Montserrat, Pulau Kecil yang Hanya Boleh Didatangi Turis Kaya

Sabtu, Oktober 02, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Awalnya, hanya orang bergaji Rp1 miliar per tahun yang bisa datang ke Pulau Montserrat. Namun kini aturan tersebut diubah. (iStockphoto/tapit)

Punya penghasilan US$70 ribu (sekitar Rp1 miliar) per tahun? Berarti Anda berkesempatan untuk wisata di Pulau Montserrat.
Montserrat ialah adalah British Overseas Territory (Wilayah Luar Negeri Inggris) di Karibia. Keindahan pulau berpasir hitam dan rimbun pepohonan ini dijuluki "Pulau Zamrud Karibia".

Tetapi hingga akhir September 2021, hanya wisatawan dengan penghasilan setahun US$70 ribu yang bisa memasuki pulau itu.

Dalam upaya untuk mencegah COVID-19 dan mendongkrak pemasukan daerah, Montserrat membuka perbatasannya pada bulan April tahun ini hanya untuk wisatawan berduit.

Mereka yang mampu membayar biaya masuk yang tak murah, bisa pelesir minimal dua bulan.


Saat itu, hanya 21 orang dari tujuh keluarga yang memenuhi kriteria selektif pemerintah, seperti yang ditulis New York Times.

Hanya ada 33 kasus dan satu kematian terkait COVID-19 di Montserrat - yang luasnya kira-kira seukuran Barcelona - sehingga aturan memakai masker dilonggarkan.

Untuk turis pertama yang menjejakkan kaki di Montserrat, masuk ke pulau ini saat pandemi adalah sebuah prestise.

"Saya ingat menjelang awal pandemi, saya dan kerabat berpikir: apakah ada tempat di dunia yang tidak berurusan dengan kegilaan ini," kata Bajkor kepada New York Times.

"Tidak ada yang bisa membunuhmu di sini, kecuali gunung berapi," katanya.

Gunung berapi Soufriere Hills terakhir meletus pada tahun 1995, dan sistem peringatan harian terus memantau aktivitasnya.

[Gambas:Instagram]


Diprotes warga
Untuk memastikan para turis tidak menimbulkan ancaman bagi penduduk Montserrat, pelancong yang divaksinasi dan tidak divaksinasi wajib menjalani dikarantina selama dua minggu pada saat kedatangan dan mengikuti tes COVID-19.

Kurang dari seperempat dari hampir 5.000 penduduk divaksinasi, sehingga wabah virus bisa sangat berbahaya bagi populasi.

Minggu ini, ada lima kasus yang dilaporkan di pulau Karibia, dan semua pasien dikarantina, menurut juru bicara Kantor Divisi Pariwisata Premier.

Andrew Myers, pemilik toko selam, sebenarnya mempertanyakan mengapa hanya orang-orang yang berpenghasilan lebih dari US$70 ribu yang diundang datang, karena nyatanya pulau masih sepi turis.

Warga Montserrat lainnya juga dilaporkan kesal dengan aturan tersebut, karena faktanya anggota keluarga mereka dari pulau tetangga jadi tak leluasa berkunjung, plus layanan feri publik telah dihentikan.

Perubahan aturan masuk
Namun, aturan masuk yang ketat di pulau ini akan segera berubah.
Mulai 1 Oktober 2021, semua turis yang divaksinasi boleh datang di Montserrat.

Tidak ada gaji minimum yang diperlukan, tetapi wisatawan wajib melakukan karantina lima hari dan mengikuti tes PCR pada hari ke-4.

Ketentuan masa tinggal minimum juga telah diturunkan.

Mengingat bahwa COVID-19 terkendali di pulau Karibia, sebagian besar negara Eropa seharusnya tidak memiliki masalah dengan warga negara yang bepergian ke sana.

Pemerintah Inggris telah menempatkan pulau itu, yang merupakan wilayah Inggris, dalam daftar perjalanan hijau bebas karantina.

Inggris memang memiliki peringatan untuk bencana alam, karena dua pertiga dari pulau itu rentan terhadap aktivitas gunung berapi.

Tidak ada aktivitas vulkanik besar sejak Februari 2010, tetapi tidak dapat dikesampingkan.

Yang juga perlu diketahui, saat ini Montserrat sedang dalam musim badai, yang biasanya berlangsung dari Juni hingga November.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: