Terkini Bisnis: NIK Bakal Jadi NPWP hingga 2 Sektor Moncer Imbas PON Papua

Senin, Oktober 04, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang Ahad siang, dimulai dari Kementerian Keuangan kaji dampak NIK bakal jadi NPWP hingga dua sektor yang bakal moncer karena PON Papua.

 

 

Adapula berita 35 hotel di Bali lolos verifikasi menjadi tempat karantina wisatawan mancanegara dan Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Sota Merauke.

 

 

Berikut berita terkini ekonomi dan bisnis sepanjang siang ini:

 

1. Soal Nomor Induk Kependudukan Bakal Jadi NPWP, Kemenkeu Kaji Dampaknya

 

 

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari mengatakan Kementerian Keuangan masih mengkaji penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

 

"Saat ini masih dilakukan kajian, salah satunya untuk mengantisipasi dampaknya terhadap sistem yang menggunakan NPWP sebagai identitas," kata Puspasari saat dihubungi, Ahad.

 

Namun Puspa belum dapat memberitahu kapan perkiraan kajian tersebut rampung.

 

Adapun rencana penggunaan NIK sebagai NPWP termaktub dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan bakal segera disahkan di sidang paripurna DPR pada 5 Oktober 2021.

 

"RUU ini juga akan memperkuat reformasi administrasi perpajakan yang saat ini dilakukan oleh pemerintah, melalui implementasi NIK sebagai NPWP untuk Wajib Pajak orang pribadi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan resmi pada Kamis lalu.

 

2. 35 Hotel di Bali Lolos Verifikasi Jadi Tempat Karantina Wisatawan Mancanegara

 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung Bali  I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan 35 hotel di Pulau Dewata telah lolos verifikasi sebagai tempat karantina untuk wisatawan mancanegara. Puluhan hotel tersebut siap menyambut turis asing seumpama gerbang wisata internasional Bali resmi dibuka.

 

“Selain 35 hotel yang sudah lolos, ada 55 lagi yang sedang kami proses dan lokasinya tersebar di seluruh titik di Bali,” ujar Rai saat dihubungi Tempo, Ahad.

 

Untuk lolos verifikasi menjadi tempat karantina, kata Rai, hotel harus memiliki beberapa kriteria. Di antaranya, hotel tersebut telah mengantongi sertifikasi CHSE atau cleanliness, health, safety, environment sustainability. Kemudian, hotel memiliki kerja sama dengan rumah sakit yang ditunjuk pemerintah.  

 

Selanjutnya, hotel siap memfasilitasi tamu untuk melakukan karantina selama lima atau delapan hari dengan fasilitas sarapan, makan malam, serta binatu. Kemudian, seluruh petugas hotel wajib memperoleh vaksin Covid-19 dengan dosis lengkap atau dua kali vaksin.

 

Hotel dapat mengajukan entitasnya sebagai tempat karantina kepada PHRI. Nantinya, kata Rai, PHRI akan melakukan proses verifikasi bersama Dinas Kesehatan Bali, Dinas Pariwisata Bali, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

 

3. Kunjungi Pasar Sota Merauke, Jokowi Dialog dengan Mama Penjual Pisang

 

Presiden Jokowi menyempatkan diri melihat secara langsung Pasar Sota setelah meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Minggu.

 

Berdasarkan keterangan tertulis Biro Pers Sekretariat Presiden, di pasar yang menjadi salah satu fasilitas di sekitar PLBN Sota tersebut, Presiden sempat berbincang-bincang dengan seorang mama-mama penjual serta membeli bawang dan pisang.

 

Saat membeli pisang, Jokowi bertanya berapa harga satu sisir pisang. "Lima ribu," ucap mama penjual kepada Presiden.

 

"Saya beli empat, jadi semua dua puluh ribu rupiah," kata Presiden. Namun, Presiden memberikan uang Rp 100 ribu sebanyak 10 lembar.

 

"Saya beli pisang Rp 20 ribu. Jadi kembalinya berapa?" tanya Presiden.

 

"Kembalinya terima kasih Bapak Presiden," ucap mama-mama disambut senyum Presiden.

 

4. Dua Sektor Ini yang Diprediksi Moncer Imbas Perhelatan PON Papua

 

Dua sektor ekonomi di Papua diprediksi moncer imbas penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan sektor yang akan tumbuh pesat adalah konstruksi dan akomodasi.

 

“Pertama, infrastruktur yang dibangun untuk penyelenggaraan PON, terutama di sektor konstruksi, itu menggerakkan sumber daya lokal yang bersumber dari Papua dan provinsi sekitarnya,” ujar Tauhid saat dihubungi, Minggu.

 

 

Pertumbuhan ekonomi setempat terdorong oleh pelibatan masyarakat lokal dalam pembangunan sejumlah infrastruktur untuk proyek-proyek padat karya. Sebelumnya pemerintah telah mengembangkan beberapa infrastruktur, seperti bandara hingga stadion untuk tempat penyelenggaraan PON.

 

 

Selain itu, sektor yang diprediksi mengalami pertumbuhan di jalur positif adalah akomodasi yang di dalamnya ada makanan dan minuman. Kebutuhan penginapan serta konsumsi bagi para atlet, pendamping, dan pelatih akan meningkatkan okupansi hotel di titik-titik penyelenggaraan PON. 

 

PON juga akan menggerakkan bisnis kuliner untuk restoran hingga UMKM setempat penyedia makanan lokal. Kemudian, agenda olahraga empat tahunan ini juga akan menggerakkan sektor pariwisata setempat. 

 

“Mereka (atlet) menghabiskan sisa waktu berwisata di sekitar lokasi. Dampaknya tenan-tenan yang terlibat, pelaku UMKM, penyedia makan minum, oleh-oleh, kerajinan dan sebagainya akan mengalami peningkatan penjualan,” kata Tauhid. 

 


Sumber : Tempo


 

0 comments: