Maroko Beli Sistem Anti-Drone Canggih Skylock Dome Israel

Rabu, November 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Skylock Dome, senjata pertahanan anti-drone buatan Israel. Maroko telah membeli sistem Skylock Dome untuk melawan ancaman serangan drone musuh. Foto/Skylock
RABAT - Kerajaan Maroko telah membeli sistem pertahanan udara anti-drone canggih Skylock Dome Israel . Hal itu diumumkan Angkatan Bersenjata Kerajaan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (23/11/2021).

Senjata pertahanan buatan Skylock Systems tersebut, yang pertama kali terungkap pada Februari di Pameran dan Konferensi Pertahanan Internasional di Ibu Kota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi, dapat mendeteksi dan melumpuhkan drone tak berawak.
CEO Skylock Systems, Itzik Huber, mengatakan perusahaannya menawarkan sistem pertahanan yang relatif murah yang sangat efektif dan memberikan perlindungan luas terhadap ancaman serangan drone yang semakin meningkat.


Mengutip Globe, Rabu (24/11/2021), sebanyak 27 negara termasuk Maroko, Uni Emirat Arab dan beberapa negara Asia Timur, telah membeli sistem Skylock Dome. Saat ini, sekitar 70 persen dari penjualan perusahaan adalah untuk pelanggan militer.

"Akuisisi ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas FAR [Angkatan Bersenjata Kerajaan Maroko] untuk melindungi fasilitas penting dan sensitif kerajaan, baik sipil maupun militer," bunyi pernyataan FAR.

“Kerajaan mengintensifkan pembelian sistem anti-pesawat tak berawak atau drone yang telah menjadi ancaman dalam hal ketidakmampuan mereka untuk dideteksi atau diserang mengingat sulitnya menargetkan mereka dengan sistem pertahanan konvensional,” lanjut pernyataan tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, dijadwalkan mengunjungi Maroko pada Rabu (24/11/2021) dan menandatangani perjanjian kerja sama keamanan dengan kerajaan Afrika Utara itu.

Pada Desember tahun lalu, sebagai imbalan untuk melanjutkan hubungan diplomatik penuh dengan Israel, pemerintahan Donald Trump saat itu setuju untuk mengakui klaim teritorial Maroko dan mendukung "Rencana Otonomi" atas Sahara Barat.


Sumber : sindonews.com

0 comments: