MotoGP Amerika: Rossi Sedih 3 Pembalap Meninggal

Sabtu, Oktober 02, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Valentino Rossi sedih banyak pembalap muda meninggal. (AFP/RONNY HARTMANN)


Jelang MotoGP Amerika 2021, Valentino Rossi mengaku sedih melihat tiga pembalap muda meninggal sepanjang tahun ini. Rossi mengatakan pembalap muda terlalu mengambil risiko.
Dean Berta Vinales, sepupu Maverick Vinales, menjadi pembalap muda terakhir yang meninggal tahun ini. Dean Vinales yang masih 15 tahun meninggal usai kecelakaan pada balapan Supersport 300 dalam rangkaian WSBK Spanyol di Jerez, pekan lalu.


Sebelum Dean Vinales, sudah ada Jason Dupasquier yang meninggal usai kualifikasi Moto3 Italia pada 29 Mei lalu dan Hugo Millan yang meninggal pada European Talent Cup GP Aragon pada 25 Juli. Dupasquier meninggal di usia 19, sedangkan Millan masih 14 tahun.

"Apa yang terjadi di Jerez [kematian Dean Vinales] adalah sebuah bencana. Tiga kali tahun ini dengan pembalap muda [meninggal]. Apa yang bisa kita lakukan? Hal paling berbahaya dari balapan ini adalah ketika pembalap jatuh dan terlindas. Risikonya tinggi," ucap Rossi dikutip dari Marca.

Rossi meminta para pembalap muda lebih menghormati rival di atas trek. Pembalap 42 tahun itu menganggap para pembalap muda saat ini lebih sering mengambil risiko.

"Kita harus apa? Pertama, pembalap di belakang harus lebih menghormati bendera kuning. Biasanya pembalap jika melihat bendera kuning, berusaha mengurangi kecepatan sedikit mungkin. Dalam beberapa tahun terakhir pembalap muda lebih agresif dan kita melihat balapan dengan rasa takut," ujar Rossi.

"Ini sangat berbahaya dan kami harus beruntung. Mereka mengambil risiko sangat tinggi dan tidak peduli dengan keselamatan rival. Terutama di Supersport lebih ekstrem daripada Moto3. Ada 42 pembalap di trek, itu terlalu banyak. Hal itu meningkatkan risiko. Sepeda motor sangat berat dan cepat, dan mereka selalu berhimpitan. Tentunya dengan lebih sedikit pembalap akan kurang berbahaya," kata Rossi.

Rossi pun berharap pengelola balapan, dalam hal ini Dorna Sports dan FIM, lebih tegas dalam memberi hukuman kepada pembalap. Langkah itu bisa memberi efek jera, terutama kepada pembalap muda.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: