Cerita Horor Penari di Gedung Kesenian Cianjur

Selasa, November 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Bangunan tua memang kerap menyimpan sisi mistis dan banyak memiliki kisah horor. Begitu pula di Gedung Dewan Kesenian Cianjur yang berada di Jalan Suroso atau tepatnya seberang Alun-alun Cianjur.

 



Gedung terkenal angker ini ditempati sejumlah lembaga, yakni Dewan Kesenian, Lembaga Kesenian, dan radio milik pemerintah daerah. Aneka cerita menyebutkan adanya penampakan sosok tinggi besar, penari, dan perempuan berbaju.

 


Pegiat sejarah Cianjur, Hendi Jo mengatakan, Gedung DKC dibangun pada 1950-an. Gedung tersebut dibangun etnis Tionghoa di Cianjur untuk sarana pendidikan.


"Awalnya digunakan untuk sarana pendidikan keturunan Tionghoa di Cianjur. Karena dulu di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto dan Mangunsarkoro itu kawasan pecinaan, makanya dibuat sekolah di Jalan Suroso yang kini jadi Gedung DKC dan di Jalan Moch Ali yang kini jadi Gedung Wisma Karya," Hendi Jo, beberapa waktu lalu.



Namun usai G30S/PKI, gedung itu pun diambil alih dan dijadikan markas kelompok Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) serta Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).



Seiring perjalanan waktu, gedung itu digunakan untuk kantor pemerintahan hingga akhirnya jadi Gedung Dewan Kesenian Cianjur dengan LKC dan Radio Pemda Cianjur di dalamnya. Di balik kemegahannya, gedung DKC kerap menunjukkan sisi horornya. Bahkan pegawai radio hingga penjaga seringkali diganggu dan melihat sosok penunggu.



Gin Ginanjar, pegawai radio di komplek Gedung DKC, mengaku seringkali mendapat gangguan dari sosok makhluk halus saat bekerja, terlebih ketika menjelang malam hari. "Pernah saat rekaman, sekitar pukul 18.30 Wib. Begitu masuk studio, lampu tiba-tiba mati nyala terus. Karena kesal, saya teriak. Tidak lama lampu langsung menyala normal," kata dia.



"Pernah juga ketika sedang kumpul pegawai dan penjaga, terdengar ada suara langkah di tangga. Karena kan posisi studio radio di lantai dua. Tapi tiba-tiba suara langkahnya hilang, begitu dicek ternyata tak ada orang. Padahal semuanya dengan ada suara langkah seperti ada yang mau naik ke studio," tutur Ginanjar.



Selain gangguan berupa suara dan lampu, sosok wanita berbaju putih juga sempat menampakkan diri. Sosok nya terlihat oleh seorang penyiar yang hendak pulang. Namun ketika melihat rekannya dari bawah gedung, terlihat seorang perempuan berasa di belakang rekannya.



"Kalau itu terjadi tengah malam, saat pergantian sif. Penyiar yang waktunya pulang sempat melihat ke jendela, dan ada perempuan di belakang penyiar penggantinya. Ketika besoknya ditanyakan, penyiar pengganti mengaku sendirian tidak ditemani siapapun, apalagi perempuan. Sosoknya perempuan berbaju Putih, tapi wajahnya tak terlihat," ujar Ginanjar.


Selain itu, penampakan juga muncul di ruang pementasan seni. Menurut Ginanjar, penjaga Gedung DKC sering melihat dua sosok yang cukup menyeramkan. "Kedua sosok tersebut yakni perempuan penari dan sosok bertubuh tinggi besar," ucapnya.



Sosok perempuan penari tersebut seringkali muncul disertai iringan musik. Kemunculannya seperti sedang digelar pementasan tari.


Sedangkan sosok makhluk halus dengan badan tinggi besar terlihat di kala Gedung DKC sepi. Sosok itu berdiri di panggung pementasan.



"Keduanya terlihat di panggung pentas. Untuk sosok penari terlihat sedang menari dengan diiringi musik yang entah dari mana. Sedangkan sosok tinggi besar itu biasanya terlihat hanya berdiri," kata Ginanjar.


Menurutnya, para pegawai dan penjaga di Gedung DKC sudah terbiasa dengan gangguan tersebut. "Kadang diabaikan saja, karena sudah bosan diganggu. Meskipun sesekali takut juga," ujar Ginanjar.

 



Kendati dikenal angker dan penuh cerita horor, Gedung DKC hingga saat ini tetap menjadi pusat kegiatan kesenian. Pementasan musik, tarik, hingga teater digelar di sana.

 



"Terlepas dari berbagai cerita mistis, gedung ini tetap ramai digunakan untuk aktivitas kesenian. Karena memang hanya di sini fasilitas pada pelaku seni pentas," kata Ginanjar.


 

 

Sumber : detiknews

0 comments: