Hancur Parah, Bisnis Minuman Beralkohol Berdarah-Darah Corona

Selasa, November 16, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Bisnis dam industri minuman beralkohol (minol) menghadapi tekanan kuat selama pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan ambrolnya tren aktivitas pariwisata. Kalangan pengusaha minol menilai kedua sektor itu saling berkaitan sehingga dampaknya sangat terasa.

 

 

"Pariwisata turun tajam semenjak pandemi, kita juga sama menurun sampai 60%. Industri pariwisata kan pleasure dan entertainment yang saat pandemi dilarang, jadi industri kami terkena parah," Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir dan Distributor Minuman Impor (APIDMI) Ipung Nimpuno kepada CNBC Indonesia, Senin.

 

 

APIDMI terdiri dari belasan anggota perusahaan importir minuman beralkohol. Selama ini, pasar yang menjadi segmen minol impor memang sedikit, yakni hanya sekitar 5% untuk pasar Indonesia. Pasalnya, harga minol di segmen ini lebih mahal berkali-kali lipat, bahkan ada yang mencapai 4-5x lipat. Namun, keberadaan alkohol ini banyak di tempat pariwisata strategis.

 

 

Pariwisata turun tajam semenjak pandemi, kita juga sama menurun sampai 60%. Industri pariwisata kan pleasure dan entertainment yang saat pandemi dilarang, jadi industri kami terkena parah," Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir dan Distributor Minuman Impor (APIDMI) Ipung Nimpuno kepada CNBC Indonesia, Senin.

 

 

APIDMI terdiri dari belasan anggota perusahaan importir minuman beralkohol. Selama ini, pasar yang menjadi segmen minol impor memang sedikit, yakni hanya sekitar 5% untuk pasar Indonesia. Pasalnya, harga minol di segmen ini lebih mahal berkali-kali lipat, bahkan ada yang mencapai 4-5x lipat. Namun, keberadaan alkohol ini banyak di tempat pariwisata strategis.

 

 

"Perkiraan bisa naik 10%-20%, tadinya drop 60%-70% bisa bertahan mungkin 50% tapi masih jauh di bawah kondisi normal," sebutnya.

 

 

Sumber : CNBC Indonesia

0 comments: