Yogyakarta Penuh Wisatawan, Sultan HB X Usul Destinasi Wisata Buka Semua

Selasa, Oktober 05, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menunggu respons pemerintah pusat soal usulan membuka seluruh destinasi wisata di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3. Permintaan itu menyusul kondisi Yogyakarta yang saat ini "kebanjiran" wisatawan.

 

 

Kendati masih dalam PPKM Level 3, hampir semua tempat di Yogyakarta ramai pengunjung dari luar provinsi tersebut. Padahal, pemerintah baru membolehkan tujuh destinasi wisata yang buka di masa PPKM Level 3. Tujuh destinasi wisata itu adalah Tebing Breksi, Taman Wisata Merapi Park, dan Candi Ratu Boko di Kabupaten Sleman; Hutan Pinus Mangunan, Seribu Batu, dan Pinus Pengger di Kabupaten Bantul; serta Kebun Binatang Gembira Loka di Kota Yogyakarta.

 

 

Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, kunjungan wisatawan kian membeludak, bahkan masuk ke destinasi wisata yang belum boleh beroperasi. Kondisi ini terutama terjadi di sepanjang pantai selatan Yogyakarta. "Sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah pusat. Jadi, belum ada tambahan untuk objek wisata yang buka," kata Sultan di Yogyakarta, Senin.

 

 

Ads by Kiosked

Sultan mengusulkan agar pemerintah pusat mengizinkan seluruh destinasi wisata di Yogyakarta buka untuk memudahkan pengawasan. Apabila objek wisata resmi buka, maka ada petugas yang berjaga mengawasi pengunjung dan ini lebih efektif dalam mencegah penularan Covid-19.

 

 

"Yang penting sudah saya kemukakan soal (pembukaan seluruh destinasi) itu," kata Sultan. "Daripada tidak boleh buka, tetapi kenyataannya bus-bus wisata terus masuk Yogyakarta, kalau saya cenderung buka saja supaya ada petugas yang mengawasi."

 

 

Sultan Yogyakarta turut menyoroti wisatawan yang tak pernah surut di Malioboro, Kota Yogyakarta. "Ya piye (bagaimana), mau apalagi? Yang penting wisatawan yang datang itu sudah divaksin semua," ujar Sultan.

 

 

Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DI Yogyakarta, Noviar Rahmad mengatakan jumlah wisatawan datang ke Yogyakarta akhir-akhir ini terus bertambah. Kenyataannya, ada sejumlah pengelola destinasi wisata yang nekat buka, meski belum berizin. Kucing-kucingan ini yang mengakibatkan petugas kesulitan mengawasi.

 

 

Mengenai penyekatan akses ke destinasi wisata, menurut Noviar, juga bukan hal mudah untuk diterapkan. Musababnya, masyarakat menolak jika petugas menyekat suatu jalur karena mereka juga membutuhkan kedatangan wisatawan dan kesulitan saat hendak keluar masuk wilayah. "Petugas justru bersitegang dengan masyarakat di sekitar destinasi wisata, bukan dengan wisatawan," katanya.

 

 

 

Sumber :tempo

0 comments: