Bekas Pabrik Tekstil Tanggulangin dan Cerita Seram yang Menyertainya

Kamis, November 11, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pada zaman Belanda, bangunan di Jalan Raya Tanggulangin Nomor 36, Sidoarjo, itu difungsikan sebagai pabrik gula. Begitu Indonesia merdeka, bangunan tersebut dijadikan pabrik tekstil. Saat krisis moneter 1999, pabrik ditutup permanen. Sejak saat itu, beragam kejadian mistis bermunculan.

 

 

MALAM itu, Tony tampak santai membakar sate. Tangan pedagang sate tersebut cekatan mengipasi arang hingga asap beraroma khas terus membubung. Tidak ada yang bertanya soal pabrik tekstil. Namun, tiba-tiba dia membuka obrolan. ’’Arep laopo, Mas? Golek setan yo? (Mau ngapain, Mas? Cari setan ya?),’’ katanya dengan tangan yang masih setia mengipasi sate.

 

 

Hujan deras mengguyur kawasan pabrik tekstil Kamis malam. Kala itu Jawa Pos sedang berteduh di warung sate milik Tony yang tepat berada di sebelah pintu masuk pabrik. Ini adalah tahun ketiga dia berjualan sate di depan pabrik tekstil.

 

 

’’Pokoknya jangan coba-coba masuk. Bahaya,’’ larangnya tegas.

 

 

Tony tak asal ngomong. Dia sudah sering mendengar, bahkan melihat sendiri kisah mistis di pabrik tua itu. ’’Setahun lalu, sempat ada mahasiswa yang coba masuk pabrik. Mereka ingin tahu seberapa seram di dalam,’’ kata Tony memulai cerita. Lalu, bagaimana hasilnya? ’’Dia masuk (pabrik) masih sehat. Pas keluar sudah nggak bisa jalan. Mahasiswa itu lumpuh,’’ lanjutnya dengan logat Madura yang kental.

 

 

Mahasiswa tersebut kemudian dibopong pulang oleh teman-temannya. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu bagaimana kondisinya.

 

 

’’Seingat saya mahasiswa itu orang Lamongan,’’ tambahnya. Pernah juga ada paranormal yang sok jago. Dia mau mengambil ’’penunggu’’ yang ada di dalam pabrik. Untuk masuk, dia menjanjikan satpam pabrik imbalan Rp 40 juta.

 

 

Karena tergiur, oknum satpam itu mengizinkan sang paranormal masuk. Bukannya berhasil, paranormal tersebut malah lari terbirit-birit.

 

 

’’Penunggu itu marah. Malah balik minta tumbal satu orang sebagai gantinya. Sudah minta tumbal, satpam nggak dapat uang yang dijanjikan,’’ jelas Tony.

 

 

Sejak saat itulah, akses masuk pabrik benar-benar dilarang. Siapa pun itu tak boleh masuk. Larangan tersebut membuat orang makin penasaran. Tony berkisah, ada pelanggannya yang sempat memotret pabrik. Kemudian diunggah di WhatsApp Story. Setelah itu, orang tersebut makan sate milik Tony. ’’Belum selesai makan, orang itu teriak-teriak ketakutan. Katanya ada orang Belanda yang mendatanginya. Setelah saya suruh hapus fotonya, hantu itu baru hilang,’’ jelas Tony.

 

 

Jawa Pos kemudian mendatangi satpam yang berjaga. Pria yang enggan disebutkan namanya itu menjaga pabrik sejak 1989. Dia menjelaskan, tempat yang difoto pria yang diceritakan Tony adalah kantor yang baru dibangun sebelum krisis moneter. Tempatnya berada di sisi utara pintu masuk. ’’Memang ada noni Belanda di situ. Kadang juga pindah di sebelah selatan,’’ kata si satpam.

 

 

Ahli spiritual M. Syaichu Amrullah yang menemani Jawa Pos membenarkan hal itu. Saat mengamati bangunan bergaya Belanda, dia melihat ada noni yang berjaga.

 

 

 Hanya ada satu yang berani menampakkan diri. Intinya, dia merasa bangunan itu adalah rumahnya. Dia tidak ingin rumahnya dikunjungi makhluk lain. Makanya dijaga sampai kapan pun,’’ ungkap pria yang akrab disapa Aam tersebut.

 

 

Bagaimana dengan yang ada di dalam pabrik? Satpam tidak mengizinkan Jawa Pos untuk masuk. ’’Nanti kalau sampean masuk, saya dipecat. Siapa yang tanggung jawab?’’ tanya satpam yang asli Jogjakarta itu. Dia kemudian memilih untuk bercerita. Sejak 1989, dia bersama istri dan kedua anaknya tinggal di dalam pabrik.

 

 

’’Dulu ada empat rumah. Yang tiga sudah roboh. Yang satu saya tempati sama keluarga,’’ jelasnya. Di dalam, luas lahan mencapai 8 hektare. Meski pabrik sudah tidak beroperasi, masih ada satpam yang berjaga.

 

’’Karena masih banyak mesin. Takut dicuri orang,’’ jelasnya. Nah, karena sudah tinggal selama 32 tahun di dalam pabrik, dia dianggap sebagai pawang tempat itu. ’’Aman-aman saja kok, Mas. Anak saya juga tidak takut. Yang angker justru asrama yang ada di utara pabrik ini,’’ tambahnya.

 

 

Mendengar penuturan itu, Jawa Pos tertarik mendatangi asrama yang dimaksud. Ternyata, bangunannya sudah rapuh. Genting sudah tidak ada. Tembok berlumut. Yang bikin lebih seram, di belakang asrama, ada tempat pemakaman umum. Begitu sampai, Aam melihat ada sambutan dari wanita tua dengan mata melotot.

 

 

’’Saya lihat dia (wanita tua) ada sebelum asrama ini dibangun. Dia ada untuk menjaga dan meminta orang yang datang untuk menjauh,’’ jelas ahli supranatural asli Sidoarjo tersebut. Selain itu, ada beberapa makhluk halus yang menghuni asrama tersebut. ’’Ada pocong yang cukup besar juga,’’ katanya.

 

 

Satpam pabrik memang tidak membantah hal itu. Meski asrama cukup dekat dengan perkampungan, tetap saja masih ada orang yang sering diganggu.


 "Banyak penjual yang sering diganggu kalau lewat situ,’’ tandas satpam pabrik

 

 

Sumber :jawapos.com

0 comments: