Horror ! Puing Radio Malabar, Gunung Puntang, Bandung Selatan, Cerita Penampakan Hantu si Bejo

Sabtu, Oktober 02, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Lokasi kawsasan bekas Radio Malabar, Gunung Puntang, Cimaung, Banjaran, Bandung Selatan, Jawa Barat, sering dikaitkan horror cerita penampakan hantu di tempat bersejarah dunia tersebut.

 

 

Kisah horror cerita hantu di puing bekas Radio Malabar sering mewarnai kisah pada lokasi tersebut, sering disebut sebagai hantu orang Belanda.

 

 

 

Namun sebenarnya, cerita tentang hantu yang terjadi di puing Radio Malabar, Gunung Puntang itu, bukan orang Belanda.

 

 

Kisah cerita hantu di puing Radio Malabar adalah hantu si Bejo, orang Indonesia yang tewas dipukuli oleh para pejuang Indonesia semasa zaman perang tahun 1947.

 

 

Beberapa orang tua warga asli di sekitaran lokasi jalur menuju lokasi bekas Radio Malabar, Gunung Puntang, sempat mengingat cerita hantu itu.

 

 

Adanya cerita hantu si Bejo di puing Radio Malabar, Gunung Puntang itu, disebut-sebut masih gentayangan diri lokasi itu sampai tahun 1965-1966.

 

 

Salah seorang orang tua warga asli pada kampung dekat lokasi Radio Malabar, Gunung Puntang, Abah Anin saat ditemui ketika berumur 90 tahun sudah lama, masih sangat mengingat cerita hantu si Bejo di lokasi itu.

 

 

Abah Anin sewaktu dikonfirmasi DeskJabar bersama sejumlah personel Perum Perhutani Jawa Barat, diantaranya Budi Triana alias Yayan, mengisahkan cerita hantu si Bejo di puing Radio Malabar di Gunung Puntang, Bandung Selatan tersebut.

 

 

Menurut Abah Anin, cerita hantu di puing Radio Malabar, Gunung Puntang bukan hantu orang Belanda, tetap hantu si Bejo.

 

 

“Si Bejo tewas dipukuli para pejuang Indonesia yang emosi. Sebab, si Bejo menjual komponen-komponen perangkat dari Radio Malabar ke pasar rongsok di Bandung,” kenang Abah Anin, bercerita kepada DeskJabar dan sejumlah personel Perum Perhutani.

 

 

Abah Anin mengisahkan, sekitar Mei-Juni 1947, sekelompok pejuang Indonesia, menuju ke bekas puing Radio Malabar berniat menggunakan kembali untuk keperluan perang menghadapi Belanda.

 

 

Namun, kata Abah Anin, ketika rombongan pejuang tersebut tiba di lokasi, seluruh komponen penting bekas Radio Malabar sudah hilang.

 

 

Setelah diselidiki, kenang Abah Anin, ternyata komponen-komponen tersebut dijual seseorang bernama Bejo, yang baru sebulan datang ke kampung dekat Radio Malabar, Gunung Puntang itu.

 

 

“Para pejuang menjadi marah dan emosi, lalu memukuli si Bejo sampai tewas. Sebab, komponen-komponen bekas Radio Malabar itu sangat penting digunakan untuk keperluan perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kenang Abah Anin.

 

 

Menurut Abah Anin, walau selama ini pernah mendengar cerita hantu orang Belanda di lokasi puing Radio Malabar, namun belum pernah melihat.

 

 

 

Sumber :deskjabar

0 comments: