Anda Bisa Dukung Perokok Aktif Berhenti Merokok dengan Cara Begini

Rabu, November 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Anda yang merupakan perokok pasif memang tidak mengisap rokok secara langsung, tetapi ikut menghirup asap rokok yang dikepulkan perokok aktif di sekitar Anda. / Foto: ilustrasi/healthline

JAKARTA - Berada serumah dengan perokok aktif merupakan sesuatu yang mengerikan. Ya, secara otomatis Anda akan jadi perokok pasif, terlebih jika merokoknya di dalam rumah.

Perokok pasif jangan dianggap sepele. Anda memang tidak mengisap rokok secara langsung, tetapi Anda ikut menghirup asap rokok yang dikepulkan perokok aktif di sekitar Anda.
Asap rokok tersebut jika terkumpul bertahun-tahun dalam tubuh akan meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan sebagai perokok pasif untuk menghindari risiko PPOK akibat perokok aktif yang tinggal serumah dengan Anda?

Ketua Pengurus Pusat PERPARI-PAPDI, Dr.dr. Arto Yuwono Soeroto, Sp.PD, menyarankan agar Anda berani bilang kepada perokok aktif untuk coba berhenti merokok selamanya. Ini menjadi sangat penting karena menentukan kualitas kesehatan di masa depan.

"Buat Anda yang tinggal serumah dengan perokok aktif, nasihatin si perokok aktif tersebut untuk berhenti merokok. Itu solusi terbaik menghindari Anda dari risiko PPOK yang mengancam nyawa," kata dr Arto di sesi webinar kesehatan, Selasa (23/11/2021).

Nasihat yang bisa dilakukan kepada si perokok aktif, lanjut dr Arto, bisa dengan menanyakan kepada yang bersangkutan apakah mau berhenti merokok atau tidak. Lalu, kalau si perokok aktif ada keinginan buat berhenti, dokter bisa membantu.

"Sekarang sudah ada obat-obatan yang bisa membantu proses berhenti merokok, asal sudah punya niat. Kalau enggak ada niat, ya, susah," terangnya.

Dokter Arto menegaskan bahwa hingga kini tidak ada obat di dunia yang bisa membuat seseorang berhenti merokok. Obat untuk membuat seseorang berniat berhenti merokok pun tidak ada.

"Kalau sudah ada niat, bisa dibantu dengan obat. Obat ini dipakai untuk membuat perokok aktif yang mau berhenti merokok dibuat tidak terlalu tersiksa efek mulai melepaskan kebiasaan merokoknya," ujarnya.

Pada proses berhenti merokok, beberapa kasus yang ditemukan adalah rasa tidak enak, lalu pusing kepala. Ini terjadi efek dari putus rokok. "Gejalanya bisa pusing, gelisah, enggak bisa mikir, enggak bisa tidur, maunya makan saja, macam-macam gejalanya," tambah dia.

"Nah, gejala itu bisa dibantu dengan obat-obatan. Jadi, jika di rumah ada yang mau berhenti merokok, dukung dan jika perlu datang ke dokter untuk dibantu supaya efek putus rokoknya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari," saran dr Arto.


Sumber : sindonews.com

0 comments: