Bersulang dalam Sejarah Kota Tequila, Kampung Jose Cuervo

Jumat, November 26, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Tanaman agave di kota Tequila, Meksiko, yang sedang dipanen untuk disuling menjadi minuman Tequila. (AFP/ULISES RUIZ)


Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak kuliner yang dinamakan dari tempat kelahirannya. Seperti pizza dan pasta dari Italia atau rendang dari Indonesia.
Di Meksiko - destinasi wisata terbaik untuk tahun 2022 versi Travel and Leisure - juga telah lama dikenal sebagai "Negara Tequila".

Di negara ini ada kota Tequila yang merupakan produsen utama minuman fermentasi alkohol itu.

Tequila adalah kotamadya berpenduduk sekitar 27 ribu orang sekitar satu jam perjalanan dari Guadalajara, kota terbesar kedua di Meksiko dan ibu kota negara bagian Jalisco.

Kota yang indah ini adalah salah satu dari sekitar 100 tempat yang ditetapkan sebagai Pueblos Magicos (Kota Ajaib) oleh pemerintah Meksiko; pedesaan di sekitar Tequila didominasi oleh pertanian jagung dan gunung berapi aktif setinggi 3.000 meter, serta perkebunan agave yang membentang ke segala arah.

Kebun agave itu merupakan asal muasal lahirnya minuman Tequila yang populer di dunia.

Agave adalah tanaman sukulen asli Meksiko yang berbentuk besar dan berumur panjang. Jenisnya beragam.

Dahulu kala, tanaman ini digunakan sebagai bahan pembuatan tekstil, perkakas, sampai makanan dan minuman.

Beberapa saat setelah penaklukan Spanyol, orang-orang Meksiko mulai memurnikan agave yang difermentasi yang disebut mezcal, dinamai dari bahasa Nahuatl yang berarti "agave yang dimasak."


Salah satu area produksi mezcal yang terkenal adalah di sekitar kota Tequila, di mana tanah vulkanik terbukti menjadi lahan subur untuk menanam agave.
Mengutip The Daily Meal, warga di sana menjadi pelopor dalam pembotolan mezcal di akhir 1800-an dengan merk 'mezcal de Tequila', yang kemudian disingkat menjadi 'Tequila'.

Peraturan pemerintah Meksiko yang disahkan pada tahun 1949 secara resmi menetapkan Tequila sebagai produk yang berbeda dari mezcal, yang mewajibkan Tequila diproduksi di wilayah terbatas dan hanya dari spesies tanaman tertentu, agave biru Weber.

Produsen Tequila kemudian bermunculan, dan menggoreskan nama dalam sejarah minuman ini.

Keluarga Jose Cuervo menerima lisensi dari Kerajaan Spanyol untuk memproduksi mezcal pada tahun 1795, dan Cenobio Sauza, mantan karyawan Cuervo, membuka tempat penyulingan sendiri pada tahun 1873 dan memainkan peran utama dalam promosi minuman ini ke seluruh dunia.

Tempat penyulingan lain seperti Orendain dan Fortaleza juga ikut legendaris, tetapi penyulingan La Rojeña Cuervo, didirikan pada tahun 1812 di alun-alun utama Tequila menjadi yang paling terkenal.

Jose Cuervo - masih milik keluarga, 11 generasi setelah Jose asli - saat ini adalah produsen tequila paling terkenal dan terbesar di dunia.


Di La Rojeña, mereka menggelar wisata kuliner sehingga wisatawan bisa mengetahui proses penanaman hingga penyulingannya.

Tur ke ladang agave di sekitar kota dan di dasar gunung berapi juga ditawarkan oleh beberapa tempat penyulingan lain.

Usai menyesap Tequila, wisatawan bisa mengisi perut di "cantina" legendaris La Capilla, yang berlokasi beberapa blok dari alun-alun utama.

Di sini seorang tamu dapat duduk di meja plastik murah dan menikmati paloma yang menyegarkan atau mungkin batanga - La Capilla asli adalah campuran tequila, jeruk nipis, Coca-Cola dan garam, kemudian diaduk dengan pisau.

Saat ini, perubahan iklim membuat pemilik kebun agave di kota Tequila menjadi ketar-ketir.

Pasalnya, naiknya suhu Bumi mengancam kekeringan dan musim panen yang tak pasti, yang tentu saja berakibat pada lunturnya rasa asli agave. 

Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: