Buka Kantor Perwakilan di Lithuania, Taiwan Pancing Kemarahan China

Jumat, November 19, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Taiwan buka kantor perwakilan di Lithuania. Foto/Yahoo
VILNIUS - Taiwan membuka kantor perwakilan di Ibu Kota Lituania , Vilnius, pada Kamis kemarin. Langkah ini diyakini akan memicu kemarahan Beijing.

Pulau yang memiliki pemerintahan sendiri dan Lithuania sepakat pada bulan Juli bahwa kantor Vilnius akan menyandang nama Taiwan daripada China Taipei – istilah yang sering digunakan di negara lain agar tidak menyinggung Beijing.
“Kami mengupayakan hubungan yang lebih erat dengan seluruh kawasan Asia dan Samudra Hindia-Pasifik. Lithuania membuka kedutaan besar di Australia baru-baru ini, satu lagi akan dibuka di Korea Selatan, dan mungkin juga kantor perwakilan di Taipei di masa depan,” kata Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis kepada wartawan seperti dikutip dari AP, Jumat (19/11/2021).

Menurut Landsbergis belum ada reaksi yang diterima dari China terkait hal ini.


Rencana untuk membuka kantor Taiwan di Vilnius membuat China pada musim panas ini menarik duta besarnya dari Vilnius dan menuntut agar Lithuania menarik utusannya ke Beijing.

China mengatakan Taiwan adalah bagian dari wilayahnya dan tidak memiliki hak atas pengakuan diplomatik, meskipun pulau itu mempertahankan hubungan informal dengan semua negara besar melalui kantor perdagangan yang bertindak sebagai kedutaan de facto, termasuk di Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Tekanan China sendiri telah mengurangi sekutu diplomatik formal Taiwan menjadi hanya 15.

Hubungan China dengan Taiwan sendiri tengah memanas. Ketegangan telah mencapai rekor baru di bawah Presiden Xi Jinping, di mana Beijing telah mengirimkan ratusan pesawat tempur ke zona pertahanan udara Taiwan baru-baru ini. Media pemerintah China juga secara teratur mempublikasikan latihan invasi.

Dalam satu dekade terakhir, China telah membangun militernya ke titik di mana pejabat militer Taiwan dan AS secara terbuka menyuarakan kekhawatiran bahwa Beijing dapat segera melakukan invasi.


Sumber : sindonews.com

0 comments: