Inggris Cetak Sejarah Jadi Negara Pertama di Dunia Pakai Pil Antivirus COVID-19 Produksi Merck

Jumat, November 05, 2021 Majalah Holiday 0 Comments




    Negara dengan pemimpin Ratu Elizabeth II, Inggris menorehkan sejarah baru sebagai negara pertama di dunia yang menyetujui pil antivirus COVID-19 buatan perusahaan farmasi Merck.

Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) per Kamis 4 November 2021 kemarin telah merekomendasikan pil bernama Molnupiravir, untuk digunakan sesegera mungkin setelah hasil tes COVID-19 menunjukkan positif dan dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala.

Mengutip laman ABC Australia, Jumat (5/11/2021), pil tersebut dilisensikan untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas yang memiliki setidaknya satu faktor risiko yang bisa berkembang menjadi penyakit yang parah, seperti obesitas atau penyakit jantung.

Molnupiravir menjadi pengobatan antivirus oral pertama untuk penyakit COVID-19 yang disetujui.

Inggris telah mendahulu persetujuan dari Amerika Serikat yang masih akan meninjau obat COVID-19 itu pada bulan ini.

Lembaga otoritas penggunaan dan peredaran obat dan terapi di Australia belum menyetujui obat tersebut, tapi Pemerintah Australia bulan lalu mengumumkan jika mereka telah memesan 300.000 dosis molnupiravir.

Molnupiravir akan diedarkan di Inggris dengan merek Lagevrio dan peredarannya telah diawasi dengan ketat sejak data bulan lalu.

Data tersebut menunjukkan ketika obat diberikan di awal saat sakit, maka akan mengurangi kemungkinan mereka yang sakit parah mengalami kematian atau dirawat di rumah sakit hingga setengahnya.

"Hari ini adalah hari bersejarah bagi negara kami, karena Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui obat antivirus COVID-19 yang bisa dikonsumsi di rumah," kata sekretaris kesehatan Inggris, Sajid Javid.

"Untuk menyusun rencana pengedaran molnupiravir kepada pasien sesegera mungkin, kami bekerja secara cepat bersama dengan segenap unsur pemerintahan dan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) melalui sebuah studi."

Pemerintah Inggris dan NHS belum mengonfirmasi bagaimana pengobatan akan diberikan kepada pasien.

Bulan lalu, Inggris menyetujui kesepakatan dengan Merck untuk mengamankan 480.000 dosis Molnupiravir.

Sumber :Allkpop

0 comments: