7 Tradisi Warisan Budaya Takbenda Asal Jawa Barat (Bagian 2)

Kamis, November 04, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Angklung Dogdog Lojor (dok. warisanbudaya.kemdikbud.go.id)

Sederet karya budaya asal Jawa Barat dinobatkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2021. Pada bagian pertama telah dibahas mengenai karya budaya seperti Angklung Bungko, Gantangan, Gong Si Bolong, Toleat, Badeng, Rengkong, hingga Bangkong Reang.

Pada bagian kedua ini, kembali akan menghadirkan sederet karya budaya lainnya. Apa saja? Simak selengkapnya seperti dilansir dari laman Warisan Budaya Kemdikbud, Rabu, 3 November 2021 berikut ini.

1. Angklung Dogdog Lojor

Nama alat musik tradisional ini berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda, yakni dogdog dan lojor. Dogdog adalah nama alat musik yang bila dipukul menimbulkan bunyi "dog dog", sedangkan kata lojor dalam bahasa Sunda Banten artinya panjang. 

Pada masa lampau, kesenian ini adalah alat perlengkapan upacara adat, seperti acara turun nyambut, tebar (benih), ngaseuk atau tandur, sapangjadian, prah-prahan, mapag parebeukah, mabay, mipit atau dibuwat (panen), nyimbur, ngunjal, nutu, nganyaran, hingga seren taun. Kesenian ini dapat juga dipergelarkan untuk keselamatan sesudah membuat rumah, menempati pemukiman atau tempat yang baru, kenduri khitanan dan pernikahan, dan ritual malem opatbelasna.

2. Merlawu

Merlawu adalah tradisi warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing, Ciamis. Upacara adat ini sederhananya adalah berziarah ke makam leluhur yang bertujuan untuk mengingat jasa para leluhur Desa Kertabumi.

Selain masyarakat Kertabumi, warga dari luar Desa Kertabumi juga ikut menghadiri pelaksanaan tradisi yang diadakan di Situs Gunung Susuru Desa Kertabumi. Kegiatan tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat luar yang ingin mengetahui prosesi pelaksanaan tradisi merlawu dari awal sampai akhir acara. 

3. Payung Geulis

Atalia Praratya Ridwan Kamil di Festival Indonesia Moscow.

Sesuai namanya, payung geulis adalah payung yang cantik dan bernilai estetis tinggi. Payung ini hanya diproduksi di Tasikmalaya dan menyimpan nilai historis.

Rangka payung ini terbuat dari bambu, pegangan payung terbuat dari kayu, dan tudungnya terbuat dari bahan sejenis kertas semen yang pada saat ini sudah mulai terbuat dari bahan jenis kain. Perajin lalu menghias tudungnya dengan beragam motif, khususnya bunga-bungaan, untuk mempercantik tampilan payung.

4. Tari Cepet Sukabumi

Dikutip dari Kebudayaan Kemdukbud, Rabu, 3 November 2021, sejarah tarian ini tak lepas dari sejarah sekelompok warga Jawa Tengah yang berjumlah sekitar 200 orang pada 1935 dibuang oleh Belanda ke daerah hutan di Kabupaten Sukabumi. Kondisi hutan yang masih banyak dihuni binatang buas dan mahluk halus membuat mereka tidak nyaman untuk tinggal.

Upaya ritual dilakukan, yaitu dengan mengadakan upacara Ngabungbang. Dalam upacara itu dibutuhkan 12 penari laki-laki yang mengenakan cepet atau topeng. Waditra yang digunakan untuk mengiringi tari hanya berupa iringan bunyi kentongan bambu.

5. Nyuguh

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri upacara adat Nyuguh di Kampung Adat Kuta. (Istimewa)

Nyuguh adalah prosesi yang digelar sejak dahulu secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Kampung Adat Kuta kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil bumi. Menurut beberapa sumber yang berkembang di lingkungan masyarakat, Nyuguh selalu dilaksanakan pada 25 safar setiap tahunnya.

Puncak tradisi ini adalah mengarak dongdang atau tandu yang berisikan makanan, seperti ketupat dan sejenisnya, yang diperoleh dari hasil bumi sekitar Kampung Adat Kuta dan dilanjutkan dengan makan bersama di ujung jalan kampung. Makanan tersebut dibawa dan pada kegiatan tersebut seluruh masyarakat saling berbagi satu sama lain.

6. Batik Dermayon

Batik dermayon yang dimaksud adalah batik Paoman. Paoman adalah nama desa di Indramayu tempat pengrajin batik berada dan dikerjakan oleh para istri nelayan.

Pembuatannya dilakukan secara tradisional dengan menggunakan canting dan cap hingga muncul batik tulis dan batik cap. Bahan pokok pembuatan adalah malam, zat warna, kain (mori, sutera). Peralatannya meliputi canting, gawangan, kompor, bak pencelupan, plorodan, camplangan.

7. Jipeng

Dikutip dari Kebudayaan Kemdikbud, jipeng adalah kesenian tradisional di Jawa Barat yang diciptakan dengan menggabungkan tiga unsur seni, yaitu tanji/tanjidor, ketuk tilu/kliningan, dan topeng (Sandiwara Sunda). Seni jipeng terbentuk pada 1923 dan kala itu, kesenian yang ada dan kerap dimainkan di Kasepuhan Ciptagelar adalah tanji. Biasanya, kesenian ini kerap menjadi bagian dari proses kegiatan yang dilakukan di huma dan sawah milik kasepuhan. 



Sumber : liputan6.com

0 comments: