CEO JPMorgan Bisa Masuk Hong Kong Tanpa Karantina

Kamis, November 18, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pemerintah Hong Kong memberikan keistimewaan pada CEO JPMorgan Jamie Dimon untuk tidak melakukan karantina saat masuk ke salah satu pusat keuangan dunia itu. (AP/Mark Lennihan).


CEO JPMorgan Jamie Dimon menjadi salah satu nama besar di dunia bisnis yang dapat keistimewaan untuk tidak melakukan karantina di Hong Kong. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam bahkan menjamin Dimon tidak akan dikarantina.
Padahal, aturan bagi pelancong yang datang ke Hong Kong harus menjalani karantina dengan biaya pribadi hingga 21 hari. Carrie Lam mengatakan Jamie mendapat izin khusus karena memiliki kepentingan bagi ekonomi Hong Kong.


"Bagaimanapun, (JPMorgan) adalah bank yang sangat besar dan memiliki bisnis yang vital di sini. Mereka disini hanya untuk tinggal beberapa hari," kata Lam dikutip dari CNN Business, Rabu (17/11).

JPMorgan memiliki kantor pusat regional Asia Pasifik di Hong Kong. Diketahui, Dimon tinggal selama kurang dari 36 jam untuk bertemu kepala bank regional dan mengapresiasi 4 ribu karyawan yang bekerja selama pandemi.

Masalah ini menambah daftar panjang sejumlah petinggi negara dan artis yang diizinkan masuk Hong Kong tanpa mengikuti aturan karantina yang berlaku. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Hong Kong menuai banyak kecaman atas kebijakan ini.

Sebelumnya, pemenang Oscar, Nicole Kidman memasuki Hong Kong pada Agustus untuk syuting sebuah drama seri. Selain itu, kritik juga dilontarkan tatkala pemerintah dinilai menerima dispensasi karantina bagi sejumlah pimpinan lembaga keuangan.

Tak hanya Dimon, CEO Standard Chartered Bill Winters juga mendapat pengecualian karantina dari pemerintah Hong Kong. Namun hingga kini, JPMorgan dan Standard Chartered tidak memberikan komentar apapun.

CEO HSBC Noel Quinn juga dikabarkan menghilang saat karantina. Padahal, Chairman HSBC Mark Tucker justru menghabiskan 3 minggunya di hotel untuk karantina.

Para pengkritik mengatakan kebijakan ini bersifat elitis. Namun, pemerintah berdalih ini dilakukan untuk menjaga status Hong Kong sebagai pusat keuangan dunia.

Lam menambahkan keputusan ini diambil untuk mengakomodir kedatangan Dimon. Ia pun mengklaim risiko kehadiran Dimon ke Hong Kong sudah dapat ditangani dengan baik.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: