Jadi Lokasi Yana Hilang Misterius, Ini Mitos-mitos Kawasan Cadas Pangeran Sumedang, Dikenal Seram

Selasa, November 23, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Jalan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, menjadi perhatian usai seorang warga Sumedang hilang misterius di kawasan tersebut, Selasa.

 

Yana yang dilaporkan hilang secara misterius di kawasan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

 

Rupanya, terdapat beberapa mitos terkait kawasan Jalan Cadas Pangeran yang masih banyak dipercaya masyarakat.


Jalan Cadas Pangeran sejak dahulu dikenal sebagai jalan yang seram.



Beberapa faktor menjadi alasan disematkannya julukan seram pada jalan yang sudah dibangun sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda tersebut.

Jalannya yang berkelok dan memiliki beberapa tikungan tajam membuat pengendara harus ekstra waspada melewati jalan tersebut.

Belum lagi ketika malam tiba, jalan tersebut terbilang sepi karena tidak ada pemukiman warga di sisi-sisi jalan, efek kondisi jalan yang diapit oleh tebing dan jurang.

Sejarah kelam masa lalu ketika pembuatan jalan pada jaman Hindia Belanda pun memperkuat julukan seram yang melekat pada jalan yang menghubungkan Bandung-Sumedang tersebut.



"Cerita mistisnya juga banyak, walaupun mulai berkurang sekarang," ujar Wasdim (46), sopir truk yang setiap hari melewati jalan Cadas Pangeran.



1. Mitos melempar rokok

Dulu ketika kendaraan yang melewati Cadas Pangeran belum seramai sekarang, menurut Wasdim, ada mitos bahwa sopir yang melewati jalan tersebut harus melempar rokok.

Rokok yang dilempar harus sudah dinyalakan dulu sebelumnya.


"Katanya sih sebagai izin untuk melintas agar tak diganggu," ujar Wasdim.

2. Mitos adanya ular besar di dasar jurang

Wasdim bercerita, ada mitos di kalangan masyarakat sekitar Cadas Pangeran, bahwa ada ular besar yang hidup di dasar jurang di samping jalan Cadas Pangeran.



Ular yang diduga berjenis piton atau boa tersebut mitosnya memakan mayat sisa korban kecelakaan dan pada jaman dahulu memakan mayat korban kerja paksa pembuatan jalan.

3. Hindari jalan Cadas Pangeran Atas selepas Magrib

Wasdim mewanti-wanti agar jangan melewati jalan Cadas Pangeran Atas bila waktu sudah lewat Magrib.



Banyak begal di jalan Atas," ujar Wasdim.



Selain itu, Wasdim juga mengatakan ada makhluk halus penunggu Cadas Pangeran yang sering menggangu pengguna jalan.

"Pernah supir angkot bercerita ketika dia nekat lewat atas malam hari, ada yang hitam menemplok di kaca belakang," ujar Wasdim.

Pencarian Yana



Tim SAR Gabungan hingga kini belum bisa menemukan Yana yang dilaporkan hilang secara misterius di kawasan Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis . 

Pelacakan dilakukan melalui sinyal handphone pun dilakukan Aparat Kepolisian Resor Sumedang. Sebab diketahui, Yana hilang dengan menggenggam handphone.

"Berdasarkan hasil pelacakan sinyal ponsel korban, posisinya masih berada di kawasan Cadas Pangeran," kata Kapolres Sumedang AKB Eko Prasetyo Robbyanto saat ditemui TribunJabar.id di Cadas Pangeran. 

Kapolres mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan motif hilangnya pria asal Dusun Babakan Regol, Desa Sukajaya, Sumedang Selatan ini. 



Menurutnya, pemeriksaan sejumlah saksi terus dilakukan, termasuk saksi di tempat korban bekerja maupun pihak keluarga korban. 

"Semua motif, masih terbuka," tutur Eko.



Eko menuturkan, proses pencarian hari kedua korban metodenya masih sama seperti hari sebelumnya.

"Petugas dari Polsek Sumedang Selatan akan menyisir di jalan atas Cadas Pangeran, dan petugas dari Polsek Pamulihan akan menyisir sisi jalan bawah Cadas Pangeran, " ucapnya. 

Eko menambahkan, hari kedua proses pencarian korban, pihaknya menerjunkan sebanyak 200 personel dan dua ekor anjing pelacak milik K-9 Polda Jabar. 

"Dua ekor anjing pelacak turut kita kerahkan, dan diharapkan bisa mengendus keberadaan korban," katanya.



Detik-detik Yana Hilang Misterius

Seorang pria, Yana hilang misterius di Jalan Cadas Pangeran, Sumedang, Selasa .

Warga Desa Sukajaya, Sumedang Selatan, Sumedang itu hilang kontak dengan keluarga.

Proses pencarian Yana terus dilakukan hingga ke dasar jurang.

Diketahui dari pesan WhatsApp, detik-detik Yana hilang setelah sempat mengabari istrinya.

Yana mengirimkan pesan ketika ia singgah di masjid untuk salat.



Saat itu, Yana dalam perjalanan dari arah Tanjungsari menuju Sumedang.

Ketika beristirahat di masjid sekitar daerah Simpang, Yana masih berkomunikasi dengan istri.

Satu petunjuk diketahui dari pesan tersebut, yakni ada seseorang yang menumpang ke arah Sumedang.

"Ayah solat dulu di Simpang, solat isya. Kebetulan ada orang Sumedang juga, nebeng ikut sama Ayah," begitu bunyi pesan yang dikirimkan Yana.


Tidak lama berselang, ada lagi pesan melalui nomor WhatsApp yang sama.

Pesan tersebut berisi rekaman suara Yana seperti kesakitan.

Yana menangis namun tidak begitu jelas apa yang disampaikannya.

Ia berbicara dalam bahasa Sunda, menyesali perbuatannya kepada Tuhan.

Suara dalam rekaman sedikit tidak bisa ditranskripsi karena ketidakjelasan artikulasi saat suara itu direkam. 

"Gusti, saya kira bukan orang jahat," katanya, terpatah-patah dan seperti meringis kesakitan.

Yudi, keluarga korban mengatakan kondisi handphone Yana sudah tidak aktif.

Keluarga khawatir Yana dibuang ke jurang.

Yana Masih Belum Ditemukan

Yana diperkirakan hilang di sekitar Cadas Pangeran.

Dalam perhitungan TribunJabar.id, jarak tempuh Simpang-Cadas Pangeran, hanya sekitar 10 menit menggunakan sepeda motor.

Kondisi jalan malam hari yang lancar bisa lebih cepat. 


 

Sumber :tribunjabar,id

0 comments: