungkin.

Adapun persoalan marketing, manajemen sosial media, event project, hingga kebutuhan fasilitas gudang dapat mengandalkan vendor-vendor atau merekrut freelancer. Fungsinya tentu untuk mengefisiensi pengeluaran.

 

Sumber :detikfinance

0 comments: