Labuan Bajo Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Premium Kelas Dunia, Ini Persiapannya

Selasa, Oktober 05, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memaksimalkan potensi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo di Kabupaten Mangarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Labuan bajo dirproyeksikan sebagai destinasi pariwisata peremium kelas dunia yang dapat menjadi daya tarik para pelancong dari berbagai negara. 



"Karenanya saat ini kami tengah melakukan sejumlah pembenahan dan pembangunan dengan memaksimalkan potensi Labuan Bajo dan segala kekayaan alamnya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jumat.

 

Menurutnya, salah satu destinasi pariwisata yang tengah disiapkan adalah Puncak Waringin yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Bandara Komodo.



Pekerjaan penataan Puncak Waringin terbagi dalam II tahap. Tahap I pelaksanaannya dimulai pada Juli hingga Desember 2019 dengan kegiatan pembangunan terdiri dari Gedung Utama seluas 350 meter persegi yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck.

 

Selanjutnya pembangunan tahap II pelaksanaanya pada tahun 2020 dengan kegiatan pembangunan terdiri dari bangunan komersial seluas 525 meter persegi yang berfungsi sebagai kios lengkap dengan toilet serta musola dan area tenun.

Di lokasi yang sama Kementerian PUPR juga membangun ruang terbuka publik seluas 1.700 meter persegi yang dilengkapi dengan amfiteater seluas 267 meter persegi dan area parkir seluas 235 meter persegi.

 

 

Seluruh pekerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian dan detail yang mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni. Selain itu, Kementerian PUPR juga meningkatkan kualitas layanan jalan di Labuan Bajo. Sejumlah pekerjaan peningkatan konektivitas yang dilakukan yakni pekerjaan penanganan ruas dalam kota sepanjang 16,8 kilometer.

 

 Terdiri dari peningkatan jalan, trotoar, dan drainase Jalan Soekarno Atas 2,19 kilometer, Jalan Soekarno Bawah 2,01 kilometer, Jalan Simpang Pede 4,51 kilometer, Jalan Yohannes Sahadun 4,05 kilometer, dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu 4 kilometer.

 

 

Peningkatan kualitas layanan jalan tersebut diiringi dengan penataan kawasan pedestrian sehingga memiliki trotoar kualitas premium dengan menggunakan batu andesit yang ditata rapi.


 

 

Konsep penataan trotoar jalan tetap mempertahankan tata hijau dengan ditanami pohon agar teduh, terutama tanaman lokal seperti Sakura Flores dan Flamboyan. 

 

 

Selain itu Kementerian PUPR juga melakukan penataan Kawasan Batu Cermin seluas 0,92 hektar melalui pembangunan sejumlah fasilitas seperti Gedung Gua Batu Cermin yang terdiri dari plaza, auditorium, toko cendera mata, pusat informasi, kantor pengelola, dan toilet. Dibangun juga amfiteater, rumah budaya, area parker mobil dan bus, dan jalur trekking menuju gua.

 

 Pekerjaan jalur trekking Gua Batu Cermin dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan.

 

 

Penataan kawasan Batu Cermin diharapkan akan mendukung kegiatan seni dan budaya lokal dengan harapan mampu menciptakan penataan ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.


 

Sumber :kompas.com

0 comments: