Mengenal Tari Likok Pulo, Kesenian Tradisional Aceh yang Diciptakan oleh Ulama Arab

Senin, Oktober 04, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Tari Likok Pulo (Foto glory-travel.com)

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Festival Likok Pulo 2021 secara virtual dalam rangka memperkenalkan kesenian budaya sekaligus daya tarik pariwisata di provinsi Serambi Makkah. Even bertema ‘Tajaga Peunulang Indatu (Menjaga Peninggalan Moyang)’ berlangsung pada 9-10 Oktober

Aceh memiliki berbagai macam kesenian tradisional warisan indatu. Salah satunya adalah Tari Likok Pulo dari Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Tarian Likok Pulo memang belum setenar Tari Saman, Seudati, Ranup Lampuan atau Ratoh Jaroe, sehingga lewat festival tersebut diharapkan Likok Pulo makin dikenal secara luas. Festival ini memperlombakan Likok Pulo antar sanggar se-Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya.

“Tari ini sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2014,” kata Kabid Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah.

Tari Liko Pulo diciptakan oleh Syech Ahmad Badrun pada tahun 1845 di Gampong Ulee Paya, Pulo Aceh. Ia seorang ulama Arab yang berdagang ke Aceh.

Selama menempuh perjalanan menggunakan kapal layar dari Arab menuju pesisir Aceh yang memakan waktu berbulan-bulan, awak kapal merasa bosan. Sehingga untuk mengisi waktu, Syech Ahmad Badrun menciptakan sebuah permainan.

Belakangan, permaianan tersebut menjadi sebuah tari yang sekarang lebih dikenal dengan Tari Likok Pulo, yang menggunakan Boh Likok (potongan kayu dari pohom Tho ie yang berbentuk bulat) sebagai properti yang dimainkan oleh para penari Likok Pulo.

Selain memperkenalkan seni, Syech Ahmad Badrun juga menyebarkan ajaran Islam di Aceh. Kisah Syech Ahmad Badrun dan Tari Likok Pulo ini sudah diwariskan turun temurun oleh orang tua kepada generasi saat ini.


Sumber : okezone.com

0 comments: