Sudah Kantongi Sertifikat CHSE, 19 Destinasi Wisata di Pacitan Siap Dibuka

Kamis, Oktober 07, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

 Pemerintah Kabupaten Pacitan menyiapkan 19 destinasi wisata untuk kembali dibuka pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dampak dari pandemi Covid-19. Belasan tempat wisata itu sudah memiliki sertifikat Cleanliness, Healthy, Safety and Environment atau CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 

 

"Baik dari pemerintahan desa, pemkab dan swasta," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan, Tengku Andi Faliandra, Rabu.

 

 

Adapun lokasi wisata yang punya sertifikat CHSE dan dikelola pemerintah desa, seperti Pantai Soge di Desa Kecamatan Ngadirojo. Kemudian, untuk spot yang dikelola Disparpora seperti Pantai Klayar di Kecamatan Donorojo; Gua Gong di Kecamatan Punung; dan Pemandian Air Hangat Tirto Husodo di Kecamatan Arjosari.

 

 

Sedangkan tempat plesir yang dikelola swasta adalah Pantai Teleng Ria di Kecamatan Pacitan. Selain itu, Beiji Park di Kecamatan Pringkuku. "Untuk pengajuan sertifikat CHSE dilakukan secara mandiri masing-masing pengelola secara daring," ujar Andi.

 

 

 

Selain mengurus sertifikat CHSE, kata Andi, pengajuan QR Code untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi dilakukan pengelola destinasi wisata. Namun hingga kini belum diterima.

 

 

"Kalau nanti destinasi wisata sudah diperbolehkan buka dan QR belum didapat, maka pengunjung wajib menunjukkan sertifikat vaksin," kata Andi.

 

 

Awalnya, rencana itu bakal diterapkan di Gua Tabuhan dan Pantai Srau. Sebab, dua lokasi wisata di Kecamatan Punung dan Pringkuku itu termasuk kawasan yang 'miskin' sinyal internet. Oleh karena itu, awal tahun depan akan dipasang fasilitas Wi-Fi.

 

 

Persiapan serupa juga tengah diupayakan bagi hotel, homestay, restoran, cafe maupun rumah makan. Pengusaha juga diminta mengajukan sertifikat CHSE dan QR Code aplikasi PeduliLindungi. "Bila PPKM sudah turun level 2 bisa sama-sama dibuka secara terbatas," kata Andi.

 

Sumber :tempo

0 comments: