Shinrin-yoku, Meditasi di Hutan Ala Penduduk Jepang

Sabtu, Oktober 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Shinrin-yoku adalah praktik orang Jepang untuk "memandikan" jiwa dan raganya di tengah alam, dengan tujuan menerima manfaat terapeutik. (istockphoto/microgen)

Pandemi Covid-19 membuat semua orang seakan terkurung di rumah. Wisata alam, seperti trekking atau berkemah di hutan, sudah pasti menjadi primadona di tengah pembatasan kegiatan wisata dan hiburan di dalam ruangan demi mencegah penularan virus.
Di Jepang, rileksasi di hutan punya sebutan shinrin-yoku (森林浴), yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "mandi di hutan".

Shinrin-yoku adalah praktik orang Jepang untuk "memandikan" jiwa dan raganya di tengah alam, dengan tujuan menerima manfaat terapeutik.


Praktik ini dipopulerkan oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang pada tahun 1982 dan hingga kini diaplikasikan di penjuru dunia. Bumi Perkemahan Ranca Upas di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, punya program Healing Forest yang kurang lebih sama.

Latihan shinrin-yoku sebenarnya sangat sederhana: luangkan beberapa jam dari kesibukan Anda, pergilah ke daerah berhutan lebat, dan biarkan jiwa dan raga merasakan keagungan alam, yang kemudian membuat batin lebih damai.

Mengutip SavvyTokyo, sebuah penelitian tentang shinrin-yoku yang dilakukan di 24 hutan berbeda di Jepang menunjukkan fakta bahwa menghabiskan waktu di lingkungan hutan dapat mengurangi konsentrasi kortisol, menurunkan denyut nadi, menurunkan tekanan darah, meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis, dan menurunkan energi saraf simpatik.

Faktanya, setelah hanya 15 menit berada di hutan tekanan darah turun, tingkat stres berkurang, serta konsentrasi dan kejernihan mental meningkat.

Hingga saat ini, ada 44 hutan shinrin-yoku yang terakreditasi di Jepang. 

Khusus di Tokyo, ada lima area hijau di tengah hutan beton yang bisa dikunjungi yakni;  Sayama Hills, Hinohara Tokyo Citizens' Forest, Mount Takao, Institute for Nature Study, dan Arisugawa-no-miya Memorial Park.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: