China Bakal Perketat Aturan Informasi Online dan Iklan Artis

Selasa, November 23, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pemerintah China bakal memperketat aturan terkait informasi online para artis hingga penempatan iklan para artis di internet. Foto: (AFP/JADE GAO)


Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China bakal memperketat aturan terkait informasi online para artis, seperti penerbitan rincian informasi pribadi hingga penempatan iklan para artis di internet.
Seperti dilansir Reuters pada Selasa (23/11), Badan Ruang Siber China (CAC) memperketat aturan itu demi menciptakan lingkungan internet yang positif dan sehat bagi masyarakat.

Tak hanya itu, mereka menilai pertumbuhan gosip dan aksi mengejar idola bisa berdampak buruk bagi nilai-nilai utama.


Berdasarkan CAC, informasi pribadi artis seperti kehidupan sehari-hari, perjalanan liburan, preferensi minat, anggota keluarga tidak ditampilkan dalam tautan utama.

Hal itu diatur dalam Pasal 11 Peraturan tentang Tata Kelola Ekologis Konten Informasi Jaringan.

Mereka juga mengatur tentang iklan yang dibintangi artis, kerja sama merek, serta promosi komersial. CAC mengatur hal itu hanya boleh ditampilkan di bagian iklan yang telah diatur setiap platform situs web. Tulisan iklan juga harus dibuat menonjol.

Hal itu menjadi satu dari sekian banyak yang dilakukan pemerintah China dalam beberapa bulan terakhir dalam industri hiburan lokal.

Mereka telah bergerak dan membuat kebijakan untuk meredam hal-hal yang mereka nilai sebagai kekacauan budaya fandom atau penggemar selebriti di China. Mereka memerintahkan penyiar, platform online, hingga artis membantu mengekang fenomena itu.

Sebelumnya, pemerintah China juga mewajibkan industri hiburan lokal memastikan artis-artis di bawah umur untuk menyelesaikan studi atau sekolahnya terlebih dahulu daripada fokus mengejar popularitas.
Apabila artis di bawah umur tampil, kata perwakilan pemerintah China, pihak penyelenggara harus mendapatkan persetujuan dari wali terlebih dahulu.

Tak hanya itu, mereka juga mewajibkan seluruh pihak untuk melarang anak di bawah umur berpartisipasi dalam aktivitas mendukung idola mereka di tengah upaya pemerintah 'membenarkan' budaya selebritas dan fandom.

Administrasi Radio dan TV Nasional (NRTA) juga melarang penyiar menampilkan laki-laki berpenampilan feminin atau tidak maskulin di televisi. Hal itu sebagai bentuk kampanye memperketat kontrol atas bisnis, masyarakat, dan menegakkan moralitas, termasuk dalam industri hiburan.

Acara hiburan yang melibatkan selebritas internet yang "vulgar", skandal, dan pamer kekayaan mesti ditolak. Lembaga penyiaran disebut harus menghindari artis yang melanggar ketertiban umum atau tidak memiliki moralitas. Program yang menampilkan anak-anak artis juga dilarang.

Pemerintah China sebelumnya juga 'memperbaiki' fandom dengan menghapus seluruh daftar peringkat artis dari internet. Mereka juga meminta pengurangan fungsi tombol "like" dan "comment".

Mereka juga meminta pihak artis dan pengelola situs penggemar mengetatkan aturan untuk menghindari fan saling merundung. Aktivitas penggalangan dana dan keterlibatan anak-anak juga dilarang.

Sebelumnya, badan pemerintah China itu sudah memperketat pengawasan terhadap sejumlah besar industri, mulai dari teknologi hingga pendidikan.

Hal itu dilakukan dengan dalih memperkuat pengendalian atas masyarakat dan sektor-sektor utama ekonomi setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan yang tak terkendali.






Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: