6 Fakta Menarik Boyolali, New Zealand van Java

Jumat, November 12, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Gunung Merapi

Boyolali adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat administrasinya berada di Kemiri dan Mojosongo, terletak sekitar 25 km sebelah barat Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan di utara; Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, dan Kota Surakarta (Solo) di timur.

Sedangkan, di selatan berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) serta Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang di barat. Kabupaten ini termasuk kawasan Solo Raya. Kabupaten Boyolali terdiri dari 19 kecamatan, 6 kelurahan, dan 261 desa.

Pada 2017, jumlah penduduknya mencapai 989.776 jiwa dengan luas wilayah 1.008,45 kilometer persegi dan sebaran penduduk 981 jiwa/kilometer persegi. Pusat pemerintahan berada di kecamatan Boyolali.

Daerah ini punya beberapa gunung yang terkenal yaitu Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Kedua gunung tersebut menjadikan kondisi tanah di Boyolali sangat subur. Hal ini menjadikan Boyolali menjadi salah satu lumbung pangan bagi Provinsi Jawa Tengah.

Selain potensi bidang pertanian dan peternakan, potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Boyolali adalah kawasan industri. Sebagai daerah yang menjadi jalur transportasi nasional dan regional yang menghubungkan Kota Surakarta – Semarang – dan Surakata -Yogyakarta, Boyolali menjadi daerah yang sangat strategis dalam roda perekonomian di Jawa Tengah

Tentu bukan itu saja hal-hal menarik dari Boyolali. Berikut enam fakta menarik seputar Kabupaten Boyolali yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.

1. Julukan Boyolali

Boyolali punya julukan New Zealand Van Java atau Selandia Baru dari Jawa. Keduanya sama-sama menjadi produsen susu. Kalau New Zealand dikenal sebagai negara produsen susu dan daging sapi, Boyolali merupakan daerah produsen susu terbesar di Pulau Jawa.

Boyolali juga menjadi salah satu pemasok daging sapi lokal di Jawa. Di Kecamatan Ampel banyak ditemui pemotongan hewan serta pusat produsen berbagai macam abon sapi. Julukan tersebut juga membuat Boyolali disebut sebagai Kota Susu. Boyolali juga memiliki flora dan fauna khas, yakni sapi lokal dan Mawar Pager.

2. Sejarah Nama Boyolali

Mendengar nama Boyolali, sepintas terpikir artinya yakni 'buaya lupa'. Dari pemahaman sekilas, dugaan awalnya asal nama Boyolali berkaitan dengan cerita buaya yang lupa diri. Rupanya asal nama Boyolali tak ada hubungannya dengan hewan pemangsa itu. Dari berbagai versi yang ada, salah satu yang paling sering diceritakan adalah kisah Kyai Ageng Pandanarang pada abad ke-16.

Saat itu, Ki Ageng Pandanarang atau yang lebih dikenal Tumenggung Notoprojo diutus oleh Sunan Kalijaga pergi ke Gunung Jabalakat di Tembayat, Klaten untuk menyiarkan agama Islam. Ki Ageng pun pergi bersama istri dan anaknya. Dalam perjalanannya dari Semarang menuju Klaten, Ki Ageng banyak melewati rintangan. Ia berjalan cukup jauh, sehingga anak dan istrinya tertinggal di belakang.

Perjalanan pun dilanjutkan hingga mereka tiba di suatu tempat yang ada banyak pohon bambu kuning atau bambu ampel. Dalam menempuh perjalanan ini, Ki Ageng semakin meninggalkan anak dan istrinya di belakang. Sembari menunggu, Ki Ageng pun beristirahat lebih dulu di sebuah batu besar.

Setelah berhasil menyusul Ki Ageng, Nyi Ageng berkata kepada suaminya, "Kyai, baya wis lali, teka ninggal bae" yang artinya "Kyai, kelihatannya lupa ya sampai-sampai meninggalkan kami". Konon, dari kata Nyai Ageng tersebut kemudian daerah tersebut diberi nama Bayalali atau Boyolali.


3. Wisata Alam

Keindahan alam Boyolali membuat daerah ini punya banyak kawasan wisata alam. Salah satunya adalah Air Terjun Kedung Kayang yang berlokasi di Desa Klakah yang berjarak 5 km ke arah barat dari Kecamatan Selo.

Daerah wisata ini memiliki pemandangan alam berupa air terjun yang terletak di antara dua kabupaten, yaitu Boyolali dan Magelang. Air Terjun Kedung Kayang yang memiliki ketinggian 30 meter ini masih alami dan belum dieksploitasi besar-besaran, karena jalan menuju ke objek wisata tersebut seperti layaknya jalan di daerah perkampungan. Di sekitar objek wisata ini terdapat tanah datar yang cocok untuk area perkemahan. Fasilitas yang tersedia berupa penginapan/ homestay, perkemahan, dan warung.

Ada pula objek wisata Gunung Merapi salah satu gunung berapi teraktif di dunia, selain itu pemandangan alamnya sangat indah serta panorama alam masih asli. Bagi pecinta alam yang senang berpetualang merupakan jalur terpendek untuk mencapai puncak gunung Merapi empat jam dan untuk mencapai puncak gunung Merbabu delapan jam. Dengan mendaki puncak Merapi para pendaki dapat melihat matahari terbit.

Setiap malam 1 Suro diadakan Upacara Tradisional Sedekah Gunung sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Fasilitasnya antara lain TIC (Tourism Information Centre) Joglo Merapi I, Home Theatre New Selo, Wall Climbing, Lapangan Tenis, Gedung Diklat, Bungalow Tersenyum, homestay dan masih banyak lagi.

4. Agrowisata Sapi Perah

Kabupaten Boyolali terkenal dengan usaha pengembangan sapi perah dan penggemukan sapi. Iklim yang dingin memungkinkan pemeliharaan sapi perah. Daerah Cepogo ditetapkan menjadi lokasi agrowisata sapi perah.

Jika ingin lebih ke atas ke dekat puncak Merapi dan Merbabu, di kawasan kecamatan Selo terdapat Desa Wisata Samiran yang juga menjadi basis agrowisata sapi perah di Boyolali. Kalau Anda berkunjung ke Boyolali, sempatkanlah datang ke tempat pemerahan sapi yang terletak di Kecamatan Cepogo. Kondisi kendaraan harus prima karena medan yang menanjak dan jalan yang berkelok-kelok.

Anda dapat melihat proses pemerasan susu sapi, selain bisa mencoba ikut memerah susu sapi dengan tuntunan peternak. Yang pasti, Anda dapat meminum susu yang masih segar hasil perasan peternak sapi, sekaligus hasil-hasil olahan susu, seperti keju, yogurt, kerupuk susu, stik susu, dan dodol susu.

Keju dengan merek "Meneer" merupakan produksi pabrik keju PT Nedin yang berlokasi di Desa Samiran dan menggunakan susu asli Samiran. Yogurt dengan merek "Mer's Yogurt" juga produksi desa Samiran. Melalui produk-produk tersebut diharapkan bisa menaikkan kembali citra Boyolali sebagai Kota Susu.


5. Kuliner Khas Boyolali

Makanan atau kuliner khas Boyolali banyak yang terbuat dari sapi dan susu. Ada Soto Seger Khas Boyolali yang sangat segar saat disantap, seperti namanya. Soto ini menggunakan kuah yang bening dan kental, kaya akan rempah. Isi soto meliputi taoge, seledri, nasi, daging ayam atau daging sapi dan bisa ditambah dengan aneka gorengan dan sundukan atau satai jeroan.

Ada pula Nasi Tumpang khas Boyolali yang bahan bakunya adalah tempe busuk atau yang biasa disebut tumpang. Tempe busuk ini sengaja dibusukkan untuk memberi rasa dan aroma yang khas pada nasinya. Sebagai pendamping, nasi tumpang disajikan dengan berbagai macam sayuran seperti daun singkong, kacang, taoge dan sayuran lain.

Yang termasuk unik adalah jenang pecel atau bubur pecel, yaitu bubur sumsum yang dicampur dengan pecel. Biasanya banyak jenang pecel dijual di area Pasar Sunggingan yang ada di Jalan Garuda Boyolali. Sebagai salah satu penghasil susu segar terbaik dan terbesar di Indonesia, Boyolali punya susu segar yang terkenal gurih, creamy dan teksturnya lembut. Saking terkenalnya, susu Boyolali bahkan menjamur sampai kota Solo.

Susu segar tidak hanya diminum langsung, tapi juga bisa diolah menjadi berbagai makanan atau minuman, seperti tahu susu. Ada juga dodol susu yang dibuat dari susu segar pilihan yang aman tanpa bahan kimia tambahan. Dodol susu banyak dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Boyolali.

6. Sedekah Gunung

Ada banyak acara dan tradisi budaya di Boyolali. Salah satu yang paling dikenal adalah Sedekah Gunung. Upacara ini diadakan di Desa Lencoh, Kecamatan Selo setiap malam 1 Suro. Acara ini merupakan prosesi persembahan kepala kerbau dan sesaji ke kawah gunung Merapi sebagai tanda syukur masyarakat Selo dan sekitarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Upacara ini dimeriahkan dengan tarian dan atraksi oleh masyarakat setempat. Waktu pelaksanaan mulai pukul 22:00 sampai 24:00, dan diakhiri dengan kirab potongan kepala kerbau serta gunungan nasi jagung sebagai sesaji yang diletakkan di Pasar Bubrah.

Ada tiga acara utama selama prosesi upacara berlangsung, yaitu kirab sirah maeso atau kepala kerbau, kirab saji Gunung Merapi serta kirab ratusan obor. Kirab ratusan obor menjadi daya tarik lebih karena baru diadakan pada 2010.Tradisi ini bermula dari ritual tolak bala yang dilakukan Pakubuwono X dari Kasunanan Surakarta dengan menumbalkan seekor kerbau ke Gunung Merapi. Seiring waktu, kini warga hanya menumbalkan bagian kepalanya saja.


Sumber : liputan6

0 comments: