Membangun Danau Toba, Situs Warisan Dunia yang Luar Biasa, Menjadi Destinasi Wisata Internasional dan Berkelanjutan

Kamis, Oktober 14, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi sedang berada di Papua saat Konferensi Internasional “Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity” yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kompas Group berlangsung.

 

 

 

Acara ini digelar di TB Silalahi Center, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dengan format hybrid (online dan offline) pada 13 Oktober 2021. Kata sambutan Gubernur Edy dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumut Zumry Sulthony.

 

 

 

Menurut dia, pengelolaan taman bumi dalam konsep pembangunan berkelanjutan memiliki tujuan mengubah pola pikir pemanfaatan sumber daya alam diubah menjadi upaya meningkatkan perekonomian lokal.


Praktik pengembangan budaya ekonomi masyarakat terwujud melalui pengelolaan masyarakat yang mandiri. Sementara aktivitas berkelanjutan yang diciptakan secara kreatif dan menarik, berbasis nilai-nilai luhur dalam kearifan lokalnya.

 

 

Melihat potensi yang luar biasa dari Toba Kaldera, baik aspek geologi, biologi dan budaya, perlu kerja sama semua pihak untuk menjadikan Danau Toba sebagai destinasi bertaraf internasional berbasis geopark dengan pembangunan berkelanjutan.

 

 

"Mari kita bersama melangkah mewujudkan Danau Toba sebagai super prioritas pembangunan pariwisata dan sebagai destinasi pariwisata bertaraf internasional berbasis geopark dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba," kata Zumry, membacakan sambutan Gubernur Edy, pada acara “Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity", Rabu


Direktur UNESCO Jakarta Mohamed Djelid menyambung, Toba Kaldera atau Danau Toba adalah salah satu situs strategis yang sangat kritis untuk dikembangkan bersama dengan lokasi lainnya di seluruh dunia.

 

 

Posisinya sebagai destinasi wisata, juga terdampak pandemi. Akibatnya, banyak nyawa dan kehidupan yang hilang dan penurunan drastis di sektor pariwisata di Danau Toba.

 

 

 

"Danau Toba adalah salah satu situs yang terdampak pandemi. Konferensi ini menjadi salah satu upaya kita untuk meningkatkan kondisi pariwisata dan menjadi stimulus dan komitmen untuk bangkit dari Covid-19," katanya dalam konferensi tersebut.


Danau Toba, menurutnya, merupakan satu dari 169 situs geopark yang dikelola secara holistik dengan konsep edukasi yang baik dan keberlanjutan.

 

 

 

 "Ini adalah salah satu situs warisan dunia yang luar biasa yang dinominasikan UNESCO. Proses nominasi ini tidak mudah, Anda harus merasa bangga dengan Danau Toba," kata Djelid.

 

 

 

UNESCO sendiri menginvestasikan upaya untuk membangun dan mengembangkan situs-situs warisan dunia lokal yang membutuhkan banyak ide dan inovasi.

 

 

 

UNESCO mendukung Indonesia untuk menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata yang harus dikunjungi. "Saya tidak ragu bahwa Danau Toba akan menjadi salah satu destinasi yang luar biasa dan akan terkenal ke seluruh dunia," sebut Djelid.


 

Wisata Danau Toba sasar turis Timur Tengah: beri kemudahan, promosi dan kebersihan Anggota Komisi X DPR RI Prof Djohar Arifin Husin mengatakan, bersyukurlah masyarakat di sekitar Danau Toba yang dianugrahi Tuhan keindahan alam yang begitu indah. Pemberian Tuhan ini harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

 

 

 

 

 Namun keindahannya harus diberitahukan ke seluruh dunia, apalagi dunia Arab yang sedang mengembangkan hobi dunia wisata. Agar mereka mau datang, promosi dan kemudah-mudahan harus disiapkan.

 

 

 

"Transportasinya mudah, penerbangannya mudah, penginapannya bersih, rapi dan indah. Makanannya berbagai macam.

 

 

 

 

Dengan keindahan dan keistimewaan ini, kita harap mereka senang dan menceritakan kepada teman-temannya, luar biasa indahnya Danau Toba, luar biasa ramah masyarakatnya dan luar biasa amannya," kata Djohar.


 

Dirinya menyebut istilah Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di kementerian yang harus juga ada di masyarakat sekitar Danau Toba dan menjadi bagian dari hidup. Tugas bersama untuk mengembangkan Danau Toba supaya siapapun yang datang akan datang kembali.

 

 

"Saya sering ke Timur Tengah, mereka sudah menggalakkan wisata. Setahu mereka itu Eropa, Amerika, Kuala Lumpur, tapi tidak tahu Danau Toba, padahal dekat sekali, hanya menambah waktu 30 sampai 40 menit sudah sampai," kata Djohar.

 

 

 

"Inilah tugas kita, mereka punya uang yang berlebih. Jika mereka bisa masuk ke Danau Toba, saya yakin Danau Toba akan diramaikan oleh mereka karena mereka punya dana setiap tahun untuk wisata keluarga keluar negara," sambung Djohar. Komisi X DPR RI, lanjutnya, sangat mendukung pembangunan pariwisata Danau Toba, melalui pengesahan dana-dana untuk Danau Toba.

 

 

 

Djohar sendiri mengapresiasi Menparekraf Sandiaga Uno lantaran perhatian yang besar untuk Danau Toba, dibuktikan dengan seringnya berkunjung. "Mudah-mudahan dengan semangat beliau ini, Danau Toba akan berkembang, kehidupan akan lebih baik dan kemakmuran dengan wisata akan terwujud. Insya Allah, kita akan lebih maju dan jaya," tutupnya.


Sebagai informasi tambahan, Konferensi Internasional “Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity” digelar di TB Silalahi Center, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dengan format hybrid (online dan offline).

 

 

 

 Selain Kosmas Harefa dan Sofyan Tan, pemberi kata sambutan lain adalah anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumut Zumry Sulthony mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Direktur UNESCO Jakarta Mohamed Djelid dan Menparekraf Sandiaga Uno.  

 

 

 

 

Dua sesi diskusi yaitu Kaldera Toba: Menyambung Peradaban Zaman dan Kolaborasi Budaya, Masyarakat dan Pariwisata Toba, dibahas potensi besar Danau Toba sebagai UGG karena memiliki tiga unsur yakni geodiversity, biodiversity, culturaldiversity serta sebagai destinasi wisata super prioritas.


 

Sumber :kompas.com

0 comments: